• Latest
AKTIVIS JALA : TUNTASKAN AMANAH REFORMASI - 98AD9652 46E4 4F1B B5B3 342283A3CCC6 | Aktivis | Potret Online

AKTIVIS JALA : TUNTASKAN AMANAH REFORMASI

Desember 31, 2022
56b8b820-aa0d-4796-86af-eee26b4e8bbc

Gaya Koruptor Sorong Beda dengan Indonesia Barat

April 20, 2026
93f22f86-ef8e-40bd-be7a-654413740c48

Pasar, Telur, dan Sebuah Catatan Kebudayaan dari Pundensari

April 20, 2026
7bf2ddcd-f2b6-4ca2-97c0-0cc808683181

Sigupai Mambaco Gelar “Mahota Buku” April di Abdya, Diskusikan Peran Perempuan hingga Kritik Sosial

April 20, 2026
AKTIVIS JALA : TUNTASKAN AMANAH REFORMASI - IMG_9514 | Aktivis | Potret Online

Aceh Tak Butuh Senjata untuk Merdeka

April 20, 2026
48d7d57b-a685-47a6-bf7f-8bf53ffac0d0

Membaca Konsep Dinas Pendidikan Provinsi Aceh Membangun Budaya Literasi  di Aceh

April 19, 2026
332cedb5-e6db-41bf-947d-3c3b781b4b41

Benteng Tauhid dan Sauh Keselamatan: Menjangkar Makrifat di Dermaga Eskatologi.

April 19, 2026
file_00000000e608720b92fed92bd3c55b54

Bahaya Rekayasa Narasi Sesat yang Menimbulkan Permusuhan

April 19, 2026
file_000000007ff0720bbf683bd905ac60ed

Surat Untuk Anak Muda (2)

April 19, 2026
Senin, April 20, 2026
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result

AKTIVIS JALA : TUNTASKAN AMANAH REFORMASI

CATATAN AKHIR TAHUN Jaringan Aktivis Lintas Angkatan ( JALA)

Redaksi by Redaksi
Desember 31, 2022
in Aktivis, Catatan Akhir Tahun, JALA
Reading Time: 3 mins read
0
AKTIVIS JALA : TUNTASKAN AMANAH REFORMASI - 98AD9652 46E4 4F1B B5B3 342283A3CCC6 | Aktivis | Potret Online
585
SHARES
3.2k
VIEWS

Puluhan aktivis Jaringan Aktivis Lintas Angkatan (JALA) berkumpul di Jakarta, pada 30 Desember 2022. Para aktivis ini mengadakan pertemuan silaturahmi JALA, Gathering Family  (30/12/2022), antara lain mengevaluasi sejauh mana hal-hal yang dilaksanakan telah menyimpang dari amanat Reformasi 1998.

Indro Cahyono, Penasehat “JALA”mengatakan bahwa “ bisa jadi sekarang tak sedikit orang bilang membicarakan amanat reformasi sudah usang. Namun faktanya justru korupsi merajalela dan merata pada level daerah dan semena-mena membetot konstitusi untuk kepentingan kekuasaan dan nafsu kuasa. Sehingga patutlah untuk dipertanyakan bagi mereka yang mencoba untuk menghindari amanat reformasi 98.

Lebih lanjut disebutkan pula bahwa perubahan pada dasarnya membutuhkan kontinuitas serta asupan gagasan yang mencerdaskan sekaligus menginspirasi lapisan masyarakat untuk bahu membahu menuntaskan reformasi. Jikalau tahun 2024 sebagai momentum perubahan krusial Indonesia, sepatutnya rakyat pada umumnya berpikir untuk membuat peta jalan reformatif yang paling rasional di tengah gempuran pragmatisme dan politik hukum yang tidak berpihak pada keadilan.

Menurut aktivis jaringan ini tentang target harus dikembalikan pada tema pertemuan itu sendiri yakni “ mengevaluasi apakah amanat reformasi 1998 sudah dimengerti dan telah dilaksanakan dengan baik”.  Salah satu tema penting yang menjadi amanah reformasi 1998 sepertinya sudah jelas : Berantas KKN!. Tetapi bisa kita lihat bersama bagaimana Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) telah demikian merajalela saat ini. Kasus-kasus korupsi terus meningkat dan bahkan tidak bisa dikendalikan oleh otoritas resmi pemerintah. Malah pemerintah terkesan memiliki kebijakan yang berlawanan dengan semangat memerangi korupsi sebagai kejahatan _ekstra ordinary crime_ atau kejahatan luar biasa.

KPK sebagai ujung tombak perang terhadap korupsi, seharusnya diberi kewenangan _ekstra ordinary_. Karenanya kemarin hanya KPK yang diberi wewenang penyadapan dan Lembaga lain tidak. Sebab dialah ujung tombak untuk menghadapi kejahatan luarbiasa korupsi.

