• Latest
BSI, Monopoli yang Menyengsarakan, Layanan yang Memalukan! - 5ffcc4e0 23cf 41f6 9bd5 f8a8ca0d049d | Bidik | Potret Online

BSI, Monopoli yang Menyengsarakan, Layanan yang Memalukan!

Februari 10, 2025
IMG_0878

Perempuan di Titik Klimaks

April 21, 2026
BSI, Monopoli yang Menyengsarakan, Layanan yang Memalukan! - 1001361361_11zon | Bidik | Potret Online

Kisah Perempuan POTRET – Zaynab bint al-Kamal

April 21, 2026
d2a5b58f-c424-41eb-91dc-d0a057017eda

Menguak Kenangan Orkes Mekar Melati Manggeng dan Para Musisi Muda

April 21, 2026
de2293cc-7c03-4d26-8a68-a4db3f4d65b4

Sinergi Fiskal Syariah: Navigasi Zakat Perdagangan di Era Mata Uang Modern

April 21, 2026
4fb2b103-7d0d-484c-ba9b-02ec8de8ff7a

Perempuan Hebat, Perjuangan Tak Terlihat: Refleksi Hari Kartini dalam Cahaya Islam

April 21, 2026
819dc996-4ffe-43e0-a861-db43521da05d

Dr. Damanhur Yusuf Abbas: The Living Reference tentang Syariat Islam di Kota Lhokseumawe

April 21, 2026
74fe2ae1-328a-4b59-b339-daae1b4ea490

50 Santri Tumbang Keracunan MBG di Demak

April 20, 2026
BSI, Monopoli yang Menyengsarakan, Layanan yang Memalukan! - 754B442E 63B1 4486 A85F 1FC79850CE02 | Bidik | Potret Online

Memilih Pendidikan, Memilih Masa Depan

April 20, 2026
Selasa, April 21, 2026
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result

BSI, Monopoli yang Menyengsarakan, Layanan yang Memalukan!

Redaksi by Redaksi
Februari 10, 2025
in Bidik, Ekonomi Syariah
Reading Time: 4 mins read
0
BSI, Monopoli yang Menyengsarakan, Layanan yang Memalukan! - 5ffcc4e0 23cf 41f6 9bd5 f8a8ca0d049d | Bidik | Potret Online
585
SHARES
3.2k
VIEWS

Oleh: Riski Alfandi

Baca Juga
  • Kelucuan, Hiburan dan Mainan, Memancing Cuan
  • Membaca Jejak Gerakan Literasi di Aceh Barat Daya

Sejak awal diberlakukannya kebijakan Qanun Lembaga Keuangan Syariah (LKS) di Aceh, kita semua dipaksa untuk meninggalkan sistem perbankan konvensional dan hanya bisa menggunakan layanan perbankan syariah, dengan BSI sebagai pemegang monopoli. Argumen yang digunakan adalah bahwa sistem ini akan lebih sesuai dengan nilai-nilai Islam, lebih aman, dan lebih menguntungkan masyarakat. Namun, setelah bertahun-tahun berjalan, yang kita dapatkan justru sebaliknya: layanan buruk, sistem yang sering eror, dan manajemen yang tidak transparan.

Puncaknya terjadi sejak 9 Februari 2025, ketika aplikasi Byond BSI mengalami gangguan besar di Aceh. Ini bukan kali pertama, dan tampaknya bukan yang terakhir. Banyak nasabah mengeluhkan ketidakmampuan mereka mengakses rekening, melakukan transaksi, bahkan sekadar mengecek saldo. Jika ini adalah bank yang digadang-gadang sebagai kebanggaan umat, maka ini adalah kebanggaan yang penuh dengan kepalsuan.

Baca Juga
  • Ketika Kasus Kekerasan Semakin Merajalela, Apa Peran Mahasiswa?
  • CAK MAHFUD

Sejarah Kelam BSI yang Tidak Pernah Belajar dari Kesalahan

Kasus eror ini hanya menambah daftar panjang kegagalan BSI yang terus berulang. Kita masih ingat bagaimana pada 8 Mei 2023, layanan mobile banking dan ATM BSI lumpuh total selama hampir sepekan. Awalnya, BSI mengklaim bahwa gangguan tersebut disebabkan oleh pemeliharaan sistem, tetapi kemudian terungkap bahwa serangan siber adalah penyebab utamanya. Bukannya transparan dan segera bertindak, BSI justru menutup-nutupi masalah ini hingga kepercayaan nasabah semakin menurunhttps://money.kompas.com/

Baca Juga
  • Waspadai Bahaya Internet
  • Narkoba di Negeri Bersyariah

Tidak hanya itu, pada tahun yang sama, seorang nasabah kehilangan dana sebesar Rp378 juta akibat aksi phishing. Alih-alih bertanggung jawab, BSI justru menyalahkan korban tanpa melakukan introspeksi mendalam terhadap lemahnya sistem keamanan mereka. Bagaimana mungkin bank sebesar ini tidak memiliki perlindungan yang cukup bagi nasabahnya? www.liputan6.com

Pertanyaannya: mengapa setiap kali terjadi masalah, BSI hanya bisa meminta maaf tanpa ada perbaikan nyata? Apakah mereka menganggap nasabah bisa terus bersabar tanpa batas? Apakah mereka berpikir bahwa monopoli mereka di Aceh membuat mereka kebal kritik?

