• Latest
Pensiun Itu Ramai Rasanya - 917AB594 E375 4EAB 9760 910AD7623A7F scaled | Edukasi | Potret Online

Pensiun Itu Ramai Rasanya

Juli 5, 2022
Pensiun Itu Ramai Rasanya - 0e417695 171f 4238 b08b 77387e695a57 | Edukasi | Potret Online

Standar Ganda dalam Empati Global: Membaca Konflik Gaza–Israel Secara Kritis dan Konsisten

April 6, 2026
IMG_0659

Keseimbangan yang Tercabut

April 6, 2026
ilustrasi kelelahan psikologis mahasiswa akibat tekanan akademik

Kelelahan Psikologis Terselubung pada Mahasiswa

April 6, 2026
IMG_0656

Sekolah Cafe

April 6, 2026
IMG_0655

Peran dan Tantangan Ibu Dalam Menyiapkan Remaja Masa Depan

April 6, 2026
IMG_0654

Fenomena Habibi

April 6, 2026
e8ea71e6-33f0-472e-8465-849eb085fb0a

Puisi-Puisi Din Saja

April 6, 2026
ad316ef9-75db-489f-af65-e87f3ed3768c

Menimbang Yunani di Timbangan Ulama: Dialektika Al-Ghazali dan Al-Jili

April 6, 2026
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Esai
  • PODCAST
Selasa, April 7, 2026
  • Login
  • Register
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
  • Sastra
  • Buku
  • Cerpen
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
  • Sastra
  • Buku
  • Cerpen
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
Pensiun Itu Ramai Rasanya - 917AB594 E375 4EAB 9760 910AD7623A7F scaled | Edukasi | Potret Online

Pensiun Itu Ramai Rasanya

Redaksi by Redaksi
Juli 5, 2022
in Edukasi, POTRET Budaya
Reading Time: 4 mins read
0
586
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Tabrani Yunis

Bulan Oktober 2022 ini, insya Allah aku pensiun. Ya, pensiun dari tugas mengajar secara resmi yang  sudah  digeluti sejak diangkat pertama sekali, terhitung tanggal 1 Desember 1984 yang diawali dengan status calon pegawai negeri (CPNS), ditugaskan di sekolah SMP Swasta Teuku Cut Ali, di Banda Aceh, usai menyelesaikan pendidikan di program Diploma /D 2, FKIP Unsyiah saat itu.Namun, sebenarnya aku mulai mengajar sebagai guru honor di SD usai tamat SPG Negeri Banda Aceh, tahun 1982. Kalau dihitung-hitung sudah lumayan lama aku mengajar. Sudah lebih kurang 40 tahun. Jadi, wajar dan memang sudah saatnya pensiun, agar formasi guru yang aku tinggalkan bisa diisi oleh guru-guru baru yang sesuai dengan zamannya. Aku harus menyambut datangnya SK pensiun itu dengan penuh suka cita.

Baca Juga:
  • Parenting Berbasis Fitrah: Solusi Mengatasi Kenakalan Remaja di Era Globalisasi
  • Mengajarkan Anak Berpuasa
  • AIU and Its Mission to Serve Humanity

Pensiun itu ada konsekwensinya. Oleh sebab itu, pensiun juga banyak rasanya. Banyak rasa seperti permen yang punya banyak rasa. Mengapa demikian? Ya, karena pensiun membawa konsekwensi yang banyak bagi banyak orang. Misalnya saja, terkait waktu. Semasa bekerja, waktu adalah hal yang selalu harus dijaga. Biasanya di kala masih aktif bekerja di kantor atau instansi pemerintah, waktu yang dimiliki sangat terbatas. Apalagi kalau mau melakukan aktivitas di luar jam kerja, pasti sulit diatur. Pokoknya semasa kerja seseorang akan selalu  sibuk, tidak ada waktu untuk bekerja atau melakukan pekerjaan lain, maka saat pensiun sudah banyak waktu luang, karena tidak lagi melakukan aktivitas ke kantor atau ke sekolah untuk melaksanakan tugas. Banyak yang kebingungan karena tidaj tahu mau melakukan apa. Maka, bagi pensiunan yang produktif, dengan banyaknya waktu luang, maka waktu ini harusnya bisa dipergunakan secara produktif dan tidak sia-sia. Artinya, pensiun bukanlah saat harus kehilangan produktivitas dan tidak beraktivitas secara baik, tetapi sebaliknya dengan aktivitas, kreativitas dan produktivitas dalam berbagai hal. Semua bisa peoduktif, bila mau. Kalau produktif, pasti ramai pula rasanya.

Tentu saja bagi yang produktif, bisa bergerak produktif di masa pensiun. Ini pasti akan memberikan banyak manfaat bagi diri sendiri dan juga bagi banyak orang. Sebab, seorang pensiunan yang sudah sangat terampil, berpengalaman serta memiliki kinerja yang baik, di masa pensiun bila mau, banyak sekali yang bisa dilakukan. Bila bisa melakukan banyak hal, masa pensiun  itu dirasakan sangat enak. Tentu saja karena banyak guna atau manfaatnya. Dengan demikian, masa pensiun adalah masa penuh kenikmatan.

