Pencandu
bukan sebuah cerita
duka itu derita
luka terkesan di hati
kuukir di lembaran lalu
jadikan sebuah puisi
kuselumbung dalam diri
biar sembunyinya dicari
pendelekmasi mengukir bait ke bait
bagai secawan kopi dihidang penonton menghirup bagai pencandu
Kualbum suara gayanya
untuk tuntunan jadi kenangan
Kuakan tulis puisi- puisi
dalam diri
kubaca pada mentari
bila pagi embun kering
pilu rasa pintu ditutup
hanya salam disambut
Abdul Aziz Ali
Ipoh Perak, Malaysia
20.8.2024
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 369x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 332x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 323x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 280x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 216x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis.
Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.














