• Latest
SEANDAINYA AKU TAK MENJADI GURU - A9B186BC CC5B 4064 8E3C D93B705E6E6F scaled | Biografi | Potret Online

SEANDAINYA AKU TAK MENJADI GURU

November 28, 2022
Mahasiswa duduk sendiri di lingkungan kampus dengan ekspresi cemas sementara mahasiswa lain berlalu di belakangnya

Bukan Sekadar Malu: Kecemasan Sosial yang Menggerus Percaya Diri Mahasiswa

April 11, 2026
db5df19e-a49a-4379-86f9-5e88076f4172

Harap-harap Cemas Menunggu Hasil Perundingan Iran vs AS

April 11, 2026
2fc46e4c-99ca-4bd5-8807-7ae4e054e3db

Rekor MURI, Pameran Lukisan, Menghias Telur, dan Makna Kemanusiaan dalam Keberagaman

April 11, 2026

🚩🚩SELAMAT PAGI MERAH PUTIH

April 11, 2026
IMG_0733

Berjuang Hingga Akhir

April 11, 2026
9edda383-f515-49a9-9938-8d5b8ebcf730

Sastra sebagai Cermin Kehidupan: Refleksi Perjalanan dari Panggung Teater ke Dunia Penelitian

April 11, 2026
29e05edd-7320-4d1e-bee4-7bd4496720de

Bahaya “Self-Diagnosis” di Balik Layar TikTok: Mengapa Remaja Aceh Butuh Validasi Profesional?

April 10, 2026
Ilustrasi dua kelompok manusia yang terpisah dengan perbedaan warna, menggambarkan prasangka, bias sosial, dan pengelompokan in-group dan out-group.”

Memahami Prasangka: Mengapa Kita Mudah Menilai Orang Lain Secara Keliru

April 10, 2026
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Esai
  • PODCAST
Sabtu, April 11, 2026
  • Login
  • Register
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
  • Sastra
  • Buku
  • Cerpen
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
  • Sastra
  • Buku
  • Cerpen
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
SEANDAINYA AKU TAK MENJADI GURU - A9B186BC CC5B 4064 8E3C D93B705E6E6F scaled | Biografi | Potret Online

SEANDAINYA AKU TAK MENJADI GURU

Bagian 10

Redaksi by Redaksi
November 28, 2022
in Biografi
Reading Time: 3 mins read
0
585
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Bussairi D. Nyak Diwa

 

​Begitulah, keseharian hidupku di pesantren sungguh menyenangkan. Setiap hari, sepulang sekolah aku bekerja, tanpa harus buang-buang waktu kepada hal-hal yang tidak bermanfaat. Jika sebagian teman-teman sibuk dengan kegiatan pramuka atau olahraga sepulang sekolah, aku malah sibuk dengan kerja yang sama-sama juga memeras keringat. Tapi bukan berarti bahwa aku tidak berolahraga samasekali, selesai shalat ashar aku juga sering main bola di halaman pesantren yang luas bersama teman-teman. Nek Abu tidak pernah melarang kami berolahraga setelah shalat ashar. Yang penting kami harus patuh pada peraturan bahwa olahraga dibolehkan sehabis shalat ashar berjamaah dan berhenti jangan lewat dari pukul setengah enam. Siapa yang melanggar pasti akan mendapat sanksi atau hukuman baik secara kolektif maupun secara individu.

Baca Juga:
  • Seandainya Aku Tak Menjadi Guru
  • Seandainya Aku Tak Menjadi Guru
  • Buku ‘Menembus Derita Menggapai Asa’ Diluncurkan; Kado Ultah ke-55 SOJ

​Jika bosan bekarja, apalagi kalau sedang tidak sekolah aku sering pergi ke kebun bersama Teungku Cunda dan Teungku Rusli. Biasanya hari Minggu pagi Teungku Cunda sering ke kamarku menanyakan apakah aku mau ikut ke kebun. Aku tak pernah menolak ajakan Teungku yang hanya punya sebelah tangan itu. Kami jalan kaki sejauh kurang lebih lima kilometer menelusuri pantai dan satu muara yang dangkal. Meski jauh berjalan kaki, tapi kami tak pernah merasa lelah karena sambil melangkah kami bercanda sepenjang jalan. Aku sangat bersyukur punya seorang teman sebaik Teungku Cunda, karena di samping pengertian, Beliau juga suka melucu dan bercerita. Cerita-cerita yang Beliau kisahkan padaku kebanyakan pengalaman hidup yang dialaminya di kampung halamannya di Aceh Utara sana. Salah satu kisahnya adalah tentang suatu peristiwa yang menyebabkan dia kehilangan tangan kanannya. Tak terasa air mataku menetes manakala mendengarkan ceritanya waktu itu. Tapi aku tidak pernah menceritakan kisah hidupnya yang menyedihkan itu kepada siapun hingga hari ini, meskipun sudah puluhan tahun kami berpisah dan tak bertemu muka. Kabar terakhir yang kudengar, Teungku Cunda saat ini sudah sukses di negeri seberang sana. Beliau sekarang menjadi seorang pendakwah yang ternama dan kayaraya di Malaysia. Beliau juga punya pesantren dengan ribuan santri di negeri jiran itu.

