• Latest
Senerai Puisi Jonson Effendi

Tazkirah

Juli 15, 2022
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Tazkirah

Redaksiby Redaksi
Juli 15, 2022
Reading Time: 3 mins read
Senerai Puisi Jonson Effendi
585
SHARES
3.2k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Jonson Effendy

Berdomisili di Palembang

Jika mendapat ujian dari Allah, jangan hitung kerugian materi berapa besar derita kita, tapi lihatlah seberapa besar angka yang akan Allah berikan atas kesabaran, atas musibah tersebut. Jika Allah menguji hamba-Nya, tandanya Allah masih sayang pada kita. Dengan adanya ujian agar iman kita menjadi lebih berkualitas.

Antara hidup dan mati. Begitu banyaknya orang berpikir tentang hidup, sehingga dia berusaha untuk selalu mempertahankan kehidupannya. Apapun akan dikorbankan, asalkan bisa tetap hidup. Sedangkan sedikit sekali orang yang berpikir tentang mati, bahkan takut mati.

Siapakah orang yang celaka?

Mereka adalah: orang-orang yang ditinggalkan oleh orang banyak karena takut dengan kejahilannya karena mereka merasa tidak aman dari gangguannya.

***

Berikut ini kisah perjalanan saya waktu ke Malaysia. Selepas Salat Subuh, saya tak segera pulang ke rumah melainkan duduk sejenak mengamalkan zikir pagi. Baca tasbih 100 X, baca salawat atas nabi 100 X, baca istiqfar 100 X setelah ditutup dengan doa barulah saya pulang. Namun, betapa terkejutnya saya saat  melangkah ke luar surau sendal saya tinggal sebelah.

Pak Cik yang ada di surau bertanya pada saya, ketika mereka melihat saya mondar-mandir mencari sesuatu seperti ada yang hilang.

“Kenapa?” tanya Pak Cik.

“Sendal saya hilang sebelah.”

“Oh! Salah sorong orang tu, tak tengok lagi dia punya sendal,” ucap Pak Cik mendamaikan hati saya.

Saya pikir juga begitu mungkin dia tidak sengaja memakai sandal saya kalau dia niat ambil tentu dua-duanya dia bawa. Setelah mencari setiap sudut ruangan pelataran surau tak juga ditemukan. Akhirnya saya pulang membawa sendal sebelah, sebelahnya lagi kaki ayam. Saya naik flat ke rumah saudara tempat saya menginap.

“Assalamu’alaikum, Jo! Sendal saya hilang sebelah.” Saya menuturkan kejadian hilangnya sendal kepada Ajo, maksutnya (Kakak) dalam bahasa Pariaman.

“Oh! Mungkin orang salah pakai coba cari  turun lagi ke bawah dekat surau.”

Saya pun turun dari plat sementara Ajo mengikuti di belakang. Sampai di surau tidak ada tanda-tanda keberadaan sendal itu.

“Di mana menaruh sendalnya?” tanya Ajo.

“Di sana sebelah, di sini sebelah,” jawabku.

Maksudnya letak sendal itu berjauhan sambil menunjuk sudut ruangan latar surau tempat saya menaruh sendal.

Tak begitu lama saya lihat ada seorang bapak berbadan tegap turun dari motor, setelah memarkirkan motornya di dekat suarau saya lihat dia berjalan menuju tangga flat mau naik ke atas, saat itu hati saya berkata, “Sepertinya bapak itu memakai sendal berbeda satu sama lainnya.”

Saya lalu memanggil Ajo.

“Jo! Lihat orang itu memakai sendal seperti punya saya.”

Saya lalu berlari mengejar bapak itu, “Pak Cik! Itu sendal saya yang Pak Cik pakai, sebelah lagi ada di atas.”

Baca Juga

96c3f2f0-9b1a-4f4e-8d0d-096b123c0888

Ramadhan di Negeri Seberang,  Membangun Komunikasi Lintas Negara

Maret 29, 2026
Air Mata Kemanusiaan di Tanah Rencong

Air Mata Kemanusiaan di Tanah Rencong

Maret 14, 2026
Menyusun Buku Antologi Relawan Bencana Banjir dan Longsor Di Tengah Bencana Hidrometeorologi Aceh

Menyusun Buku Antologi Relawan Bencana Banjir dan Longsor Di Tengah Bencana Hidrometeorologi Aceh

Maret 2, 2026

“Oh!” jawab Pak Cik, seperti orang terkejut.

Setelah dilihatnya sandal yang dia pakai berlaian satu sama sebelahnya, saya pun mengambil sendal itu. Alhamdulillah sendal saya berjumpa lagi, kalau masih rezeki ada saja jalannya untuk kembali.

ADVERTISEMENT

Jonson Effendi

Malaysia, Lembah Jaya, 13/07/2018

*Jonson Effendi, Palembang*

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 366x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 329x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 276x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 273x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 204x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Discussion about this post

Next Post

Selamat Malam, Secangkir Kopi, Habis tak habis

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com