Namun sayangnya penyataan Menteri Luhut Panjaitan beberapa hari lalu tentang KPK yang diminta tidak perlu sering-sering melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT), itu sangat mengecewakan. Padahal OTT dilakukan tidak lain karena kasus-kasus korupsi sepertinya sudah bobrok sekali dan semakin sulit dikendalikan.

Pemahaman yang keliru terhadap tugas KPK dalam perang melawan korupsi sebagai kejahatan luar biasa itulah yang berlawanan dengan nilai-nilai Reformasi. Lalu mau jadi apa? Jika berlawanan dengan nilai-nilai reformasi, maka menurut Sri Bintang Pamungkas, itu bukan lagi Reformasi, tapi Deformasi! Atau Perusakan sistem kenegaraan itu sendiri.

Sebetulnya dengan kerapnya OTT oleh KPK, investor luar negeri justru akan merasa yakin dengan langkah pemerintah Indonesia yang dipandang serius dalam upaya memberantas korupsi dan kepastian penegakan hukum. Mereka akan yakin bahwa investasinya aman jika banyak tindakan tegas terhadap pelaku korupsi. Hal itu juga akan menarik investor untuk kembali berinvestasi di dalam negeri. Tapi jika KPK tidak diizinkan melakukan OTT, maka investor akan berpikir bahwa dana mereka tidak akan aman, dan bisa jadi berisiko “diembat” oleh para koruptor.

Itu satu hal yang bermasalah saat ini, dan hanya soal KKN saja!

Kedua, Ihwal Pemilihan umum. Berkah terbesar dari Reformasi 1998 adalah kebebasan rakyat dalam memilih _one man one vote_kepala daerah di kabupaten dan kota, atau memilih langsung Presiden dan Gubernur. Hal itu merupakan manifestasi terbesar dari nilai-nilai demokrasi yang kita perjuangkan bersama.

Untuk itu, dibutuhkan kepatuhan terhadap konstitusi sah yang harus sama-sama kita tegakkan.  Tapi kalau _one man one vote system_ yang kita tegakkan itu sekarang ini mulai direcoki oleh subsistem yang menghambat, khususnya oleh para oligark yang kabarnya bercokol dan mempengaruhi istana. Lalu memunculkan wacana penundaan Pemilu 2024, maka itulah yang akan menghancurkan sistem demokrasi dan melanggar konstitusi yang seharusnya kita patuhi bersama.

Pemerintahan yang mematuhi konstitusi, harus menyiapkan anggaran untuk Pemilu dan dilaksanakan setiap 5 tahun sekali. Seperti itu seharusnya jika melaksanakan Amanah Reformasi. Bukannya malah muncul lagi wacana perpanjangan masa jabatan presiden menjadi 3 kali, setelah wacana penundaan pemilu. Wacana-wacana itu kacau, anti Reformasi dan ingin merusak demokrasi!.

Terakhir adalah soal Parliamentary Treshold 20% yang harus dikoreksi. Lalu eksistensi presiden dalam sistem presidensiil kita yang tidak berjalan. Sebagai kepala negara, presidenlah yang berhak memilih Menteri-menteri dari para professional terbaik di kabinetnya. Tapi kenyatannya sekarang, pemilihan para Menteri seolah menjadi “rayahan prasmanan” partai politik untuk rebutan mengisi jabatan Menteri kabinet.

Akibat jadi ajang rebutan parpol, maka silih berganti para Menteri ditangkap KPK karena kasus korupsi. Lihat saja kasus Menteri-menteri jaman pak SBY yang ditangkap dan Menteri-menteri jaman Jokowi sekarang. Hal itu terjadi karena para Menteri titipan parpol itu bukan dalam misi bekerja secara profesional, tapi dalam rangka memanfaatkan anggaran untuk kepentingan partai politik. Itu juga PR besar yang harus dikoreksi dan dievaluasi total oleh pertemuan hari ini. Intinya suara yang ingin diserukan adalah bahwa Reformasi itu ternyata tidak membawa perubahan tapi malah menjadi Deformasi!.

Hal-hal di atas yang mengharuskan kita semua untuk berhati-hati. Karena sesungguhnya nilai-nilai baik yang dibawa Reformasi itu masih tertanam dalam di dada para aktivis Reformasi. Semangat itu harus tetap dibangkitkan lagi dan hendaknya jangan takut untuk melawan kekuatan-kekuatan yang anti Reformasi. (017)

Share234SendTweet146Share
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Next Post
AKTIVIS JALA : TUNTASKAN AMANAH REFORMASI - BC8CF9E9 9F59 48BC A948 9256D5DAFCF1 | Aktivis | Potret Online

Kupinjam Dari Alam

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • ToS
  • Penulis
  • Al-Qur’an
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com