BSI, Bank dengan Kinerja Buruk yang Dipaksakan kepada Masyarakat

Jika kita membandingkan BSI dengan bank lain di Indonesia, perbedaannya sangat mencolok. Bank Central Asia (BCA) secara konsisten diakui sebagai bank dengan pelayanan terbaik di Indonesia, dengan aplikasi perbankan digital seperti BCA Mobile dan KlikBCA yang jarang mengalami gangguan (jadipcpm.id). 

Sementara itu, Bank Mandiri berhasil meraih penghargaan sebagai Best Bank in Indonesia versi Euromoney Award for Excellence 2024, menunjukkan komitmen mereka dalam memberikan layanan finansial yang inovatif dan menyeluruh. http://kilasperbankan.kompas.com/

Lalu, di mana posisi BSI? Tidak ada dalam daftar bank terbaik, tidak juga diakui secara internasional, tetapi justru dipaksakan beroperasi di Aceh dengan dalih syariah. Inilah bentuk monopoli yang menyengsarakan rakyat.

Monopoli BSI: Kesalahan Fatal yang Harus Segera Dikoreksi

Masyarakat Aceh harus sadar bahwa monopoli ini bukan bagian dari ekonomi Islam yang sehat. Dalam sistem ekonomi Islam, kejujuran, profesionalisme, dan transparansi adalah prinsip utama. Namun, apa yang terjadi di Aceh justru bertentangan dengan itu semua. BSI menikmati monopoli, tetapi tidak pernah menunjukkan kualitas layanan yang setara dengan posisinya sebagai satu-satunya bank di Aceh.

Seperti yang dikatakan oleh Warren Buffett:

“It takes 20 years to build a reputation and five minutes to ruin it.”

BSI sudah berkali-kali merusak reputasinya, tetapi tetap merasa aman karena tidak ada kompetitor yang bisa menyaingi mereka. Jika tidak ada perbankan lain yang bisa bersaing, di mana letak keadilan bagi nasabah?

BSI Harus Dievaluasi atau Dihapuskan dari Aceh

Kegagalan demi kegagalan ini menunjukkan bahwa sudah waktunya kita menuntut evaluasi menyeluruh terhadap BSI. Pemerintah Aceh harus berani mengambil sikap tegas:

Pertama, Mengembalikan bank konvensional ke Aceh sebagai opsi bagi masyarakat. Jika BSI memang unggul, biarkan masyarakat memilih sendiri. Tidak perlu ada paksaan. Kedua, Menuntut audit independen terhadap sistem BSI, khususnya terkait keamanan data dan transparansi keuangan mereka. Jika mereka gagal menjaga stabilitas layanan, mereka harus diberi sanksi. Ke tiga, menghentikan monopoli BSI di Aceh dan memberikan kesempatan bagi bank syariah lain untuk beroperasi, agar ada persaingan yang memacu perbaikan layanan.

Kita tidak bisa terus-menerus membiarkan masyarakat Aceh menjadi korban dari sistem yang tidak bekerja. Jika BSI tidak mampu memberikan layanan perbankan yang baik, maka sudah saatnya kita mempertanyakan: apakah mereka pantas mendapatkan kepercayaan kita?

Saya, Riski Alfandi, sebagai seorang anak muda Aceh yang peduli terhadap masa depan daerah ini, merasa perlu menyuarakan ketidakadilan ini. BSI telah menunjukkan ketidakmampuannya berkali-kali, dan kita harus bersikap tegas. Kepercayaan dan keamanan finansial adalah hak setiap nasabah, dan tidak seharusnya dikompromikan oleh ketidakmampuan institusi perbankan tertentu.

*Ketua HMI Komisariat Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala, Banda Aceh

Tags: #analisisPerbankan
Share234SendTweet146Share
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Next Post
BSI, Monopoli yang Menyengsarakan, Layanan yang Memalukan! - 825ff438 6c3b 4ac2 8426 38dbe68e3e15 | Bidik | Potret Online

Manfaat Jalan Pagi

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • ToS
  • Penulis
  • Al-Qur’an
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com