• Latest

Pertarungan di Sebuah Gedung Tua

Februari 17, 2025
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
IMG_0541

Rina

Maret 29, 2026
76c605df-1b07-40f1-ab7e-189b529b4818

Filosofi Ketupat

Maret 29, 2026
96c3f2f0-9b1a-4f4e-8d0d-096b123c0888

Ramadhan di Negeri Seberang,  Membangun Komunikasi Lintas Negara

Maret 29, 2026
ae400032-4021-4ade-8568-70d981b74d63

Ancu Dani, Juru Kunci TPS

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Pertarungan di Sebuah Gedung Tua

Salah satu kisah dari Detektif Jimmy

Reza Fahlevi by Reza Fahlevi
Februari 17, 2025
in Novel
Reading Time: 10 mins read
0

Ilustrasi

592
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

1Salah satu kisah dari Detektif Jimmy

Oleh Reza Pahlevi

Di tengah derasnya hujan, Genzi memacu mobil di kecepatan tinggi. Di momen tengah malam begini, ia seolah-olah begitu leluasa mengemudi. Hampir sepanjang jalan tak ada kendaraan lain yang lewat.

Kedua mata Genzi tetap fokus menatap jalan — sesekali dia juga melirik kaca spion tengah dan juga kiri serta kanan. Gelagat lelaki ini dalam kewaspadaan tinggi.

“Ke mana… kau membawaku?” tanya seorang wanita. Suaranya terdengar lemah dan tidak berdaya.

Ya, Genzi tidak sendirian. Dia membawa seorang wanita berusia sekitar dua puluh lima tahun dari kadiamannya. Saat ini, wanita yang dikenal sebagai Azkiya itu berada di bagian belakang mobil. Dia terbaring lemah di kursi dengan lumuran darah di sekujur wajah dan sebagian pakaiannya.

“Apa kau… ingin… membunuhku?” tanya sang wanita lagi.

Genzi menanggapi perempuan itu dengan senyuman sinis dan menjawab, “membunuhmu tak ada artinya bagiku. Lebih baik aku menyiksamu terlebih dahulu — dengan begitu kau bisa memahami bagaimana penderitaanku selama ini setelah kau membunuh istriku.” katanya.

Azkiya spontan berteriak. “Aku tidak membunuh istrimu!”

“Memang… kematian istriku bukan langsung dari tanganmu. Tapi, kau orang yang sudah membuat istriku tewas melalui orang lain. Kau menuduhnya berselingkuh, dan semua itu berujung pada kematian istriku.”

“A… aku tidak menuduh — istrimu memang berselingkuh. Aku melihatnya langsung — ”

Baca Juga

Dunia Dongeng

April 22, 2025

Misi Merampok Bank

Februari 23, 2025

“Diam…!” teriak Genzi. Ia cukup berang mendengar ujaran Azkiya. Dan, kekesalannya itu membuat dirinya secara tak sadar memacukan kendaraan lebih tajam dari sebelumnya.

Sekitar dua puluh menit berselang, Genzi menepikan mobilnya di depan sebuah gedung yang gelap dan kusam. Bangunannya yang berlantai tiga itu terlihat sudah lumayan rusak. Wajar saja sebab sudah sangat lama tidak dipakai.

Di dalam mobil, Genzi melirik ke sekitar untuk memastikan keadaannya. Saat ia mengira situasinya aman, lantas lelaki ini membawa masuk mobilnya ke pekarangan belakang gedung, kemudian keluar dari dalam dengan membawa serta Azkiya.

Ketika sedang menggotong sang wanita berjalan yang sudah berdarah-darah itu, terlihat ada sebuah belati yang menancap di paha kirinya. Sepertinya, Genzi melukai Azkiya menggunakan senjata tajam tersebut.

Tiba di lantai dua, Genzi membaringkan Azkiya di atas sebuah meja. Tempat yang mereka datangi ini dipenuhi dengan meja, kursi serta rak-rak buku yang tertata kacau. Pemandangan itu menandakan bahwa gedung tua yang kusam ini dulunya adalah sebuah perpustakaan.

“Jangan. Tolong jangan.” ujar Azkiya. Kedua tangan wanita itu spontan menggenggam erat pakaiannya.

“Hanya pria bodoh yang mau melakukannya…” balas Genzi. Dia paham gelagat Azkiya yang menggenggam erat pakaiannya. Wanita itu takut Genzi berniat memerkosainya.

“Aku tidak melampiaskan dendam dengan cara menodai kesucianmu. Tapi, ada hal yang lebih penting untuk membuatmu paham bahwa semua perlakuanmu terhadapku — juga keterlibatanmu di balik tewasnya istriku —semua sudah meninggalkan luka batin di hatiku.

ADVERTISEMENT

Karna itu, kau harus tau apa yang sedang kurasakan saat ini. Mungkin, aku tidak bisa melukai hatimu seperti yang kau lakukan — maka satu-satunya cara adalah menyiksamu sampai kau benar-benar merasa bersalah dan memohon ampun padaku — memohon seperti budak.”

Genzi lantas melepas ikat pinggangnya dan mulai mencambuk sekujur tubuh Azkiya. Ia terus melakukannya dan sama sekali tidak peduli terhadap wanita itu yang berteriak serta juga menangis histeris. Tidak hanya itu, Genzi juga sesekali mencekik leher sang perempuan, menjambak rambutnya bahkan juga mengantukkan kepala wanita tersebut ke permukaan meja.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 337x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 298x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 248x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 238x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 192x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Page 1 of 4
12...4Next
SummarizeShare237Tweet148
Reza Fahlevi

Reza Fahlevi

Lahir di Banda Aceh pada Tanggal 9 september 1996, Reza Fahlevi sudah mulai menyukai dunia kepenulisan sejak masih duduk di bangku SMP. Tulisannya berupa cerita-cerita pendek terdapat di berbagai platform seperti KBM, Fizzo, Blogspot dan sekarang aktif menulis di Medium. Beberapa tulisan Reza dalam bentuk puisi pernah diterbitkan oleh Warta USK. Ia juga pernah memenangkan lomba menulis novel yang diadakan oleh penerbit USK Press serta juga menjadi salah satu penulis dalam dua buku antologi yang berjudul Jembatan Kenangan (Jilid II) dan Kebun Bunga Itu Telah Kering. Selain menulis, Reza turut serta menjadi salah satu tenaga pendidik di sekolah MIN 20 Aceh Besar.

Baca Juga

0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5
Puisi

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff
# Kebijakan Trump

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542
Artikel

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518
Artikel

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
Next Post

Calon Pewaris

HABA Mangat

Lomba Menulis Agustus 2025

Juli 31, 2025

Tema Lomba Menulis November 2025

November 10, 2025

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    886 shares
    Share 354 Tweet 222
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    872 shares
    Share 349 Tweet 218
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    671 shares
    Share 268 Tweet 168
POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com