Tak dapat dipungkir bahwa bagi orang-orang yang bisa memanfaatkan masa pensiun dengan cara produktif, masa pensiun adalah masa yang paling tepat untuk melakukan hal-hal positif di tengah masyarakat. Misalnya, bisa berbagi ilmu, ketrampilan atau keahlian serta best practices lainya. Pada masa pensiun yang produktif, juga bisa lebih aktif beribadah dan khusyuk, karena tidak perlu buru-buru. Enak rasanya bukan?

Ya, tentu saja enak dan menyenangkan. Karena bisa produktif, bermanfaat di masa tua, atau di usia senja. Hal ini penting, karena tidak sedikit pula orang yang menghadapi masa pensiun dengan resah, galau, susah atau malah takut dengan pensiun. Padahal, setiap pegawai pemerintah akan mengalami dan harus pensiun, setelah habis masa tugasnya sebagai orang PNS atau ASN. Harusnya, ya nikmati saja. Yang namanya pensiun memang  harus dan menjadi momen yang indah bagi abdi negara atau abdi perusahaan yang harus pensiun. Kalau pun ada yang sudah dinyatakan pensiun, namun masih bekerja lagi karena masih diperkukan tenaganya, itu pengecualian. Sebab, bila kita mengacu pada pengertian pensiun dalam “Kamus besar bahasa Indonesia((KBBI) “ diartikan dengan “ tidak lagi bekerja karena habis masa tugas”.

Baca Juga

e8ea71e6-33f0-472e-8465-849eb085fb0a

Puisi-Puisi Din Saja

April 6, 2026
IMG_0649

Suara yang Hilang

April 6, 2026
35649d3e-a5c1-4018-88d0-04d5c7b706ed

Pengaruh Kecemasan dan Self-Control Terhadap Kebiasaan Konsumsi Junk Food Pada Remaja

April 5, 2026

Bagi yang produktif di masa pensiun, paling tidak, ya tidak merasa pahit, karena ketika banyak waktu, tetapi tidak tahu mau berbuat atau melakukan apa. Bila terasa pahit, pasti momen pensiun menjadi momen yang menakutkan atau paling kurang enak. Mengapa demikian? Pasti ada banyak hal yang membuat para pensiunan merasa galau, risau. Selayaknya tidak risau. Sebab kalau risau alias galau akan membawa pengaruh psykologis di masa tua. Ini harus dihindari.

Jadi, bagiku, bekerja sebagai guru formal yang mengajar di sekolah menengah akan berakhir. Artinya, pada bulan itu resmi akan pensiun dari jabatan fungsional sebagai guru bahasa Inggris. Saat ini sedang menunggu turunnya SK pensiun tersebut. Segala urusan usulan sudah dilakukan beberapa bulan yang lalu.

Bagiku sendiri saat ini merupakan masa yang sangat ditunggu-tunggu. Mungkin pula sebagian besar orang yang sudah lama bekerja atau sudah merasa lelah, bosan dan saat tidak mampu lagi menjalankan pekerjaan, pensiun adalah masa yang menyenangkan. Bisa merdeka. Karena bagi mereka ini masa pensiun itu adalah masa menikmati kemerdekaan, karena pada masa ini mereka bisa menikmati hari tua dengan keluarga, anak, istri dan bahkan dengan cucu. Pendek kata, masa pensiun bagi golongan ini merupakan masa yang bebas dari segala bentuk pekerjaan yang membebani pundak.

Jadi, tidak salah bila disebut bahwa masa pensiun merupakan masa yang tidak perlu dicemaskan, tetapi harus dinanti dengan penuh rasa syukur. Apalagi yang namanya pensiun adalah masa tua yang dilalui secara beragam. Selayaknya kita ucapkan selamat menikmati masa pensiun.

ADVERTISEMENT
SummarizeShare234Tweet147
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Related Posts

Pensiun Itu Ramai Rasanya - 0e417695 171f 4238 b08b 77387e695a57 | Edukasi | Potret Online
#Gaza

Standar Ganda dalam Empati Global: Membaca Konflik Gaza–Israel Secara Kritis dan Konsisten

April 6, 2026
IMG_0659
Puisi

Keseimbangan yang Tercabut

April 6, 2026
ilustrasi kelelahan psikologis mahasiswa akibat tekanan akademik
Kesehatan Mental

Kelelahan Psikologis Terselubung pada Mahasiswa

April 6, 2026
IMG_0656
Bingkai Sekolah

Sekolah Cafe

April 6, 2026
Next Post
Pensiun Itu Ramai Rasanya - 4C92DF2E A6D5 43ED A510 E3D57DF21646 | Edukasi | Potret Online

Siswa dan Guru MA Darul Ulum Serahkan Hewan Kurban Ke Desa Lamkunyet

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Privacy Policy (Kebijakan Privasi)
  • Terms of Service (Syarat dan Ketentuan)
  • Penulis
  • Al-Qur’an

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com