POTRET Online POTRET
  • Home
  • Artikel
  • Potret Budaya ⌄
    • Puisi
    • Cerpen
    • Esai
  • Pendidikan
  • Video
  • Esai
  • Opini
  • Aceh
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Cerpen
  • Perempuan
  • Podcast
  • ✍ Kirim Tulisan
Home Aceh

CUT NYAK DHIEN

Redaksi by Redaksi
April 7, 2023
in Aceh, Catatan Perjalanan, Pahlawan Aceh
0
CUT NYAK DHIEN - C2AA54D1 CE89 49DC 825F C4F01D34CE41 | Aceh | Potret Online

Oleh Satria Dharma

Kemarin saya berkesempatan masuk ke Museum Aceh, di Banda Aceh dan melihat-lihat sejarah bangsa Aceh. Saya sungguh kagum melihat sejarah perjuangan bangsa Aceh melawan para penjajah Portugis dan Belanda di zaman dulu (dan merasa ngilu melihat sejarah konflik dengan pemerintah Indonesia di zaman DOM). Sungguh luar biasa berani dan pantang menyerah mereka itu. Bukan hanya para lelakinya yang pemberani, tapi juga para perempuan ya. Di antaranya adalah Keumalahayati, yang dianggap sebagai Laksamana perempuan Pertama di dunia, dan Cut Nyak Dien.

Cut Nyak Dien adalah seorang tokoh perempuan hebat Aceh yang tak kenal menyerah dalam berjuang melawan penjajah. Cut Nyak Dien bahkan dijuluki sebagai “Ratu Aceh” karena tekadnya yang pantang menyerah dalam melawan kolonial Belanda di Aceh. Sepanjang masa hidupnya, Cut Nyak Dien terus melakukan pertempuran dan perlawanan tanpa mau menyerah sampai usia tua.

de802804-16fc-40d2-9378-4a23f3aaa63a
Baca Juga
Artikel
Membaca Karakter Orang Aceh di Era Digital, Mobilitas Global, dan Dinamika Pergaulan Multikultural
05 Mei 2026

Meski ditinggal mati oleh suami keduanya, Teuku Umar, Cut Nyak Dien tetap bergerilya dari satu wilayah ke wilayah lain. Dalam masa itu, ia bersama rakyat dan pejuang Aceh lainnya, dihadapkan pada kesulitan hidup dan penderitaan, kehabisan makanan, uang, dan pasokan senjata.

Usia Cut Nyak Dien yang saat itu sudah relatif tua serta kondisi tubuhnya digerogoti berbagai penyakit seperti encok dan rabun, membuat satu pasukannya yang bernama Pang Laot melaporkan keberadaannya karena iba. Ia akhirnya ditangkap dan dibawa ke Banda Aceh. Di sana ia dirawat dan penyakitnya mulai sembuh.

CUT NYAK DHIEN - 9D6A56C9 7100 4F06 873B 44E654152919 | Aceh | Potret Online
Baca Juga
ABK
M Rikal Qamara, Siswa SLB-B YPAC Mahir Berbahasa Inggris
26 Jul 2022

Keberadaan Cut Nyak Dhien yang dianggap masih memberikan pengaruh kuat terhadap perlawanan rakyat Aceh serta hubungannya dengan pejuang Aceh yang belum tertangkap membuatnya kemudian diasingkan ke Sumedang. Cut Nyak Dhien meninggal pada tanggal 6 November 1908 dan dimakamkan di Gunung Puyuh, Sumedang.

Ketika saya melihat foto Cut Nyak Dhien di masa tuanya ketika di pengasingan dengan ekspresinya yang tampak kesakitan, saya tiba-tiba diserang rasa iba. Dan tanpa terasa air mata saya mengalir tanpa bisa saya cegah. Ya, Allah..! Sungguh kasihan beliau, salah seorang pejuang bangsa yang gagah berani dan pantang menyerah dalam kondisi yang demikian menyedihkan. Ingin rasanya saya memeluk beliau seandainya bisa bertemu dengannya dalam situasi itu. Ingin rasanya saya menghibur beliau.

Baca Juga
Aceh
Mau Buat Apa?
30 Okt 2017

Beristirahatlah, wahai Pahlawan Bangsa. Kami tidak akan pernah melupakan keberanian, keteguhan hati, dan sikap pantang menyerahmu. Kami akan mewarisi nilai-nilai perjuanganmu yang luar biasa itu.

Madigondo, 21 Maret 2023

Satria Dharma

Ikuti Kami
Channel WhatsApp Potret Online
Dapatkan berita terbaru langsung di WhatsApp kamu
Ikuti Sekarang
Next Post
CUT NYAK DHIEN - B915F6C3 1B5A 4A28 84F5 EE6F4FC67255 | Aceh | Potret Online

Puasa dan Kuasa

POTRET Online POTRETOnline
Kontributor Tentang Kami Redaksi 1000 Sepeda

© 2026 POTRET Online. Seluruh hak cipta dilindungi.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah