Rabu, April 22, 2026

Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

Jika Anda masih berpikir bahwa kerja keras adalah kunci kesuksesan, saatnya memperbarui mindset. Lihat saja kenyataan di sekitar kita. Berapa banyak orang yang jujur bekerja puluhan tahun, tetapi tetap berkutat dalam kesulitan ekonomi?
Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha? - 4e97609a 592b 4d55 8694 826e1832a4a5 | # Koruptor | Potret Online
Ilustrasi: Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

Tahap 4. Siapkan Rencana Cadangan

Meski korupsi tergolong bisnis minim risiko, tetaplah waspada. Siapkan jalur keluar, misalnya dengan menyimpan aset atas nama keluarga, memindahkan dana ke luar negeri, atau menjalin hubungan baik dengan pihak-pihak yang bisa membantu saat keadaan memburuk.

Contoh sukses? Lihat saja beberapa kasus korupsi BTS Kominfo, dana bansos, eks oknum ditjen pajak, yang melibatkan dana triliunan rupiah. Semua dijalankan dengan rapi, mulai dari pengaturan proyek hingga pencucian uang melalui berbagai aset. Kalau tidak ketahuan, para pemain di baliknya mungkin masih akan terus menikmati hasilnya tanpa gangguan.

Mengapa Tidak Banyak yang Takut Korupsi?

Jika korupsi begitu merajalela, mengapa masih banyak yang melakukannya? Jawabannya simpel, karena mereka tahu bahwa hukuman itu fleksibel.

Bandingkan hukuman pencuri sandal dengan koruptor miliaran rupiah. Yang satu bisa dipenjara bertahun-tahun, sementara yang lain mungkin hanya dihukum beberapa tahun dan bisa bebas lebih cepat dengan berbagai skema keringanan.

Selain itu, masyarakat kita terkadang memiliki ingatan yang pendek. Tidak sedikit mantan koruptor yang setelah bebas kembali mendapat tempat di politik atau dunia usaha, bahkan dielu-elukan oleh pendukungnya.

Tulisan ini sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis. Redaksi tidak selalu sejalan dengan isi tulisan.
Short Biography Prof. Dr. Azharsyah Ibrahim, SE., Ak., M.S.O.M. adalah Guru Besar Manajemen Syariah di Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, UIN Ar-Raniry, Banda Aceh. Meraih S-1 di Ekonomi/Akuntansi dari Universitas Syiah Kuala (2001), S-2 Operations Management dengan beasiswa Fulbright di Amerika Serikat (2008), dan menyelesaikan program doktoral Manajemen Syariah di University of Malaya pada 2015. Memiliki sejumlah publikasi akademik yang dapat diakses online. Di kampus, menjabat sebagai Kepala Satuan Pengawasan Internal (SPI) dan Editor in Chief dua jurnal ilmiah terakreditasi. Selain itu, aktif sebagai editor dan reviewer di jurnal nasional dan internasional bereputasi, termasuk yang terindeks Scopus dan Web of Science, serta menjadi narasumber di berbagai pertemuan ilmiah. Prof. Azharsyah berdomisili di Limpok, Aceh Besar, dan dapat dihubungi melalui email: azharsyah@gmail.com.  

Diskusi

Upload foto profil kecil (opsional)
Preview avatar
Memuat komentar...

Terbaru

Artikel terbaru untuk dibaca

Populer

Artikel yang banyak dibaca

Populer Mingguan

Berdasarkan jumlah pembaca 7 hari terakhir

Welcome Back!

Login to your account below

Create New Account!

Fill the forms below to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Add New Playlist