POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Perempuan Penggenggam Pasir

RedaksiOleh Redaksi
March 5, 2025
🔊

Dengarkan Artikel

” Semua baik-baik saja, Nak. Bapak pun ingin pulang bersamamu.”

Sebaris senyum mengembang dari bibir sang ayah. Lalu mata itu. Entah mengapa tatapan itu yang sungguh Zulaikha rindukan. Tatapan sosok pelindung yang menenangkan.

Dooarrr!!

Satu ledakan kembali ciutkan nurani. Api berkobar dengan asap ungu kehitaman membumbung dan menyebar. Mendadak buritan merendah. Kargo kian tumpah bahkan kini malah menggelinding menerjang ruangan depan lantai satu. 

“Mansyur!!!! Mansyurr!!!!” panggil satu ABK. Ayah Zulaikha tanggap.

“Ada apa!!!”

“Ledakan  ini berasal dari turbin kapal. Mungkin baling-balik tersangkut jaring nelayan yang bercampur rumbai rumput dan pecahan karang. Ledakan merembet sampai ruang mesin. Kita harus hentikan air agar tidak naik ke dek 3.

“Tinggalkan kapal, Burhan! Persetan dengan ini semua!”

📚 Artikel Terkait

Menelusuri Museum Kecil di Tengah Kota Langsa

MENGGALI IDE BISNIS DI ZAMAN DIGITAL

Puisi-Puisi Zab Bransah

Menikmati Kekacauan Sains

Pria bawahan Pak Mansyur itu tersenyum pucat. Pak Mansyur mengerti bahwa uraian itu adalah pertalian. Dengan siluet gelap di antara sela rambutnya yang kuyu, Pak Mansyur menebak.

” Benarkah sekoci tak akan sempat menjarak dan akan segera terperangkap pusaran karam kapal?”

Zulaikha merasakan keheningan di antara keriuhan. Dua pria itu yang berbicara itu kini bisu ditampari angin dan air hujan.

“Tidak malam ini! Bapak tak perlu ke sana. Orang lain saja. Zulaikha mohon satu kali ini saja Bapak nurut!”

” Di sini bapak adalah seorang mekanik. Sudah kewajiban bapak lakukan hal itu” terang sang ayah sambil mencium kening Zulaikha. 

“Turunkan sekoci!” perintah Pak Masyur. 

Rekan ABK segera menuruti. 

Zulaikha menggelijang berontak kesetanan hendak memburu naik tapi Anggi dan Dila menahannya. Soar di atas kepala Pak Mansyur menyinari dan ejakan luka. Dari bawah, Zulaikha berteriak hancur berserak-serak. Kapal makin tak seimbang. Semua makin keruh. Manakala sekoci hanyut menjauh dipermainkan ombak, Zulaikha memandang butiran pasir itu luruh dalam sela genggamannya.

*****Selesai******

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 106x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 94x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 89x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 79x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 77x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share4SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
165
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya

Korupsi Layak Masuk Olimpiade

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00