POTRET Budaya

Puisi-Puisi Mohammad Arfani

Mei 2023 • Redaksi

tak terhingga

 

sudah sedemikian dalam

keadaan yang harus berterima

sampai tak lagi menatap cermin

menuju ruang berikutnya

dan tak terhingga

meski tak ada satupun yang peduli

tentang aku telah menangkapnya kembali

maka serpihan yang ada

engkau hanyutkan begitu saja

hiduplah para penyair

Baca Juga

meski ada di bimbangnya rembulan

Palembang, 2023

 

kehendak

apa yang terjadi

jika setiap kehendak

menjadi impian yang berbintik

perlahan mengabur

pada detik demi detik

menjadi resah memadam

akan pilihan yang mesti

menjadi kehendak selanjutnya

kemudian,

di antara angin yang menusuk

perlahan di dua malamnya

langkah perlahan itupun terhenti

di ruang yang tak mengerti

dan ada satu pintu

……….

Tuhan telah menunggu di balik semuanya

 

Palembang 2023

 

panggung

 

ADVERTISEMENT

rasakan, ketika semua mata melihatmu

pada kehendak berakhir di redupnya temaram

atas semua kata yang terlontarkan

bagai api yang menyala

dan akhir yang kembali pada putarannya.

pada  kenyataan yang menjadi peristiwa

 

maka terlontarlah keadaan

hinggap perlahan atas semua kesadaran

pada setiap bentuk keinginan menjadi

mimpi setelahnya

tentang keadaan berbalik dan menepi serta

serapah apapun yang menuai tekateki

sampai terbawa aliran muaranya

 

inilah ciptaan dalam dunia berbentuk kotak

sertamerta berpindah perlahan dan kemudian

menjadi gemuruh tepuk tangan…

 

palsu tapi bahagia

Palembang 2023

F112CD7A-3E65-4B34-97E6-88D4AAA02611.png

Mohammad Arfani, lahir di Palembang  27 Februari 1978. Aktif menulis puisi, naskah drama, artikel sastra di beberapa media lokal dan nasional, dan juga berteater. Tulisannya pernah dimuat pada Majalah Pusat edisi 22 tahun 2022, dan beberapa majalah sastra digital seperti Media Sastra dan Budaya Idestra dan Prefiks terbitan dan Universitas Bengkulu. Salah satu penulis yang mendapatkan  penghargaan Penggiat Alih  Aksara yang oleh Perpustakan Nasional dengan menulis buku Alih Aksara dan Struktur Syair Abdul Muluk Karya Raja Ali Haji (2019), Buku-buku berbentuk kumpulan puisi tunggalnya pernah diterbitkan antara lain; Hujan (2005), Tentang Takdir dan Kenyataan (2015), Dialog Yang Tersulut Api (2016). Saat ini aktif sebagai awak Panggung Teater Tradisional Dulmuluk Bangsawan Harapan Jaya Palembang.

Email: mohammadarfani681@gmail.com

Welcome Back!

Login to your account below

Create New Account!

Fill the forms below to register

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.