POTRET Online
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

JALAN YANG SUNYI

RedaksiOleh Redaksi
November 22, 2021
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Satria Dharma

Berdomisili di Surabaya

Bunda Cut atau Bunda Zakyzahra Tuga adalah lulusan Teknik ITB, tetapi bukannya bekerja di perusahaan besar untuk mendapatkan gaji yang besar. Ia justru mendedikasikan hidupnya untuk literasi. Ya, di kota kecil Tulungagung. Ia mendirikan Taman Bacaan Pena Ananda sejak beberapa tahun yang lalu untuk mengajak masyarakat, utamanya anak-anak sekolah, untuk membaca dan mencintai buku. Ia juga melatih anak-anak untuk menulis dan menerbitkan buku-buku mereka agar mereka terdorong untuk terus menulis. 

Ia juga menyelenggarakan Festival Bonorowo Menulis (FBM) 2017 yang digelar di Desa Bangoan, Kecamatan Kedungwaru. Kabupaten Tulungagung. Festival ini sekaligus menjadi momentum pencanangan Bangoan Kampung Literasi dengan berbagai kegiatan menarik seperti Pameran Literasi, Pustaka Bonorowo, Talkshow Literasi,  Workshop Literasi, Launching dan Bedah Buku karya penulis Tulungagung, Lomba Poster, Blog, Vlog, dan Fotografi, Hiburan dan Seni Panggung Literasi, Pesta Dolanan Anak, dan lain-lain.

Saya pernah datang ke rumah Bunda Cut dan melihat rumahnya yang jadi perpustakaan umum bagi masyarakat sekitar. Dedikasinya pada dunia literasi sungguh mengagumkan karena jelas dunia yang digelutinya ini tidak mendatangkan keuntungan finansial dan bahkan membuatnya harus jungkir balik memikirkan dana bagi berbagai kegiatan yang dilakukannya. Dunia literasi juga bukan tempat yang bisa memberi kita popularitas. “Ini dunia yang sunyi,” katanya ketika tampil di Sarasehan Literasi UNESA saat itu.

Selain Bunda Cut, saya juga mengagumi dua orang teman di Aceh. Satu yang menjadi Ketua IGI Propinsi Aceh, Pak Imran Lahore dan satunya Pak Tabrani Yunis. Dedikasi mereka pada dunia literasi dan pendidikan pada umumnya, sangat tinggi. Visi mereka untuk memajukan dunia pendidikan Aceh melalui literasi mendorong mereka untuk berkeliling dari satu kabupaten ke kabupaten mengajak semua pihak untuk mulai peduli pada pentingnya membaca buku bagi anak-anak. They knock all doors from one place to another.Dengan Pak Imran saya sudah diajak untuk bersafari dari satu kabupaten ke kabupaten lain sebanyak tiga kali. Meski ia kadang geram melihat betapa tidak pedulinya beberapa pejabat Disdik pada amanah yang diembannya, tapi ia tidak merasa lelah dan terus mengajak mereka untuk melakukan tindakan nyata pada upaya untuk menghadirkan pendidikan yang bermutu bagi anak-anak di Propinsi Aceh. 

Seringkali ia harus mengeluarkan dana pribadi untuk kegiatan safari literasi tersebut, karena tak acuhnya daerah yang ia datangi. Ia bahkan menjuluki mobil Kijang tuanya tersebut sebagai “Mobil Literasi”.

📚 Artikel Terkait

Duka Lara Itu Akan Amerta Dalam Atmajaku

Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

Dinas Pendidikan Pidie, PGRI dan IGI Menggelar Lomba Duta Literasi

Puisi – Puisi SRI WAHYUNI

Suatu ketika ia ditanya apakah ia bersedia untuk menjadi kepala sekolah dan ia menggeleng. Baginya berkeliling dari satu kabupaten ke kabupaten lain untuk mengadakan berbagai pelatihan dan seminar literasi lebih memberikan manfaat yang lebih luas ketimbang hanya jadi kepala bagi satu sekolah saja. Saya heran karena saya tahu banyak guru yang mau membayar puluhan juta agar ia bisa diangkat menjadi kepala sekolah, tapi Pak Imran ini bahkan menolak.

