• Latest

Guru Penggerak Abdya Berhasil Menulis Buku.

Juli 11, 2024
IMG_0914

Demokrasi Sebagai Dunia: Pergulatan Makna dalam Ruang Digital

April 23, 2026
27f168e7-1260-4771-8478-62c43392780e

Pulo Aceh, William Toren dan Pendidikan Kami

April 23, 2026
IMG_0904

Cahaya di Balik Luka

April 23, 2026
35b66c8c-a220-4f11-8e9a-6fccf401ca7b

Arsitektur Linguistik: Menelusuri Ontologi Kata dan Logika Taqsim dalam Ilmu Nahwu.

April 23, 2026
Guru Penggerak Abdya Berhasil Menulis Buku. - 38a1ed71 84b6 44ab 9f7a a62e2a66e5e2 | Abdya | Potret Online

Perserikatan Bangsa-Bangsa Tanpa Kompas Arah di Tengah Gejolak Dunia Global

April 22, 2026
d1791700-9d77-4212-83e6-eb00db9a7ade

Dari Lumbung ke Etalase: Pergeseran Nalar Hidup Masyarakat Desa

April 22, 2026
2ba083ca-6b42-4301-9181-39025ceadd55

Hikayat Negeri Para Kuli dan Berhala Hijau

April 22, 2026
9155c5eb-ca3b-4638-879b-31953e632691

Antara Retorika dan Realitas: Pendidikan Kepemimpinan Perempuan Indonesia

April 22, 2026
Kamis, April 23, 2026
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result

Guru Penggerak Abdya Berhasil Menulis Buku.

Khairuddin Budiman by Khairuddin Budiman
Juli 11, 2024
in Abdya, Buku, Guru, Guru Menulis, guru penggerak, Pendidikan
Reading Time: 2 mins read
0
585
SHARES
3.2k
VIEWS

 

JANTHO – Potretonline.com- Hasanul Amri SPd (28), guru penggerak yang bertugas di SMP Negeri 2 Kecamatan Tangan-Tangan, Kabupaten Aceh Barat Daya berhasil menuliskan buku berjudul “Awal Mula Masuknya Agama Islam ke Pulau Simeulue.”

Buku setebal 350 halaman itu diserahkannya kepada Kepala Balai Guru Penggerak (BGP) Provinsi Aceh, Teti Wahyuni SSi , MPd yang berada di Lubok Sukon Kecamatan Ingin Jaya, Aceh Besar, Kamis (11/7/2024).

Baca Juga
  • BULLY BUKAN PILIHAN TERBAIK
  • Menyoal Gonta Ganti Kurikulum Pendidikan di Indonesia

Hasanul Amri yang juga Ketua Bidang Informasi, Publikasi dan Dokumetasi Ikatan Guru Indonesia (IGI) Daerah Abdya dulunya menjadi guru honor di sekolah terpencil, yaitu SMA Negeri 1 Simeulue Cut dan SMA Negeri 2 Simeulue Tengah.

Kata Amri, buku “Awal Mula Masuknya Agama Islam ke Pulau Simeulue” ditulis sejak Januari 2023 dengan mengambil data dari berbagai narasumber seperti para tokoh ulama, tokoh adat dan tetua di Kabupaten Simeulue.

Baca Juga
  • Indahnya Menulis Bagi Seorang Guru
  • PGRI Pulau Banyak Barat Gelar Baksos di Sekolah Terpencil

Lalu, buku ini terlebih dahulu didiskusikan dengan para tokoh ulama, tokoh adat dan tetua tersebut, barulah kemudian dibukukan dan dicetak.

“Saya bersyukur Pemerintah Kabupaten Simeulue memberikan dukungan, bahkan biaya cetak pertama ini diberikan bantuan oleh Pemkab setempat,” ujar Amri.

Baca Juga
  • Ketua IGPKhI Aceh Sambut Baik Pertukaran Guru PKLK ke Amerika Serikat
  • TRANSFORMASI PENGAWASAN

Pria lajang kelahiran Gampong Borengan, Simeulu Cut ini merasa bersyukur karena sudah menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Pemkab Abdya pada tahun 2020 lalu, bahkan lulus juga sebagai guru penggerak.

Amri menceritakan, awalnya ia kesulitan untuk menulis buku walau pun sudah setahun ditulisnya, namun pada 25-28 Maret 2023, BGP Provinsi Aceh melaksanakan pelatihan menulis.

“Peningkatan kemampuan guru SD, SMP, SMA/SMK dalam menulis karya tulis ilmiah untuk pengembangan diri adalah kegiatan yang saya ikuti di utus oleh Disdikbud Abdya,” sebut Amri.

Dikatakannya, berkat bimbingan narasumber seperti Yarmen Dinamika, Khairuddin, Faisal, Jon Darmawan dan Baihaki, akhirnya memantapkan diri untuk menyelesaikan buku ini.

“Semoga buku ini bisa menjadi bahan bacaan di sekolah atau madrasah yang menggali sejarah tentang Simeulue. Terima kasih kepada pihak-pihak yang mendukung hingga terbitnya yang saya tulis ini,” ucap Amri.

Kepala BGP Provinsi Aceh, Teti Wahyuni saat menerima buku yang diserahkan langsung dari penulisnya menyampaikan, ini luar biasa karena guru penggerak sebagai putra daerah walau pun bertugas di daerah lain, namun tetap mengangkat sejarah masuknya Islam ke Simeulue.

“Masing-masing daerah dan Aceh umumnya memiliki karakteristik tersendiri, dengan kehadiran guru-guru penggerak ini bisa memunculkan cerita khas dari daerah masing-masing dengan goresan tulisan berbentuk opini dan buku,” ungkap Teti.

Diharapkannya, buku yang mencerahkan ini bisa diperbanyak lagi oleh Pemkab, Disdikbud dan Cabdisdik Simeulue sebagai bahan bacaan di sekolah.

“Teruslah guru-guru penggerak di Aceh untuk berkarya menulis buku sehingga menjadi nilai poin tersendiri agar menjadi catatan sejarah,” pesan Teti.(*)

Share234SendTweet146Share
Khairuddin Budiman

Khairuddin Budiman

Next Post

Wako Payakumbuh, Suprayitno: Penting Menelusuri Jejak Yu Dafu

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • ToS
  • Penulis
  • Al-Qur’an
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com