POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Pensiun Itu Ramai Rasanya

RedaksiOleh Redaksi
July 5, 2022
Pensiun Itu Ramai Rasanya
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Tabrani Yunis

Bulan Oktober 2022 ini, insya Allah aku pensiun. Ya, pensiun dari tugas mengajar secara resmi yang  sudah  digeluti sejak diangkat pertama sekali, terhitung tanggal 1 Desember 1984 yang diawali dengan status calon pegawai negeri (CPNS), ditugaskan di sekolah SMP Swasta Teuku Cut Ali, di Banda Aceh, usai menyelesaikan pendidikan di program Diploma /D 2, FKIP Unsyiah saat itu.Namun, sebenarnya aku mulai mengajar sebagai guru honor di SD usai tamat SPG Negeri Banda Aceh, tahun 1982. Kalau dihitung-hitung sudah lumayan lama aku mengajar. Sudah lebih kurang 40 tahun. Jadi, wajar dan memang sudah saatnya pensiun, agar formasi guru yang aku tinggalkan bisa diisi oleh guru-guru baru yang sesuai dengan zamannya. Aku harus menyambut datangnya SK pensiun itu dengan penuh suka cita.

Pensiun itu ada konsekwensinya. Oleh sebab itu, pensiun juga banyak rasanya. Banyak rasa seperti permen yang punya banyak rasa. Mengapa demikian? Ya, karena pensiun membawa konsekwensi yang banyak bagi banyak orang. Misalnya saja, terkait waktu. Semasa bekerja, waktu adalah hal yang selalu harus dijaga. Biasanya di kala masih aktif bekerja di kantor atau instansi pemerintah, waktu yang dimiliki sangat terbatas. Apalagi kalau mau melakukan aktivitas di luar jam kerja, pasti sulit diatur. Pokoknya semasa kerja seseorang akan selalu  sibuk, tidak ada waktu untuk bekerja atau melakukan pekerjaan lain, maka saat pensiun sudah banyak waktu luang, karena tidak lagi melakukan aktivitas ke kantor atau ke sekolah untuk melaksanakan tugas. Banyak yang kebingungan karena tidaj tahu mau melakukan apa. Maka, bagi pensiunan yang produktif, dengan banyaknya waktu luang, maka waktu ini harusnya bisa dipergunakan secara produktif dan tidak sia-sia. Artinya, pensiun bukanlah saat harus kehilangan produktivitas dan tidak beraktivitas secara baik, tetapi sebaliknya dengan aktivitas, kreativitas dan produktivitas dalam berbagai hal. Semua bisa peoduktif, bila mau. Kalau produktif, pasti ramai pula rasanya.

Tentu saja bagi yang produktif, bisa bergerak produktif di masa pensiun. Ini pasti akan memberikan banyak manfaat bagi diri sendiri dan juga bagi banyak orang. Sebab, seorang pensiunan yang sudah sangat terampil, berpengalaman serta memiliki kinerja yang baik, di masa pensiun bila mau, banyak sekali yang bisa dilakukan. Bila bisa melakukan banyak hal, masa pensiun  itu dirasakan sangat enak. Tentu saja karena banyak guna atau manfaatnya. Dengan demikian, masa pensiun adalah masa penuh kenikmatan.

📚 Artikel Terkait

Nawasena

Mengubah Sampah Menjadi Barang Yang membawa Berkah

Rumah Bu Guru Penuh Lumpur

Obituari: Honorius Rachmantio “Mujaddid Pendidikan Teknik (1)

Tak dapat dipungkir bahwa bagi orang-orang yang bisa memanfaatkan masa pensiun dengan cara produktif, masa pensiun adalah masa yang paling tepat untuk melakukan hal-hal positif di tengah masyarakat. Misalnya, bisa berbagi ilmu, ketrampilan atau keahlian serta best practices lainya. Pada masa pensiun yang produktif, juga bisa lebih aktif beribadah dan khusyuk, karena tidak perlu buru-buru. Enak rasanya bukan?

Ya, tentu saja enak dan menyenangkan. Karena bisa produktif, bermanfaat di masa tua, atau di usia senja. Hal ini penting, karena tidak sedikit pula orang yang menghadapi masa pensiun dengan resah, galau, susah atau malah takut dengan pensiun. Padahal, setiap pegawai pemerintah akan mengalami dan harus pensiun, setelah habis masa tugasnya sebagai orang PNS atau ASN. Harusnya, ya nikmati saja. Yang namanya pensiun memang  harus dan menjadi momen yang indah bagi abdi negara atau abdi perusahaan yang harus pensiun. Kalau pun ada yang sudah dinyatakan pensiun, namun masih bekerja lagi karena masih diperkukan tenaganya, itu pengecualian. Sebab, bila kita mengacu pada pengertian pensiun dalam “Kamus besar bahasa Indonesia((KBBI) “ diartikan dengan “ tidak lagi bekerja karena habis masa tugas”.

Bagi yang produktif di masa pensiun, paling tidak, ya tidak merasa pahit, karena ketika banyak waktu, tetapi tidak tahu mau berbuat atau melakukan apa. Bila terasa pahit, pasti momen pensiun menjadi momen yang menakutkan atau paling kurang enak. Mengapa demikian? Pasti ada banyak hal yang membuat para pensiunan merasa galau, risau. Selayaknya tidak risau. Sebab kalau risau alias galau akan membawa pengaruh psykologis di masa tua. Ini harus dihindari.

Jadi, bagiku, bekerja sebagai guru formal yang mengajar di sekolah menengah akan berakhir. Artinya, pada bulan itu resmi akan pensiun dari jabatan fungsional sebagai guru bahasa Inggris. Saat ini sedang menunggu turunnya SK pensiun tersebut. Segala urusan usulan sudah dilakukan beberapa bulan yang lalu.

Bagiku sendiri saat ini merupakan masa yang sangat ditunggu-tunggu. Mungkin pula sebagian besar orang yang sudah lama bekerja atau sudah merasa lelah, bosan dan saat tidak mampu lagi menjalankan pekerjaan, pensiun adalah masa yang menyenangkan. Bisa merdeka. Karena bagi mereka ini masa pensiun itu adalah masa menikmati kemerdekaan, karena pada masa ini mereka bisa menikmati hari tua dengan keluarga, anak, istri dan bahkan dengan cucu. Pendek kata, masa pensiun bagi golongan ini merupakan masa yang bebas dari segala bentuk pekerjaan yang membebani pundak.

Jadi, tidak salah bila disebut bahwa masa pensiun merupakan masa yang tidak perlu dicemaskan, tetapi harus dinanti dengan penuh rasa syukur. Apalagi yang namanya pensiun adalah masa tua yang dilalui secara beragam. Selayaknya kita ucapkan selamat menikmati masa pensiun.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 72x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 60x dibaca (7 hari)
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 56x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 51x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Kriminal

Dunia Penuh Tipu: Menyikapi Realitas Penipuan Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 16, 2026
Esai

Melukis Kata itu Seperti Apa?

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Literasi

Melukis Kata, Mengangkat Fakta

Oleh Tabrani YunisFebruary 15, 2026
Artikel

Mengungkap Fakta, Melukis Kata Lewat Story Telling

Oleh Tabrani YunisFebruary 14, 2026
Puisi

Gamang

Oleh Tabrani YunisFebruary 12, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    168 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    161 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
57
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
199
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
93
Postingan Selanjutnya
Siswa dan Guru MA Darul Ulum Serahkan Hewan Kurban Ke Desa Lamkunyet

Siswa dan Guru MA Darul Ulum Serahkan Hewan Kurban Ke Desa Lamkunyet

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00