POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

INNALILLAH MENJADI ALHAMDULILAH

RedaksiOleh Redaksi
November 12, 2024
Tags: #cerita inspiratif
INNALILLAH MENJADI ALHAMDULILAH
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Khairuddin Budiman

Berkisahlah Ahmad yang sudah berumur menyukai Rabumah yang masih sangat muda. Selisih usia mereka lebih dari 20 tahun. Ahmad yang jomblo tua bukanlah pria yang ganteng, tidak juga punya kehidupan yang mapan di usianya. Dia hanya punya kebun dan hidup dari hasil kebun.

Ahmad yang hidup sendiri itu cukup terkenal sebagai pria yang jujur dan baik hati di kampungnya. Rajin membantu tetangga, pengurus masjid karena rajin membantu juga urusan masjid. Meski tidak ganteng kehidupan sosialnya cukup membuatnya terpandang di kalangan masyarakat.

Rabumah yang sangat cantik, bukan hanya jadi incaran setiap pria. Ahmad pun jatuh hati mendalam dan ingin menikahi Rabumah. Dia berkonsultasi dengan Ustadz Udin sesama pengurus Masjid. “Apa mungkin saya yang relatif berumur ini, wajah tidak tampan, kaya pun tidak, jabatan tidak ada, bisa memiliki Rabumah?!. Tapi saya menyukainya dengan tulus”

“Jika Allah menghendaki, apa yang tidak mungkin. Do’akan dalam tahajudmu. Manjalah dengan Tuhan. Tetaplah menjadi baik. Sering-sering berada sekeliling rumah Rabumah agar dia terpikat. Jika diminta tolong, kau harus quick response” Nasehat Ustadz Udin, meski hati kecilnya mungkin merasa mustahil.

Setahun Ahmad menjalani ritual tersebut. Lalu atas saran Ustadz kini dia memantapkan hatinya untuk melamar Rabumah. Segala risiko penolakan, baik yang halus maupun yang ekstrim, Ahmad sudah siap.

Di ruang tamu, Zakiah, ibunya Rabumah menyambutnya. Ahmad mengutarakan maksud hatinya. Namun di luar dugaan, jawaban Zakiah yang janda membuatnya terhenyak. “Ahmad, satu tahun ini aku bersimpuh tahajud, memintamu pada Allah, kelak kau menjadi suamiku menggantikan Ayah Rabumah. Aku tadi mengira doaku sudah dikabulkan. Kau datang melamarku”

Ahmad yang tidak menyangka, tetap berlaku sopan. Dia pamit sambil meminta waktu untuk berpikir kembali tawaran Zakiah. Dia menjumpai Ustadz Udin. Sambil tertawa terkekeh, Ustadz menyarankan Ahmad shalat istikharah selama dua minggu.

📚 Artikel Terkait

Kacabdin Bireun Bersama Kajari Seleksi Duta Pelajar Sadar Hukum, Ini Juaranya

Kartel Narkoba, Kekuasaan Politik, dan Ancaman Terhadap Kedaulatan Negara

Di Antara Bunyi Palu dan Mesin Tua

BENGKEL OPINI RAKyat

Dua minggu kemudian, dia kembali dan memantapkan hatinya pada Zakiah. Dia melihat dirinya secara objektif. Tak pantas menjadi kekasih atau suami Rabumah. Allah mungkin memberi jalan baginya menjadi suami Zakiah dan tetap bisa memberi kasih sayang bagi Rabumah sebagai ayah sambung. Ahmad dan Zakiah pun bertunangan.

Sayangnya satu minggu jelang nikah dan pesta, Zakiah kecelakaan motor, ditabrak mobil dan meninggal dunia. Ahmad tidak dapat menutupi kesedihannya. Namun hidup harus berjalan. Pada rapat keluarga setelah wafatnya Zakiah, Ahmad memberanikan diri mengatakan bahwa segala sesuatu sudah dipesan, tamu sudah akan datang, sound dan catering sudah dibayar semua. Apakah mungkin dia bisa menikahi Rabumah, sehingga acara tidak perlu dibatalkan. Tak disangka atas dasar cinta pada ibunya, Rabumah menerima pinangan Ahmad.

Bagi Ahmad Innalillah berganti menjadi Alhamdulillah. Bukankah Allah mengaturnya dengan rapi tak terduga.

Hidup itu harus optimis. Allah bisa saja memberi jalan lain bagi hambanya yang berprasangka baik. Perasaan optimis itu membuka peluang bahagia.

Lihatlah orang-orang yang hari ini membangun narasi negara tidak baik-baik saja. Segala yang dilakukan oleh Pemerintah salah semuanya. Keburukan lebih nyata bagi mereka daripada kebaikan. Bangun tidur langsung dengan kebencian pada orang lain sarapannya.

Belajarlah dari Ahmad memandang sesuatu dari hinanya diri agar bisa menerima segala keadaan. Allah berikan jalan terbaik bagi hamba yang optimis. Memandang segala sesuatu dengan kebaikan. Maka semesta menghadirkan kebaikan buatmu, curahan bahagia memelukmu.

Buat apa berburuk sangka sementara kebenaran perilaku manusia hanyalah sebatas persepsi. Kenapa tidak memandang dengan persepsi yang optimis bahwa kita dan dunia ini bisa baik-baik saja. Ada peluang memperbaiki, ada kekuatan untuk melakukan kebaikan daripada menggerutu saat mengalami keburukan.

Wallahu’alam
Matangkuli, 121124

Pak Khai

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Tags: #cerita inspiratif
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya

Puisi Alami

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00