• Latest
INNALILLAH MENJADI ALHAMDULILAH

INNALILLAH MENJADI ALHAMDULILAH

November 12, 2024
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
IMG_0541

Rina

Maret 29, 2026
76c605df-1b07-40f1-ab7e-189b529b4818

Filosofi Ketupat

Maret 29, 2026
96c3f2f0-9b1a-4f4e-8d0d-096b123c0888

Ramadhan di Negeri Seberang,  Membangun Komunikasi Lintas Negara

Maret 29, 2026
ae400032-4021-4ade-8568-70d981b74d63

Ancu Dani, Juru Kunci TPS

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

INNALILLAH MENJADI ALHAMDULILAH

Redaksi by Redaksi
November 12, 2024
in akhlak, Cerita, Edukasi, Literasi, Pendidikan
Reading Time: 2 mins read
0
INNALILLAH MENJADI ALHAMDULILAH
586
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Khairuddin Budiman

Berkisahlah Ahmad yang sudah berumur menyukai Rabumah yang masih sangat muda. Selisih usia mereka lebih dari 20 tahun. Ahmad yang jomblo tua bukanlah pria yang ganteng, tidak juga punya kehidupan yang mapan di usianya. Dia hanya punya kebun dan hidup dari hasil kebun.

Ahmad yang hidup sendiri itu cukup terkenal sebagai pria yang jujur dan baik hati di kampungnya. Rajin membantu tetangga, pengurus masjid karena rajin membantu juga urusan masjid. Meski tidak ganteng kehidupan sosialnya cukup membuatnya terpandang di kalangan masyarakat.

Rabumah yang sangat cantik, bukan hanya jadi incaran setiap pria. Ahmad pun jatuh hati mendalam dan ingin menikahi Rabumah. Dia berkonsultasi dengan Ustadz Udin sesama pengurus Masjid. “Apa mungkin saya yang relatif berumur ini, wajah tidak tampan, kaya pun tidak, jabatan tidak ada, bisa memiliki Rabumah?!. Tapi saya menyukainya dengan tulus”

“Jika Allah menghendaki, apa yang tidak mungkin. Do’akan dalam tahajudmu. Manjalah dengan Tuhan. Tetaplah menjadi baik. Sering-sering berada sekeliling rumah Rabumah agar dia terpikat. Jika diminta tolong, kau harus quick response” Nasehat Ustadz Udin, meski hati kecilnya mungkin merasa mustahil.

Setahun Ahmad menjalani ritual tersebut. Lalu atas saran Ustadz kini dia memantapkan hatinya untuk melamar Rabumah. Segala risiko penolakan, baik yang halus maupun yang ekstrim, Ahmad sudah siap.

Di ruang tamu, Zakiah, ibunya Rabumah menyambutnya. Ahmad mengutarakan maksud hatinya. Namun di luar dugaan, jawaban Zakiah yang janda membuatnya terhenyak. “Ahmad, satu tahun ini aku bersimpuh tahajud, memintamu pada Allah, kelak kau menjadi suamiku menggantikan Ayah Rabumah. Aku tadi mengira doaku sudah dikabulkan. Kau datang melamarku”

Ahmad yang tidak menyangka, tetap berlaku sopan. Dia pamit sambil meminta waktu untuk berpikir kembali tawaran Zakiah. Dia menjumpai Ustadz Udin. Sambil tertawa terkekeh, Ustadz menyarankan Ahmad shalat istikharah selama dua minggu.

Dua minggu kemudian, dia kembali dan memantapkan hatinya pada Zakiah. Dia melihat dirinya secara objektif. Tak pantas menjadi kekasih atau suami Rabumah. Allah mungkin memberi jalan baginya menjadi suami Zakiah dan tetap bisa memberi kasih sayang bagi Rabumah sebagai ayah sambung. Ahmad dan Zakiah pun bertunangan.

Sayangnya satu minggu jelang nikah dan pesta, Zakiah kecelakaan motor, ditabrak mobil dan meninggal dunia. Ahmad tidak dapat menutupi kesedihannya. Namun hidup harus berjalan. Pada rapat keluarga setelah wafatnya Zakiah, Ahmad memberanikan diri mengatakan bahwa segala sesuatu sudah dipesan, tamu sudah akan datang, sound dan catering sudah dibayar semua. Apakah mungkin dia bisa menikahi Rabumah, sehingga acara tidak perlu dibatalkan. Tak disangka atas dasar cinta pada ibunya, Rabumah menerima pinangan Ahmad.

Bagi Ahmad Innalillah berganti menjadi Alhamdulillah. Bukankah Allah mengaturnya dengan rapi tak terduga.

Baca Juga

Kenangan yang terlupakan di cermin

Kehilangan Cinta Secara Karena Egois

Maret 27, 2026
Budaya Kekerasan dalam Masyarakat Modern.

Budaya Kekerasan dalam Masyarakat Modern.

Maret 20, 2026

Kisah Perempuan POTRET – Zaynab bint al-Kamal

Maret 17, 2026

Hidup itu harus optimis. Allah bisa saja memberi jalan lain bagi hambanya yang berprasangka baik. Perasaan optimis itu membuka peluang bahagia.

Lihatlah orang-orang yang hari ini membangun narasi negara tidak baik-baik saja. Segala yang dilakukan oleh Pemerintah salah semuanya. Keburukan lebih nyata bagi mereka daripada kebaikan. Bangun tidur langsung dengan kebencian pada orang lain sarapannya.

Belajarlah dari Ahmad memandang sesuatu dari hinanya diri agar bisa menerima segala keadaan. Allah berikan jalan terbaik bagi hamba yang optimis. Memandang segala sesuatu dengan kebaikan. Maka semesta menghadirkan kebaikan buatmu, curahan bahagia memelukmu.

Buat apa berburuk sangka sementara kebenaran perilaku manusia hanyalah sebatas persepsi. Kenapa tidak memandang dengan persepsi yang optimis bahwa kita dan dunia ini bisa baik-baik saja. Ada peluang memperbaiki, ada kekuatan untuk melakukan kebaikan daripada menggerutu saat mengalami keburukan.

Wallahu’alam
Matangkuli, 121124

Pak Khai

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 329x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 289x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 245x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 234x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 188x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Tags: #cerita inspiratif
SummarizeShare234Tweet147
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Baca Juga

Kenangan yang terlupakan di cermin
Cerpen

Kehilangan Cinta Secara Karena Egois

Maret 27, 2026
Sedekah Yang Berlimpah  Berkah
Artikel

Sedekah Yang Berlimpah Berkah

November 22, 2024
Next Post

Puisi Alami

HABA Mangat

Tema Lomba Menulis Bulan Oktober 2025

Oktober 7, 2025
Kabar Redaksi

Kabar Redaksi

Februari 2, 2025

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    886 shares
    Share 354 Tweet 222
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    872 shares
    Share 349 Tweet 218
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    671 shares
    Share 268 Tweet 168
POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com