POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Uang dan Bully

RedaksiOleh Redaksi
October 20, 2022
Uang dan Bully
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh: Puti Asharaina K

Seperti biasa pagi ini aku kembali disambut anak-anak dengan penuh cerita baru, tapi ada yang lain di antara mereka seseorang yang terlihat sedang merengut. Hmm ada apa gerangan ? Padahal pagi ini matahari cerah sekali, tak seperti hari-hari sebelumnya yang mendung hujan. Karena penasaran akupun bertanya, “Hai Sholehah?” sapaku. “Kenapa kok wajahnya cemberut?”

Dia masih enggan menjawab, lalu kami melanjutkan pembicaraan di pagi ini tentang kasus bullying. Ternyata hampir setiap anak pernah dibully temannya secara verbal, baik itu seperti body shaming , maupun dalam bentuk lainnya.

Ya, aku pun memulai nasihat pagi ini dengan mengeluarkan selembar uang lima ribuan, lalu aku bertanya “Siapa yang mau uang ini?” tanyaku. Tentu saja semua anak bersorak kegirangan, ingin mendapatkan uang tersebut.

Lalu aku melanjutkan dengan meremas-remas uang itu. “Nah, sekarang siapa yang mau uang ini?” tanyaku kepada anak-anak. Yup, mereka tetap bersorak mengatakan “Mau buk…”. Sekarang aku menjatuhkan uang itu ke lantai, lalu memungutnya kembali dan bertanya “Kalau sekarang, masih ada yang mau uang ini?” anak-anak mulai keheranan “Apa bedanya sih buk?

📚 Artikel Terkait

DLHK3Banda Aceh Ajak Masyarakat Jaga PJU

Foto, Tragedi, dan Beban Sejarah

Arah Tangan, Arah Hidup

Utang Budi Kami

Tentu saja kami tetap mau uangnya kalau ibu beri”. Aku menjawab “Walaupun uangnya ibu remas atau buang, kalian yakin tetap mau?” Anak-anak kompak lagi menjawab “Sudah pasti lah buuk”

Setelah itu akupun mulai menjelaskan “Nak..Uang ini ibaratnya adalah diri kalian, walaupun dalam menjalani hidup nanti kalian pernah diremehkan, sering diejek dengan kekurangan-kekurangan kalian, jangan pernah merasa tidak berguna.

Karena kalian memiliki nilai yang sangat berharga sama seperti uang ini, walaupun diremas, dia tetap uang yang sama dengan nilai yang sama pula. Tak peduli sebanyak apa kegagalan yang kalian hadapi, kalian tetap bernilai bagi keluarga kalian. Hiduplah dengan menerima pemberian Tuhan tanpa merasa kekurangan,”

Setelah aku menjelaskan filosofi uang itu, tiba-tiba anak yang murung tadi pagi menangis, lalu dia bercerita ” Ibu, saya sedih sekali pagi ini. Seorang teman mengejek kekurangan fisik saya. Saya merasa sangat hina di mata mereka yang mengejek itu. Namun setelah mendengar nasihat ibu, saya tersadar bahwa saya lupa bersyukur kepada Allah dengan nikmat-Nya untuk saya” Tuturnya.

Aku pun merasa sangat senang, akhirnya anak-anak bisa berdamai dengan kekurangan-kekurangan mereka yang dicemooh orang lain selama ini.

Semoga kita selalu bisa memberikan energi positif untuk lingkungan kita, Sekian saja cerita dari aku pagi ini. Terimakasih

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 73x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 60x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 56x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 52x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
57
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
199
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya

Guru

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00