🔊
Dengarkan Artikel

Karya Hamdani Mulya
Belum kering air mata
berderai mengenang tsunami
Mata air bah datang menghanyutkan negeri
Menumpahkan secangkir air mata seorang ibu
Menangisi kepergian buah hatinya
bersama mata air mengalir deras itu.
Mata air mengalir deras laksana air mata seorang bapak kehilangan sapi peliharaan, kambing, dan ayam jantannya dihanyutkan banjir
📚 Artikel Terkait
meninggalkan luka di jantungnya.
Banjir itu laksana kiriman surat dari Tuhan
kepada hamba-Nya
agar senantiasa kita rukuk
serta sujud pada-Nya
Surat tak tertulis
Namun terbaca pada tanda-tandanya
Bagi hamba yang punya pikir
selalu merenungi ciptaan Allah Yang Maha Kuasa.
Aceh Utara, 3 Januari 2022
Hamdani Mulya adalah guru SMAN 1 Lhokseumawe. Penulis buku Sajak Secangkir Air Mata tahun 2019.
🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
23 Feb 2026 • 76x dibaca (7 hari)
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
17 Feb 2026 • 71x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 69x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 65x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 56x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis.
Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.