Baca Juga

SEANDAINYA AKU TAK MENJADI GURU - seorang guru di perpustakaan sekolah di Aceh suasana damai dengan buku buku dan nuansa budaya lokal | Biografi | Potret Online

Seandainya Aku Tak Menjadi Guru

Maret 24, 2025
SEANDAINYA AKU TAK MENJADI GURU - B378BDCB FFFA 422B B310 524AF04E1918 scaled | Biografi | Potret Online

Seandainya Aku Tak Menjadi Guru

Maret 20, 2025
SEANDAINYA AKU TAK MENJADI GURU - 315da9c3 8510 463e 9918 ef29648900c6 | Biografi | Potret Online

Buku ‘Menembus Derita Menggapai Asa’ Diluncurkan; Kado Ultah ke-55 SOJ

Agustus 16, 2024

​Menjelang siang usai bekerja di kebun, kami ke muara membeli ikan segar dari nelayan yang baru pulang melaut. Ikan-ikan itu kami bakar di bawah pohon cemara. Kami bergiliran shalat dhuhur dan menunggu masaknya ikan bakar. Lalu makan bersama-sama dengan teman nasi ikan bakar dan daun pepaya muda yang baru dipetik dari batangnya. Betapa sedapnya makan bersama di bawah pohon-pohon cemara diselingi angin siang yang lembut dan sepoi-sepoi dari lautan. Menjelang sore kami pulang, meski capek tapi hati dan perasaan terasa lega. Malamnya, tidurku pun terasa nyenyak sekali.

​Malam-malam sehabis mengaji, aku sering duduk-duduk sendirian di teras perpustakaan sambil membaca buku, koran atau majalah. Di rak-rak dan lemari dalam perpustakaan banyak terdapat buku-buku bacaan. Bermacam-macam bahan bacaan ada di sana. Ada buku-buku umum dan buku-buku cerita, mulai dari yang ringan hingga bacaan yang berat. Ada juga majalah dan koran. Majalah yang sering kutemukan di sana adalah Panji Masyarakat, Santunan, dan Tabloid Darussalam. Tapi yang sering aku baca adalah Majalah Panji Masyarakat. Kalau buku, aku suka baca buku-buku cerita; kumpulan cerpen, novel, atau roman. Buku-buku roman masa ‘Poejangga Baroe’ atau ‘Balai Poestaka’ banyak terdapat di perpustakaan ini. Buku roman Tenggelamnya Kapal Vanderwijk, Salah Asuhan, Siti Nurbaya, Merantau Ke Deli, Tak Putus Dirundung Malang, Di Bawah Lindungan Ka’bah, Pengalaman Masa Kecil, dan puluhan roman lainnya ada di sini. Dan buku-buku itu telah membuat diriku memperoleh pengalaman baru, dunia baru, dunia yang penuh dengan sensasi dan imajinasi, tapi kaya dengan bekal rohani. Saking banyaknya buku-buku dan bahan bacaan di perpustakaan ini, suatu ketika aku pernah bertanya dalam hati; dari mana Nek Abu mendapatkan semua bahan-bahan bacaan itu. Barulah puluhan tahun kemudian aku tahu jawabannya, itu pun setelah aku merantau dan menjadi mahasiswa di kota.

 

(Bersambung)

 

 

SummarizeShare234Tweet146
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Related Posts

Mahasiswa duduk sendiri di lingkungan kampus dengan ekspresi cemas sementara mahasiswa lain berlalu di belakangnya
Psikologi

Bukan Sekadar Malu: Kecemasan Sosial yang Menggerus Percaya Diri Mahasiswa

April 11, 2026
db5df19e-a49a-4379-86f9-5e88076f4172
Iran

Harap-harap Cemas Menunggu Hasil Perundingan Iran vs AS

April 11, 2026
2fc46e4c-99ca-4bd5-8807-7ae4e054e3db
Esai

Rekor MURI, Pameran Lukisan, Menghias Telur, dan Makna Kemanusiaan dalam Keberagaman

April 11, 2026
# Ironi

🚩🚩SELAMAT PAGI MERAH PUTIH

April 11, 2026
Next Post
SEANDAINYA AKU TAK MENJADI GURU - 5FD33DE4 7D47 47C4 B1E2 012DD148C462 | Biografi | Potret Online

Sajak Rosli K. Matari

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Privacy Policy (Kebijakan Privasi)
  • Terms of Service (Syarat dan Ketentuan)
  • Penulis
  • Al-Qur’an

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com