• Latest
Puisi-Puisi Ayumi - A4919791 646F 4DC5 8305 53F50C31FE8D | Jalan-jalan | Potret Online

Puisi-Puisi Ayumi

Maret 19, 2025
Takwa

Membumikan Nilai Takwa Pascaramadan

April 1, 2026
Romantisme Secangkir Kopi

Romantisme Secangkir Kopi 

April 1, 2026
di ujung Magrib

Di Ujung Magrib

Maret 31, 2026
85645e8f-e49d-463f-8fa4-730280ce2b71

Pentingnya Sastra dalam Sistem Pendidikan Rusia sebagai Landasan Pembentukan Karakter dan Pola Pikir

Maret 31, 2026
Puisi-Puisi Ayumi - 0e417695 171f 4238 b08b 77387e695a57 | Jalan-jalan | Potret Online

Dari Geopolitik ke Dapur Rakyat: Krisis Global dan Rapuhnya Ekonomi Indonesia

Maret 31, 2026
ba05a86a-c490-46bf-9ae8-c75ef1da62eb

Nasrallah dan Jugendliteratur

Maret 31, 2026
cd371ba6-715d-447b-b94a-30123cf2d952

Pendidikan Hadapi Ancaman Nyata

Maret 31, 2026
Ilustrasi Ngopi Bersama Ali Shariati dan Nietsche

Aceh Meniru Jakarta

Maret 31, 2026
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Esai
  • PODCAST
Rabu, April 1, 2026
  • Login
  • Register
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
Puisi-Puisi Ayumi - A4919791 646F 4DC5 8305 53F50C31FE8D | Jalan-jalan | Potret Online

Puisi-Puisi Ayumi

Redaksi by Redaksi
Maret 19, 2025
in Jalan-jalan, POTRET Budaya, Potret Remaja, Puisi
Reading Time: 2 mins read
0
586
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Rintih

Aku pulang pada-Mu, ya Rabbi,
Tapi, bukan sebagai hamba yang suci,
Melainkan debu hina nan pekat.
Aku terlalu rendah dari sekadar pemaksiat.
Langkahku berat, bukan karena rentang,
Tapi, karena cela yang menggunung,
Bahkan bentala pun enggan menanggung.

Kau jadikan Ramadhan bagai derai hujan,
Membasuh dosa relung pelukan,
Tapi apakah aku layak disiram?
Sedang hatiku telah karam,
Kering, tandus, tak berirama.
Aku berpuasa, tapi akankah itu diterima?
Aku bersujud, tapi benarkah bumi tak muak menadahnya?

Lembayung pekat bersimbah cahaya,
Sedang aku hanyalah bayang lara,
Bersembunyi di balik gelap, takut menatap-Mu.
Tuturku serak, tangisku tak menderu,
Bahkan air mataku pun tak jatuh sebab malu,
Seakan ia tahu betapa hinanya aku di hadapan-Mu.

Jikalau Ramadhan ialah pintu yang Kau kuak,
Biarkan kumengetuknya walau dada kusesak.
Jika ampunan-Mu seluas segara,
Biarkan aku melebur di lekuknya,
Hingga aku tak lagi menemukan bayangku,
Melainkan hanya Engkau… hanya Engkau…
Ya Qayyumu…

Baca Juga

76c605df-1b07-40f1-ab7e-189b529b4818

Filosofi Ketupat

Maret 29, 2026
a0874485-5883-4836-9faa-17bcddc8a681

Kepiting Dalam Baskom

Maret 29, 2026
Puisi-Puisi Ayumi - 5de97004 0731 46d3 b7a2 38575dadc077 | Jalan-jalan | Potret Online

Serangkai Puisi Putri Nanda Roswati

Maret 28, 2026

Sunyi nan Bertasbih

Antariksa menggelar dalam semburat temaram,
Purnama tergelayut bak lentera kesabaran,
Samara malam sapa lirih,
Menyampaikan doa-doa yang mengalir tiada suara.

Setapak redup, langkah-langkah kecil bergegas,
Mengarungi mahligai suci yang mendambakan sujud.
Tiada riuh metropolis nan membahana,
Hanya lantunan ayat yang meluruhkan sedu.

Di meja sederhana, lengan-lengan menengadah,
Bukanlah karena mewahnya sajian nirwana,
Melainkan karena syukur yang tak terbendung,
Atas seteguk air, dan sebutir kurma,
Serta kasih dan sayang yang tak terkira.

Lapar ini tak sekadar lambung nan hampa,
Tetapi, jiwa yang belajar merunduk,
Menelusuri makna dalam kian detik yang berlalu,
Di sela silau fajar serta remang senja.

Lalu rembulan singgah dalam keagungan,
Membuka tirai langit dengan jutaan bintang.
Insan berdiri dalam rakaat tak bertepi,
Membiarkan jiwa tenggelam dalam takbir.

*Penulis adalah peserta kelas menulis Sigupai Mambaco dan ikut dalam tantangan menulis puisi ramadan. Penulis siswa MAN Inovasi Aceh Barat Daya

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 344x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 342x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 312x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 263x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 204x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare234Tweet147
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Baca Juga

Takwa
Artikel

Membumikan Nilai Takwa Pascaramadan

April 1, 2026
Romantisme Secangkir Kopi
Esai

Romantisme Secangkir Kopi 

April 1, 2026
di ujung Magrib
#Cerpen

Di Ujung Magrib

Maret 31, 2026
85645e8f-e49d-463f-8fa4-730280ce2b71
Artikel

Pentingnya Sastra dalam Sistem Pendidikan Rusia sebagai Landasan Pembentukan Karakter dan Pola Pikir

Maret 31, 2026
Next Post
Puisi-Puisi Ayumi - A7FC1E3E 69FF 4A57 BF37 53700CF9B3F1 | Jalan-jalan | Potret Online

TENTANG TANAH AIRKU, INDONESIA

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Privacy Policy (Kebijakan Privasi)
  • Terms of Service (Syarat dan Ketentuan)
  • Penulis
  • Al-Qur’an

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com