• Latest
Senerai Puisi Mohd.Ghufon   Cholid

Tabrani Yunis dan Puisi yang Menghidupkan Ghirah Ibadah

Maret 25, 2024
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Tabrani Yunis dan Puisi yang Menghidupkan Ghirah Ibadah

Redaksiby Redaksi
Maret 25, 2024
Reading Time: 2 mins read
Senerai Puisi Mohd.Ghufon   Cholid
586
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

 

Oleh Moh. Ghufron Cholid

Berdomisili di Pondok Pesantren Al-Ittihad Junglorong Komis Kedungdung Sampang Madura

 

Baca Juga

76c605df-1b07-40f1-ab7e-189b529b4818

Filosofi Ketupat

Maret 29, 2026
a0874485-5883-4836-9faa-17bcddc8a681

Kepiting Dalam Baskom

Maret 29, 2026
5de97004-0731-46d3-b7a2-38575dadc077

Serangkai Puisi Putri Nanda Roswati

Maret 28, 2026

Malam ini, saya bertemu dengan puisi Tabrani Yunis yang diberi nama Tadarus, sebuah puisi yang kental dengan suasana Ramadhan.
Tampaknya Tabrani lebih memilih untuk berpandangan terbuka. Tidak mau menyulitkan pembaca dalam memahami puisinya. Bagi Tabrani keindahan sejati adalah ketika puisi mudah dimengerti dan pesan sampai ke hati.

Saya posting secara utuh puisinya, agar setiap kita yang membaca puisi ini, bisa merasakan kehadiran bulan Ramadhan secara terang benderang dan bisa secara bebas berdiri dan menentukan sudut pandang atas puisi yang ditulis Tabrani.

Tadarus
Oleh Tabrani Yunis

Di masjid-masjid,malam ini
Sepi tlah darı tadı menepi
Orang-orang mengaji
Mengisi relung hati
Di bulan Ramadan ini, kembali
Sambut-menyambut lantunan ayat suci
Bergema menggelegar titik arsyi
Berlomba-lomba mengejar janji
Di ujung malam, lailatul qadri
Menjintai-juntai anugerah ilahi
Menjelang sepertiga malam suci ini
gelisah meruah, tumpah menepi
Menyelimuti relung hati
Berharap cinta, meraih nurani suci
Menyejuk hati, membasuh jiwa, kala sunyi
Suara-suara alunan lantunan ayat suci
Mengusir hiruk pikuk sepinya malam, dilalui
Semakin larut kalam Tuhan dalam sanubari
Leburkan rindu pada waktu yang belum pasti
Ramadan mengisyarakan tanda kembali
Entah kita bisa bertemu lagi
Hanya Tuhan yang tahu pasti
Tadarus pun segera terhenti
Kala Ramadan menjelang pergi

Latar suasana dihadirkan sehingga kita dapat merasakan kehadiran bulan Ramadhan lengkap dengan kebiasaan yang ada. Bisa dibilang puisi ini adalah puisi yang memuat informasi atau puisi informatif.

Memang tak bisa dipungkiri semua dari kita bisa menyepakati apa yang disampaikan Tabrani dalam puisinya sebab ianya menyampaikan sesuatu yang sudah lazim. Namun puisi ini dihadirkan bukan untuk kita menyepakati isinya melainkan lebih dari itu. Tabrani memiliki misi penting yakni menjadikan puisi sebagai media alternatif dalam menghidupkan ghirah ibadah. Setidaknya dengan membaca puisi ini, kita bisa mengenang hal-hal terindah yang ada dalam Ramadhan ketika kita sudah berada di bulan lain. Setidaknya puisi ini hendak mengungkapkan bahwa Ramadhan merupakan bulan sangat artistik untuk terus berada di jalur ibadah.

Selamat membaca dan selamat berselancar di dunia ide dari Tabrani Yunis tentang Ramadhan. Terlepas apa yang dimuat merupakan hal rutinitas yang bukan rahasia pribadi melainkan milik umum, setidaknya upaya baik ini perlu kita apresiasi.

Kedai Duta, 25 Maret 2024

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 366x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 329x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 276x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 273x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 204x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post

Rindu Gampong di Bulan Ramadan

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com