POTRET Online POTRET
  • Home
  • Artikel
  • Potret Budaya ⌄
    • Puisi
    • Cerpen
    • Esai
  • Pendidikan
  • Video
  • Esai
  • Opini
  • Aceh
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Cerpen
  • Perempuan
  • Podcast
  • ✍ Kirim Tulisan
Home Abdya

Guru Penggerak Abdya Berhasil Menulis Buku.

Khairuddin Budiman by Khairuddin Budiman
April 10, 2026
in Abdya, Buku, Guru, Guru Menulis, guru penggerak, Pendidikan
0

 

JANTHO – Potretonline.com- Hasanul Amri SPd (28), guru penggerak yang bertugas di SMP Negeri 2 Kecamatan Tangan-Tangan, Kabupaten Aceh Barat Daya berhasil menuliskan buku berjudul “Awal Mula Masuknya Agama Islam ke Pulau Simeulue.”

Buku setebal 350 halaman itu diserahkannya kepada Kepala Balai Guru Penggerak (BGP) Provinsi Aceh, Teti Wahyuni SSi , MPd yang berada di Lubok Sukon Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, Kamis (11/7/2024).

Baca Juga
  • Guru Penggerak Abdya Berhasil Menulis Buku. - 2025 08 15 11 28 31 | Abdya | Potret Online
    Anak
    Mendidik Anak di Tengah Rusaknya Sistem
    30 Agu 2025
  • Guru Penggerak Abdya Berhasil Menulis Buku. - 4f9386d4 ad90 4810 ac62 872da6a7be9c | Abdya | Potret Online
    Aceh
    Izinkan Saya Berbagi: Kebahagiaan Yang Diraih Bertubi-tubi
    11 Des 2024

Hasanul Amri yang juga Ketua Bidang Informasi, Publikasi dan Dokumetasi Ikatan Guru Indonesia (IGI) Daerah Abdya dulunya menjadi guru honor di sekolah terpencil, yaitu SMA Negeri 1 Simeulue Cut dan SMA Negeri 2 Simeulue Tengah.

Kata Amri, buku “Awal Mula Masuknya Agama Islam ke Pulau Simeulue” ditulis sejak Januari 2023 dengan mengambil data dari berbagai narasumber seperti para tokoh ulama, tokoh adat dan tetua di Kabupaten Simeulue.

Baca Juga
  • Guru Penggerak Abdya Berhasil Menulis Buku. - 3D57C088 8E9F 439A 9FA5 660F8318CF88 scaled | Abdya | Potret Online
    Artikel
    PERJALANAN PENDIDIKAN SEBAGAI PRINSIP PERAN PENDIDIK DI INDONESIA
    12 Jan 2023
  • de887664-5703-4ea3-b536-ece938504d8e
    Artikel
    Mengurai Benang Kusut Pendidikan Kita
    02 Mei 2026

Lalu, buku ini terlebih dahulu didiskusikan dengan para tokoh ulama, tokoh adat dan tetua tersebut, barulah kemudian dibukukan dan dicetak.

“Saya bersyukur Pemerintah Kabupaten Simeulue memberikan dukungan, bahkan biaya cetak pertama ini diberikan bantuan oleh Pemkab setempat,” ujar Amri.

Baca Juga
  • 01
    Aceh
    Membangun Aceh Carong Yang Beradab dan Bermartabat, Sekadar Impian?
    10 Des 2018
  • 02
    Aceh Barat Daya
    SDIT Muhammadiyah Manggeng Selenggarakan Seminar Parenting
    29 Okt 2022

Pria lajang kelahiran Gampong Borengan, Simeulu Cut ini merasa bersyukur karena sudah menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Pemkab Abdya pada tahun 2020 lalu, bahkan lulus juga sebagai guru penggerak.

Amri menceritakan, awalnya ia kesulitan untuk menulis buku walau pun sudah setahun ditulisnya, namun pada 25-28 Maret 2023, BGP Provinsi Aceh melaksanakan pelatihan menulis.

“Peningkatan kemampuan guru SD, SMP, SMA/SMK dalam menulis karya tulis ilmiah untuk pengembangan diri adalah kegiatan yang saya ikuti di utus oleh Disdikbud Abdya,” sebut Amri.

Dikatakannya, berkat bimbingan narasumber seperti Yarmen Dinamika, Khairuddin, Faisal, Jon Darmawan dan Baihaki, akhirnya memantapkan diri untuk menyelesaikan buku ini.

“Semoga buku ini bisa menjadi bahan bacaan di sekolah atau madrasah yang menggali sejarah tentang Simeulue. Terima kasih kepada pihak-pihak yang mendukung hingga terbitnya yang saya tulis ini,” ucap Amri.

Kepala BGP Provinsi Aceh, Teti Wahyuni saat menerima buku yang diserahkan langsung dari penulisnya menyampaikan, ini luar biasa karena guru penggerak sebagai putra daerah walau pun bertugas di daerah lain, namun tetap mengangkat sejarah masuknya Islam ke Simeulue.

“Masing-masing daerah dan Aceh umumnya memiliki karakteristik tersendiri, dengan kehadiran guru-guru penggerak ini bisa memunculkan cerita khas dari daerah masing-masing dengan goresan tulisan berbentuk opini dan buku,” ungkap Teti.

Diharapkannya, buku yang mencerahkan ini bisa diperbanyak lagi oleh Pemkab, Disdikbud dan Cabdisdik Simeulue sebagai bahan bacaan di sekolah.

“Teruslah guru-guru penggerak di Aceh untuk berkarya menulis buku sehingga menjadi nilai poin tersendiri agar menjadi catatan sejarah,” pesan Teti.(*)

Previous Post

Lidia Utami dari Agam Berhasil Meraih Tiket ke Turkey, Sumbar Talenta 16

Next Post

Wako Payakumbuh, Suprayitno: Penting Menelusuri Jejak Yu Dafu

Next Post

Wako Payakumbuh, Suprayitno: Penting Menelusuri Jejak Yu Dafu

POTRET Online POTRETOnline
Kontributor Tentang Kami Redaksi 1000 Sepeda

© 2026 POTRET Online. Seluruh hak cipta dilindungi.

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah