• Latest
CUT NYAK DHIEN - C2AA54D1 CE89 49DC 825F C4F01D34CE41 | Aceh | Potret Online

CUT NYAK DHIEN

April 7, 2023
9fdb3c1c-1879-4f8c-9aa8-02113678bceb

Warisan Musik Aceh dari Gampong Padang Manggeng

April 21, 2026
Ilustrasi siluet pasangan dengan hati retak melambangkan cemburu, konflik emosional, dan hubungan yang rapuh

Cemburu Membunuh Perempuan

April 21, 2026
CUT NYAK DHIEN - 1001348646_11zon | Aceh | Potret Online

Kisah Perempuan – Lubna dari Córdoba

April 21, 2026
CUT NYAK DHIEN - 1001353319_11zon | Aceh | Potret Online

Fatimah al-Fihri, Pendiri Universitas Tertua

April 21, 2026
3753a9dd-0c43-46a6-9577-711a7479d4d5

Misogini Genital (Di) Kartini Digital

April 21, 2026
IMG_0878

Perempuan di Titik Klimaks

April 21, 2026
CUT NYAK DHIEN - 1001361361_11zon | Aceh | Potret Online

Kisah Perempuan POTRET – Zaynab bint al-Kamal

April 21, 2026
d2a5b58f-c424-41eb-91dc-d0a057017eda

Menguak Kenangan Orkes Mekar Melati Manggeng dan Para Musisi Muda

April 21, 2026
Rabu, April 22, 2026
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result

CUT NYAK DHIEN

Redaksi by Redaksi
April 7, 2023
in Aceh, Catatan Perjalanan, Pahlawan Aceh
Reading Time: 2 mins read
0
CUT NYAK DHIEN - C2AA54D1 CE89 49DC 825F C4F01D34CE41 | Aceh | Potret Online
585
SHARES
3.2k
VIEWS

Oleh Satria Dharma

Kemarin saya berkesempatan masuk ke Museum Aceh, di Banda Aceh dan melihat-lihat sejarah bangsa Aceh. Saya sungguh kagum melihat sejarah perjuangan bangsa Aceh melawan para penjajah Portugis dan Belanda di zaman dulu (dan merasa ngilu melihat sejarah konflik dengan pemerintah Indonesia di zaman DOM). Sungguh luar biasa berani dan pantang menyerah mereka itu. Bukan hanya para lelakinya yang pemberani, tapi juga para perempuan ya. Di antaranya adalah Keumalahayati, yang dianggap sebagai Laksamana perempuan Pertama di dunia, dan Cut Nyak Dien.

Cut Nyak Dien adalah seorang tokoh perempuan hebat Aceh yang tak kenal menyerah dalam berjuang melawan penjajah. Cut Nyak Dien bahkan dijuluki sebagai “Ratu Aceh” karena tekadnya yang pantang menyerah dalam melawan kolonial Belanda di Aceh. Sepanjang masa hidupnya, Cut Nyak Dien terus melakukan pertempuran dan perlawanan tanpa mau menyerah sampai usia tua.

Baca Juga
  • Masyarakat Desa Kulam Syamtalira Aron Kurban Empat Ekor Lembu
  • Majalah POTRET pun Penting dan Perlu Untuk Melihat Wajah Batin dan Spiritualitas Diri Kita

Meski ditinggal mati oleh suami keduanya, Teuku Umar, Cut Nyak Dien tetap bergerilya dari satu wilayah ke wilayah lain. Dalam masa itu, ia bersama rakyat dan pejuang Aceh lainnya, dihadapkan pada kesulitan hidup dan penderitaan, kehabisan makanan, uang, dan pasokan senjata.

Usia Cut Nyak Dien yang saat itu sudah relatif tua serta kondisi tubuhnya digerogoti berbagai penyakit seperti encok dan rabun, membuat satu pasukannya yang bernama Pang Laot melaporkan keberadaannya karena iba. Ia akhirnya ditangkap dan dibawa ke Banda Aceh. Di sana ia dirawat dan penyakitnya mulai sembuh.

Baca Juga
  • Nias 2005: Mengukir Sejarah, Menyelamatkan Arsip
  • HARAPAN SAYAP DUNIA

Keberadaan Cut Nyak Dhien yang dianggap masih memberikan pengaruh kuat terhadap perlawanan rakyat Aceh serta hubungannya dengan pejuang Aceh yang belum tertangkap membuatnya kemudian diasingkan ke Sumedang. Cut Nyak Dhien meninggal pada tanggal 6 November 1908 dan dimakamkan di Gunung Puyuh, Sumedang.

Ketika saya melihat foto Cut Nyak Dhien di masa tuanya ketika di pengasingan dengan ekspresinya yang tampak kesakitan, saya tiba-tiba diserang rasa iba. Dan tanpa terasa air mata saya mengalir tanpa bisa saya cegah. Ya, Allah..! Sungguh kasihan beliau, salah seorang pejuang bangsa yang gagah berani dan pantang menyerah dalam kondisi yang demikian menyedihkan. Ingin rasanya saya memeluk beliau seandainya bisa bertemu dengannya dalam situasi itu. Ingin rasanya saya menghibur beliau.

Baca Juga
  • Keluarkan Anak-Anak Pengemis dari Lingkaran Kemiskinan
  • Tentang sepeda listrik

Beristirahatlah, wahai Pahlawan Bangsa. Kami tidak akan pernah melupakan keberanian, keteguhan hati, dan sikap pantang menyerahmu. Kami akan mewarisi nilai-nilai perjuanganmu yang luar biasa itu.

Madigondo, 21 Maret 2023

Satria Dharma

Share234SendTweet146Share
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Next Post
CUT NYAK DHIEN - B915F6C3 1B5A 4A28 84F5 EE6F4FC67255 | Aceh | Potret Online

Puasa dan Kuasa

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • ToS
  • Penulis
  • Al-Qur’an
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com