• Latest
Mengajak Anak Menulis Traveling Notes - IMG_2154 1 scaled | Cerita Perjalanan | Potret Online

Mengajak Anak Menulis Traveling Notes

Februari 15, 2025
9fdb3c1c-1879-4f8c-9aa8-02113678bceb

Warisan Musik Aceh dari Gampong Padang Manggeng

April 21, 2026
Ilustrasi siluet pasangan dengan hati retak melambangkan cemburu, konflik emosional, dan hubungan yang rapuh

Cemburu Membunuh Perempuan

April 21, 2026
Mengajak Anak Menulis Traveling Notes - 1001348646_11zon | Cerita Perjalanan | Potret Online

Kisah Perempuan – Lubna dari Córdoba

April 21, 2026
Mengajak Anak Menulis Traveling Notes - 1001353319_11zon | Cerita Perjalanan | Potret Online

Fatimah al-Fihri, Pendiri Universitas Tertua

April 21, 2026
3753a9dd-0c43-46a6-9577-711a7479d4d5

Misogini Genital (Di) Kartini Digital

April 21, 2026
IMG_0878

Perempuan di Titik Klimaks

April 21, 2026
Mengajak Anak Menulis Traveling Notes - 1001361361_11zon | Cerita Perjalanan | Potret Online

Kisah Perempuan POTRET – Zaynab bint al-Kamal

April 21, 2026
d2a5b58f-c424-41eb-91dc-d0a057017eda

Menguak Kenangan Orkes Mekar Melati Manggeng dan Para Musisi Muda

April 21, 2026
Selasa, April 21, 2026
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result

Mengajak Anak Menulis Traveling Notes

Tabrani Yunis by Tabrani Yunis
Februari 15, 2025
in Cerita Perjalanan, Literasi, Menulis
Reading Time: 4 mins read
0
Mengajak Anak Menulis Traveling Notes - IMG_2154 1 scaled | Cerita Perjalanan | Potret Online

Tabrani Yunis saat di Amerika Serikat

585
SHARES
3.2k
VIEWS

Oleh Tabrani Yunis 

Masa libur sekolah masih tersisa beberapa hari lagi. Seharusnya masa ini dapat dimanfaatkan oleh anak-anak dengan baik dan memberikan manfaat. Misalnya banyak keluarga yang berkunjung ke rumah nenek, ke rumah saudara sekalian bersilaturahmi. Juga banyak yang menggunakan momentum libur tersebut ke tempat-tempat wisata di daerah masing-masing serta ke luar daerah.

Baca Juga
  • Menyelamatkan Pendidikan, Menyelamatkan Bangsa
  • Sigupai Mambaco, hadir di Ramadan Fair

Kalau orang Aceh bisa ke luar daerah seperti ke Sumatera Utara, ke Sumatera Barat dan bahkan bisa ke luar negeri seperti ke Penang, Kuala Lumpur, Singapura dan ke Thailand. Tergantung kemampuan ekonomi keluarga masing-masing. Pokoknya, masa libur adalah masa yang Ditunggu-tunggu oleh anak agar bisa bersenang-senang dengan keluarga. Tentu tidak harus jauh, mahal dan dengan hal-hal yang serba wah. Bisa ke pantai, berenang atau di kawasan wisata di wilayah masing-masing sangat berarti dan menyenangkan bagi anak.

Apalagi kalau bisa ke luar kota atau luar daerah, sensasinya akan dirasakan oleh anak dengan sangat menyenangkan. Jadi, jangan dibayangkan harus ke tempat yang jauh dan mahal. Sesuaikan saja dengan kemampuan ekonomi masing-masing.

Baca Juga
  • Julaini, Bahagianya Anak Yatim Piatu Mendapat Bantuan Sepeda dari CCDE
  • RIAK AIR

Pasti selama ini sangat banyak orang yang melakukan kegiatan mengisi masa liburan dengan mengadakan perjalan ke tempat-tempat menarik baik lokal, maupun ke luar daerah atau bahkan ke luar negeri. Kalau orang Aceh di kawasan lokal, misalnya yang banyak memiliki kawasan wisata yang indah-indah, bisa berwisata ke kawasan wisata di Aceh Besar, bisa ke puncak Geureute, hingga ke Pulau Banyak, Singkil atau ke bagian tengah ke Bener Meriah, Takengon, Gayo Lues hingga ke Aceh Tenggara. Kalau ke luar Aceh, bisa ke Sumatera Utara, Sumatera Barat dan lain-lain. Bahkan kalau ke luar negeri dengan biaya yanh murah bisa berwisata ke Malaysia, Singapore hingga ke Thailand.

Ya, sudah sangat banyak dan sering orang melakukan perjalanan atau traveling. Sayangnya pengalaman perjalanan itu tidak dimanfaatkan dengan membuat traveling notes atau catatan perjalanan yang bisa dibagikan kepada publik, sebagai bagian dari berbagi cerita atau berbagi informasi, pengetahuan dan pengalaman.

Baca Juga
  • Perjalanan Tiga Mahasiswi Aceh Menembus Panggung Dunia Lewat Inovasi Kue Tradisional
  • Menulislah dan Anda Akan Bahagia

Perjalanan itu just for fun. Hanya untuk dilihat dan puas dengan apa yang dilihat atau dialami. Tidak memberikan manfaat tambahan atau nilai tambah alias added values dari kegiatan perjalanan itu. Ya, apa yang dilihat hanya sekadar cuci mata, sekadar merasa puas melihat yang indah-indah, unik, menarik, tanpa ada catatan yang bisa dibagi. 

Padahal, setiap kegiatan dan perjalanan itu bisa dimanfaatkan dan mendatangkan keuntungan ganda, atau multi purposes. Caranya adalah menulis atau membuat catatan perjalanan atau traveling notes. Traveling notes merupakan cara kita untuk berbagi cerita dan gambar tentang perjalanan tersebut, yang selain itu juga sebagai wadah bagi kita untuk menyimpan memori tentang perjalanan yang kita lakukan.

Tentu saja yang namanya catatan perjalan atau traveling notes itu tidaklah susah. Apakah di era ini, sangat banyak petunjuk menulis traveling notes yang sudah dibagikan oleh banyak penulis di Google. Mudah, bukan?

Ya, begitu mudah. Sangat gampang. Tidak perlu lagi  bimbingan orang tua maupun guru. Bisa dikerjakan sendiri, kapan saja dan dimana saja, dan dengan cara sesuai selera kita. Semua bisa menulisnya. Yang penting punya kemauan, willingness. Seperti kata pepatah lama, di mana ada kemauan, di situ ada jalan. Bahkan orang Inggris juga mengatakan begitu. Ya, there is a will, there is a way. Begitu, bukan?

Karena membuat traveling notes  di era ini tidak membutuhkan banyak alat. HP yang ada di tangan kita menjadi alat yang sangat memudahkan, mempercepat serta serba bisa dalam membuat catatan perjalanan. Apalagi setelah adanya Artificial Inteligence (AI), semua menjadi semakin dahsyat lagi, bukan?  Nah, kini semua tergantung pada kemauan (willingness) kita untuk menjadi lebih produktif.

Jadi, tidak perlu lagi digugat dengan segala alasan. Mengapa demikian, di zaman ini segalanya sudah menjadi sangat mudah, karena guru ada di mana-mana. Banyak sekali petunjuk atau manual menulis yang bisa kita dapatkan. Kuncinya, mau belajar, banyak membaca dan gemar mencari informasi di mesin pencari Google, bahkan AI.

Maka, bagi orang tua yang sudah tahu manfaat membuat catatan perjalanan, suka dan sering mengadakan wisata atau perjalanan bersama keluarga,  akan sangat baik dan produktif mengajak anak-anak untuk memulai menulis catatan perjalanan atau traveling notes. Ya, ketika mengadakan perjalanan yang dilakukan selama masa libur bersama anak, bisa menjadi media edukasi bagi anak untuk belajar membuat catatan perjalanan. Orang tua dan anak bisa mendapat manfaat ganda dari aktivitas wisata atau traveling itu.

Apa yang harus atau perlu dilakukan orangtua kepada anak-anak saat melakulan traveling adalah memotivasi anak-anak untuk memcatat atau memotret  apa saja yang mereka lihat, yang menarik, todak menarik atau bahkan yang mengecewakan sekali pun. Bisa dalam bentuk ponter saja dahulu, sebagai pengingat apa yang akan ditulis. Nah, ketika catatan perjalanan tersebut sudah diramu sedemikian rupa, baik lewat tulisan, maupun lewat media lain yang bisa dibagikan kepada publik.

Bila mereka telah menuliskan semua yang mereka lihat atau amati, menilainya apakah menarik, sangat menarik atau sebaliknya, dan diramu dengan cara mereka sendiri, lalu setelah itu dilakukan editing minor dan bisa minta bantuan orang lain dan bahkan AI untuk menghaluskan dan membuat tulisan itu menjadi lebih menarik untuk dibaca, hingga layak dikirimkan ke media cetak atau media online. Tentu akan lebih menarik bila disertakan dengan beberapa foto menarik, agar catatan perjalanan itu lebih menarik. Begitu mudah, bukan?

Ya, ini benar -benar mudah. Maka, bagi keluarga yang sedang berlibur atau berwisata bersama keluarga, ajak dan motivasilah anak-anak untuk membuat catatan perjalanan itu. Anak-anak pasti punya perspektif dan gaya yang berbeda dalam membuat catatan perjalanan atau traveling notes. Segeralah mengajak mereka. Pasti bisa.

Share234SendTweet146Share
Tabrani Yunis

Tabrani Yunis

Bio Narasi Tabrani Yunis, kelahiran Manggeng, Aceh Barat Daya, Aceh berlatarbelakang profesi seorang guru bahasa Inggris, mulai  aktif menulis di media sejak pada medio Juni 1989. Aktif mengisi ruang atau rubrik opini di sejumlah media lokal dan hingga nasional. Menulis artikel, opini, essay dan puisi pilihan hidup yang  kebutuhan hidup sehari-hari. Telah menulis, lebih 1000 tulisan berupa opini, esası dan puisi yang telah publikasikan di berbagai media.Menerbitkan 2 buku, yang merupakan kumpupan tulisan dalam buku Membumikan Literasi dan buku antologi puisi “ Kulukis Namamu di Awan” Aktif terlibat dalam  membangun gerakan literasi anak negeri sejak tahun 1990 terutama di kalangan perempuan dan anak. Bersama mendirikan LP2SM ( Lembaga Pengkajian dan Pengembangan Sumber daya Manusia) dan di tahun 1993 mendirikan Center for Community Development and Education (CCDE). Lalu, sebagai Direktur CCDE membidani terbitnya Majalah POTRET (2003) dan majalah Anak Cerdas (2013). Kini aktif mengelola Potretonline.com dan majalahanakcerdas.com, sambil mempraktikkan kemampuan entreneurship di POTRET Gallery, Banda Aceh

Next Post
Mengajak Anak Menulis Traveling Notes - 1000338521 | Cerita Perjalanan | Potret Online

Menyelami Rasa Banda Aceh dan Pesona Sabang

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • ToS
  • Penulis
  • Al-Qur’an
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com