POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

KOBARAN SEMANGAT MOU HELSINKI DAN UUPA

RedaksiOleh Redaksi
June 25, 2022
KOBARAN SEMANGAT MOU HELSINKI DAN UUPA
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh: Syarif Hidayatullah

Mahasiswa Prodi Hubungan Internasional Universitas ALMUSLIM, Matang Geulumpang Dua, Bireun, Aceh

Belakangan ini Aceh mendapatkan gelar baru, yaitu Provinsi ter-Miskin se-Pulau Sumatera. Sungguh prestasi yang sangat memilukan dan memberikan gores rasa sakit di hati warga Aceh sendiri. Namun memang tak mungkin kita menutup mata dengan situasi masyarakat kita yang saat ini secara jelas mencerminkan keterbelakangan dibandingkan daerah lainnya di Indonesia. Hal ini memunculkan tanda tanya dalam diri saya, mengapa kemiskinan dapat terjadi di daerah yang memiliki kekayaan alam luar biasa dan memiliki hak otonomi khusus dan keistimewaan tersendiri? Mengapa kesejahteraan masih sulit dirasakan oleh rakyat kecil yang tinggal di pelosok pelosok Serambi Mekkah ini?

Untuk mengetahuinya kita perlu menelaah kembali sumber kekuataan dan semangat Aneuk Aceh itu sendiri, yaitu melalui MoU Helsinki yang telah diundangkan dalam Undang-Undang Pemerintahan Aceh (UUPA) Nomor Nomor 11 Tahun 2006

📚 Artikel Terkait

Andai Aku Jadi Gubernur Lampung

(Jangan) Biarkan MPA Menjadi Parasit

Uang, Perang dan Damai – Review Artikel

SI PENAKLUK SERIGALA JAHAT

​Nah, setelah mengkaji MoU Helsinki, semangat yang membara dapat saya rasakan dari setiap poin menggambarkan kepahitan selama ini yang dirasakan rakyat Aceh. Keinginan untuk sejahtera dapat dirasakan dari setaip harapan keinginan yang tertulis dalam MoU Helsinki dan UUPA itu. Kita dapat membayangkan kesejahteraan akan terwujud di Bumoe Seuramoe Meukah, dengan hak dan kewenangan yang dimiliki Pemerintahan Aceh itu sendiri. Namun kekuatan yang dimiliki UUPA yang dijiwai MoU Helsinki belum memberikan harapan untuk kesejahteraan Aceh.

​Dari UUPA kita melihat ada beberapa poin penting dari MoU itu hilang atau tidak tercantumkan. Beberapa di antaranya adalah  poin 1.1.5 di mana Aceh memiliki hak untuk menggunakan simbol-simbol wilayah, termasuk bendera, lambang, dan hymne yang hingga saat ini masih menjadi perdebataan  dengan pusat. Namun bukankah ini telah disepakati dalam MoU Helsinki?

Ada satu poin lagi yang menurut saya sangat krusial sekali, yaitu poin 1.3.1 di mana Aceh berhak untuk  memperoleh dana melalui utang luar negeri. Aceh juga berhak dalam menentapkan tingkat suku bunga berbeda dengan yang ditetapkan oleh Bank Sentral RI (Bank Indonesia). Dengan kata lain Aceh dapat menentukan sendiri bagaiamana tingkatan suku bunga dan pengelolaan utang dari luar negeri dengan sendirinya. Namun hal ini masih belum terealisasikan. Padahal dengan penentuan angka suku bunga, Aceh dapat mengatur perekonomian yang ada mulai dari sektor investasi hingga kegiatan ekonomi lainnya. Bahkan Aceh seharusnya sudah melakukan pengurangan pajak yang dialihkan dengan adanya Zakat itu sendiri sebagaimana yang tertulis dalam UUPA Pasal 192 tentang zakat. Namun mirisnya pasal 192 yang sudah jelas menjadi kesepakatan bersama masih berada dalam daftar antri untuk dibahas kembali dengan Pemerintah Pusat.

​Sedih rasanya melihat betapa derita yang diperjuangkan Rakyat Aceh dan dengan keikhlasan menandatangai MoU Helsinki, namun malah dipandang sebelah mata. Hasil perjuangan dari peluh keringat linangan air mata dan kucuran darah saudara-saudara kita, namun realisasian dari MoU itu masih tak terasa. Berapa banyak hasil alam yang dimiliki Aceh ini. Berapa banyak uang yang dihasilkan dari Alam Nanggroe Aceh-nyo. Sementara kita melihat masih ada siswa yang tidak memiliki sepatu untuk pergi ke sekolah.

Rakyat Aceh masih terbayang akan kemegahan sejarah Aceh di masa lampau dan berharap suatu hari nanti kesejahteraan itu kembali hadir. Saat ini Aceh memiliki 148 ribu orang dalam keadaan tidak memiliki pekerjaan. Sedih rasanya, namun ini bukanlah akhir dari perjuangan kita. Jadikanlah kobaran semangat MoU Helsinki dan UUPA sebagai acuan utama dalam pembangunan dan kesejahteraan. Klausul UUPA yang belum memuat semangat yang tertuang dalam MoU Helsinki dapat segera untuk direvisi. Jadikanlah MoU Helsinki menjadi Semangat Cinta Daerah di setiap jiwa generasi aneuk-aneuk Aceh tanyoe. Menanam rasa aneuk Nanggroe Aceh dalam setiap pemuda-pemudi kita, menjadi langkah awal menciptakan kegairahan dan semangat membangun Aceh.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 112x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 101x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 93x dibaca (7 hari)
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
Muridnya Kenyang, Air Mata Gurunya Berlinang
26 Jan 2026 • 85x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 83x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
166
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya
Bedah Buku ‘Kulukis Namamu di Awan’ Satupena Aceh Sukses

Bedah Buku ‘Kulukis Namamu di Awan’ Satupena Aceh Sukses

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00