Pak Tabrani sendiri sudah sejak lama saya kenal sebagai seorang pejuang pendidikan. Tabrani Yunis adalah Direktur Center for Community Development and Education (CCDE) Banda Aceh, juga sebagai Chief editor majalah POTRET, menerbitkan majalah Anak Cerdas. Gemar menulis dan memfasilitasi berbagai training bagi kaum perempuan. Sampai saat ini ia telah melatih 1000 orang untuk menulis dimana 700 orang adalah perempuan yang terdiri atas ibu rumah tangga, remaja putri, pelajar dan guru yang datang dari berbagai kabupaten di Aceh. Mereka dibiayai untuk hadir di Banda Aceh dan materi penulisan yang diberikan bermacam-macam, termasuk penulisan opini dan penulisan sastra, seperti cerpen. Selain dia sendiri, Tabrani mengundang para penulis yang sesuai dengan bidangnya untuk memberikan materi dalam pelatihan-pelatihan itu.

Tabrani adalah Alumnus Jurusan Bahasa Inggris Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Syiah Kuala. Tabrani sendiri telah menulis lebih dari 400 artikel yang tersebar di berbagai media cetak daerah dan nasional.

Mengapa berfokus pada perempuan?

Ia mengamati bahwa hampir semua tulisan yang muncul di media massa ditulis laki-laki. Tulisan perempuan sangat jarang didapat. Oleh sebab itu ia mendorong agar perempuan Aceh punya keberanian, kemampuan, dan keinginan menulis. “Karena dengan menulis, bisa menjadi obat bagi mereka. Sekaligus bisa memberikan keuntungan ekonomi.” demikian katanya

Sebagai tempat belajar dan menampung tulisan mereka pada tahun 2003 Tabrani menerbitkan majalah “Potret”. Majalah ini khusus mengangkat isu-isu perempuan. Sekitar 60-70 persen penulis di majalah ini adalah perempuan yang pernah dilatih menulis itu. Selebihnya adalah penulis dari kalangan aktivis, pengamat, dan akademisi.

Ketiga sosok ini adalah orang-orang yang mendatangkan rasa kagum saya. Mereka adalah orang-orang yang melangkah di ‘jalan sunyi’. Sungguh tidak banyak di antara kita yang mau mengorbankan kehidupan yang nyaman untuk sebuah perjuangan yang seringkali tidak diperhatikan dan tidak dihargai oleh masyarakat sekitar.

Apa yang mendorong mereka begitu berkomitmen pada ‘jalan sunyi’ mereka masing-masing? ‘Love’, kata Bunda Cut. Ia mencintai apa yang ia lakukan sekarang. “Change”, kata Pak Imran. “Literate Community” bagi Pak Tabrani. Mereka ingin agar masyarakat di sekitar berubah menjadi jauh lebih baik daripada yang ada sekarang dan mereka bersedia untuk menjadi ‘the agent of change’ tersebut meski harus berjalan di jalan yang sunyi. 

Melalui tulisan ini saya ingin sampaikan penghargaan dan rasa hormat saya pada mereka. Kudos for you, guys.

Banda Aceh, 22 Nopember 2017

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
23 Feb 2026 • 76x dibaca (7 hari)
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
17 Feb 2026 • 71x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 68x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 65x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 56x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
NETWORK POTRET
ANAK CERDAS
Artikel terbaru
Buka Majalah Anak Cerdas →
#Pendidikan

Membangun Kemampuan Meneliti Para Siswa SMA

Oleh Tabrani YunisMarch 8, 2026
POTRET Utama

Generasi Indonesia Emas  Kehilangan Bonus

Oleh Tabrani YunisMarch 5, 2026
Catatan Perjalanan

Melihat Timor Leste Menikmati Kemerdekaannya

Oleh Tabrani YunisFebruary 23, 2026
Budaya Menulis

Memadukan Storytelling Lewat Melukis Kata dengan Foto Jurnalistik

Oleh Tabrani YunisFebruary 22, 2026
Pendidikan

Degradasi Nilai Kemampuan Afektif yang Mengerikan di Era Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 21, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    170 shares
    Share 68 Tweet 43
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    163 shares
    Share 65 Tweet 41
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
149
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
211
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
97
Postingan Selanjutnya

Asal Mula Mukim Cot Saluran

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Al-Qur’an

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00