POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Sepeda Ontel; Saksi Bisu Sejarah di Tengah Kepopulerannya

Tulisan M. Rafi Rahman, siswa kelas 1 MAN Banda Aceh yang ikut lomba Menulis Essai Majalah POTRET yang diselenggarakan oleh CCDE,POTRET Gallery, Majalah POTRET dan majalah Anak Cerdas dengan dukungan Toko Serikat Bike dan Jasaroda. Tulisan ini ditampilkan sesuai dengan yang ditulis oleh penulisnya, tanpa ada editan dari editor.Silakan baca dan berikan komentar dan like.

RedaksiOleh Redaksi
February 21, 2023
Sepeda Ontel; Saksi Bisu Sejarah di Tengah Kepopulerannya
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh: M. Rafi Rahman

Sepeda adalah benda yang tidak asing bagi kita. Sepeda selalu terlihat di kehidupan kita, mulai dari kegiatan olahraga, tayangan TV, hingga kegiatan komunitas sepeda di setiap weekend diperkotaan maju. Namun, suatu ketika saya melihat sebuah koleksi sepeda dengan desain berbeda dan unik dari umumnya yang sering saya lihat, di rumah seorang teman. Meskipun sudah berdebu dan bannya kempes, sepeda tersebutsangatlah unik, memiliki kesan elegan dan memberikan hembusan angin di masa-masa pemerintahan Hindia Belanda. Ternyata sepeda yang saya lihat bernama sepeda ontel, sepeda ini menjadi buruan para kolektor barang antik di Indonesia karena keindahannya.

Sepeda ontel memiliki beberapa sebutan di Indonesia, seperti sepeda unta, pit kebo, ataupun pit pacal. Sepeda ini menjadi salah satu alat transportasi masyarakat Indonesia pada masa pemerintahan Hindia Belanda dan menjadi saksi bisu di tengah perjuangan kemerdekaan Indonesia. Bahkan, beberapa pahlawan kemerdekaan Indonesia juga menggunakan sepeda ontel dalam memperjuangkan tanah air. Pada masa pemerintahan Hindia Belanda, sepeda ontel adalah transportasi yang sangat familiar, namun pada tahun 1970-an, sepeda ontel digantikan oleh sepeda jengki yang cukup popular saat itu hingga tahun 1980-an, dan kemudian digantikan lagi oleh sepeda MTB (Mountain Bike) hingga saat ini.

Pada tahun 2000-an ke atas, sepeda ontel kembali populer dan menjadi buruan masyarakat dari berbagai kalangan di Indonesia, entah bagaimana sepeda ontel ini bisa kembali populer setelah dilupakan sekitar tiga dasawarsa lebih. Mungkin karena ciri-ciri, sejarah, dan nilai-nilai yang terkandung dalam sepeda ini membuatnya menjadi antik dan mahal. Di sebagian negara seperti India, Cina, Belanda, Bangladesh, dan Pakistan masih menggunakan sepeda model ini mulai dari kawasan perkotaan hingga pedesaan yang umumnya dipakai oleh kaum menengah ke bawah di negara-negara tersebut, dan bahkan masih ada pabrik yang memproduksi sepeda ontel ini. Di negara Belanda, sepeda ontel di produksi dengan model yang lebih modern dan menggunakan tambahan lampu.

Hal sebaliknya terjadi di Indonesia, sepeda ontel justrumenjadi sasaran para kolektor dan menjadi pajangan antik di rumah-rumah sebagian orang, karena sepeda ontel tidak diproduksi secara massal lagi di Indonesia. Namun disebagianpedesaan Indonesia, beberapa masyarakat masihmenggunakan sepeda ini untuk mengangkut hasil pertanian. Sedangkan di perkotaan, sepeda ontel dipajang di museum-museum sejarah, menjadi koleksi atau pajangan di rumah-rumah para kolektor. Contoh lainnya seperti kawasan kota tua di Jakarta, sepeda ontel digunakan para ojek sepeda dan jasa sewa sepeda untuk wisatawan yang berkunjung.

Bagi seorang kolektor, sepeda ontel adalah salah satu barang idaman yang di cari-cari, harganya kini sudah melambung naik berkali lipat dari harga aslinya kala Hindia Belanda. Bahkan komunitas-komunitas penggemar sepeda ontel juga terus bermunculan di Indonesia, jumlahnya sudah lebih dari ratusan komunitas. Justru dengan bertambahnya kepopuleran sepeda ontel dikalangan masyarakat Indonesia ini, dapat menjaga dan melestarikan nilai sejarah di masa kini yang sempat terlupakan selama tiga dasawarsa lebih. Sepeda ini menjadi simbol dan saksi bisu di balik sejarah Indonesia yang kaya dan unik.

Sebagai salah satu warisan budaya dan sejarah yang ada di Indonesia, untuk menjaga kelestariannya bukanlah hal yang mudah. tantangan dan isu dalam menjaga kelestarian sepeda ontel di Indonesia juga diperlukan, karena seiring berjalannyazaman, gaya hidup masyarakat Indonesia juga mengalami perubahan. Sepeda ontel yang dulu banyak digunakanmasyarakat Indonesia, kini digantikan oleh kendaraan bermotor yang lebih praktis. Hal ini membuat minat masyarakat Indonesia untuk menggunakan sepeda ontel semakin berkurang. Perhatian pemerintah Indonesia masihbelum cukup terhadap kelestarian sepeda ontel. Generasi muda Indonesia yang tumbuh di era teknologi cenderung kurang tertarik dengan sepeda ontel yang sudah dianggaptertinggal. Padahal, generasi muda Indonesia merupakan salah satu bagian untuk menjaga kelestarian sepeda ontel di masa depan. Oleh karena itu, perlu adanya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan generasi muda untukmelestarikan nilai sejarah dari sepeda ontel. Pemerintah jugadapat membuat program kebijakan yang bertujuan untukpelestarian sepeda ontel, masyarakat juga dapat merawat sepeda ontel dengan baik, dan generasi muda dapat diedukasi tentang pentingnya menjaga warisan budaya yang menjadisaksi bisu sejarah Indonesia ini.

📚 Artikel Terkait

Menjaga Arsip, Menjaga Kedaulatan di Tengah Aksi Massa

Sanggupkah?

Giliran China Serang Amerika

Belajar dari Hikmah Belajar

BIODATA PENULIS:

Nama: Muhammad Rafi Rahman

TTL: Banda Aceh, 12 Juli 2007

Alamat: Desa Lamlagang, Banda Raya

Asal Sekolah: MAN 1 Banda Aceh (kelas:10)

No.HP: 082161989800

Email: rafi.jpnanime@gmail.com

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 88x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 76x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 63x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 59x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 51x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share3SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Anggaran Pendidikan

Kelas Afirmasi Masih Perlu

Oleh Tabrani YunisFebruary 18, 2026
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
69
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
200
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya
Pemimpin Teladan

Pemimpin Teladan

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00