POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Memetik dan Berbagi Pengalaman Wisata Literasi Nasional 2024 Kepada Siswa dan Guru

RedaksiOleh Redaksi
February 27, 2024
Memetik  dan Berbagi  Pengalaman Wisata Literasi Nasional 2024 Kepada Siswa dan Guru
🔊

Dengarkan Artikel

 

Oleh : Zurrahmah S.Pd

GURU SDN 3 Bandar Baru, Pidie Jaya

​Pada tanggal 24 februari 2024 merupakan hari yang sangat dinanti-nanti oleh para guru pegiat literasi Aceh yang tergabung dalam Wisata Literasi Nasional. Ya,  pada hari tersbut merupakan hari untuk meningkatkan potensi diri dalam bidang literasi bagi para guru, seperti halnya saya yang tinggal di Kabupaten Pidie  Jaya.  Saya sangat bauagia  bisa  mendapat kesempatan mengikuti acara atau  event Wisata Literasi Nasional 2024  yang. diadakan di Banda Aceh  pada tanggal 24 Februari 2024 lalu.  Dengan semangat untuk bisa belajar lebih banyak, saya bergerak menuju kota Banda Aceh. Saya harus menempuh jarak sekitar 3 jam.  Ya, saya harus , berangakat subuh- subuh. Hal ini bukan jadi hambatan untuk saya dan kawan-kawan untuk bisa hadir di event WLN tersebut.

​Alhamdulilah, saya dan teman-teman bisa tiba di Banda Aceh sebelum acara berlangsung. Maka, ketika tiba  di event  WLN yang merupakan satu hal yang tidak pernah saya lupakan, hati terasa begitu gembira. Bayangkan sajalah, saya bisa mendapatkan ilmu baru dari narasumber-narasumber yang sangat berpengalaman dalam bidang literasi.

📚 Artikel Terkait

Merdeka Belajar – Ulasan Artikel

Dunia Dongeng

Danantara Diresmikan, Indonesia Cerah?

Pancasila itu Ada, Tapi Mati di Tangan Penguasa

Kami bisa bertemu dan belajar dari  coach nasional seperti Anwar. Coach Anwar berbagi cerita tentang kisah perjalan hidup yang menginspirasi perserta wisata lietasi tersebut. Beliau juga memaparkan cara praktik menulis dan lainya. Satu kalimat yang paling melekat di pikiran saya adalah “guru merupakan literasi itu sendiri”. Guru merupakan literasi bagi muridnya. Karena literasi adalah kempuan seseorang dalam membaca, menulis atau bisa juga diartikan kemapuan dalam bidang  tertentu.

​Salah satu coach yang paling menarik juga ada Fakru Arrazi. Ya, pada event itu beliau membahas tentang “maindset”.  Yang paling membekas sampai sekarang adalah ketika beliau bercerita tentang 3 orang sedang menyusun batu-bata, lalu datang satu orang lain bertanya kepada 3 orang yang sedang menyusun batu-bata tersebut. Orang tersebut bertanya kepada penyusun batu-bata tersebut, Sedang apa kamu ? Lalu orang pertama menjawab saya sedang menyusun batu-bata, lalu orang tersebut bertanya kepada orang kedua, sedang apa kamau ? Orang kedua menjawab saya sedang membuat bangunan. Lalu orang tersebut bertanya pada orang  ketiga, sedang apa kamu ? orang ketiga  pun menjawab, saya sedang membangun rumah yang indah, rumah impian untuk kelurga kami. Dari kisah ini kita bisa mengambil kesimpulan apabila kita seorang guru ditanya orang lain, sedang apa di sekolah?  lalu guru tersebut menjawab sedang mengajar, maka beliau masih di tahapan orang pertama yang mengikat batu bata.  Kemudian, apabila ada guru menjawab saya sadang memberikan pelajaran kepada siswa supaya mereka paham pembelajaran saya, maka guru tersebut ada di posisi orang kedua yang menyusun batu-bata. Dan apabila ada guru menjawab saya sedang mencetak generasi emas ke depanya, mencetak generasi yang gemilang bermanfaat bagi diri sendiri dan untuk  nusa bangsa. Jadi sudah sepatutnya kita perlu mengubah maindset dari sekarang.

Tak kalah menarikanya di event tersebut,  ada juga narasumber DIK DOANK. Beliau berbicara menggunakan hati  dan sampai ke hati para perserta. Tak heran ketika beliau berbicara,  air mata dan tertawa para perserta bisa beriringan dibuatnya. Pesan yang paling melekat dari beliau adalah “ jangan kita bersandar pada guru, tapi bersandarlah pada tuhan melalui guru”karena  hakikatnya hidup kita tetap mencari ridha Tuhan melaui cara yang berbeda-beda.

Nah, pengalaman dan pembelajaran menarik di event Wisata Literasi Nasional itu,  ternyata membawa berkah bagi saya. Betapa tidak, Keesokan harinya pada tanggal 26 Februari 2024, saya diberikan kesempatan untuk menjadi pembina  upacara hari Senin. Dengan kesempatan yang ada saya tidak akan melewatkan moment ini unuk berbagi cerita pemangalaman dan ilmu yang saya dapat darii event  WLN. Memberikan ilmu yang saya dapat dan menerapkannya merupakan satu hal yang sangat membahagiakan.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 73x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 73x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 61x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 57x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 52x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
57
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
199
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya
Puisi -Puisi Ali Hamzah

Puisi -Puisi Ali Hamzah

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00