• Latest

JALAN YANG SUNYI

November 22, 2021
JALAN YANG SUNYI - 0e417695 171f 4238 b08b 77387e695a57 | Aceh | Potret Online

Geopolitik Empati: Bagaimana Kekuasaan Menentukan Siapa yang Boleh Menderita

April 1, 2026
IMG_0573

Jejak Darah di Terbangan (Bagian Kedua): Para Tawanan, Hukuman Gantung, dan Pulangnya Sang Ulee Balang

April 1, 2026
feb80617-be76-419c-9e6f-22ef823bed1a

Trump Akan Tarik Pasukan, Tanda Amerika Kalah Perang Lawan Iran

April 1, 2026
Takwa

Membumikan Nilai Takwa Pascaramadan

April 1, 2026
Romantisme Secangkir Kopi

Romantisme Secangkir Kopi 

April 1, 2026
di ujung Magrib

Di Ujung Magrib

Maret 31, 2026
85645e8f-e49d-463f-8fa4-730280ce2b71

Pentingnya Sastra dalam Sistem Pendidikan Rusia sebagai Landasan Pembentukan Karakter dan Pola Pikir

Maret 31, 2026
JALAN YANG SUNYI - 0e417695 171f 4238 b08b 77387e695a57 | Aceh | Potret Online

Dari Geopolitik ke Dapur Rakyat: Krisis Global dan Rapuhnya Ekonomi Indonesia

Maret 31, 2026
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Esai
  • PODCAST
Kamis, April 2, 2026
  • Login
  • Register
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result

JALAN YANG SUNYI

Redaksi by Redaksi
November 22, 2021
in Aceh, Literasi, pegiat literasi, Surabaya, Tulungagung
Reading Time: 7 mins read
0
585
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Satria Dharma

Berdomisili di Surabaya

Bunda Cut atau Bunda Zakyzahra Tuga adalah lulusan Teknik ITB, tetapi bukannya bekerja di perusahaan besar untuk mendapatkan gaji yang besar. Ia justru mendedikasikan hidupnya untuk literasi. Ya, di kota kecil Tulungagung. Ia mendirikan Taman Bacaan Pena Ananda sejak beberapa tahun yang lalu untuk mengajak masyarakat, utamanya anak-anak sekolah, untuk membaca dan mencintai buku. Ia juga melatih anak-anak untuk menulis dan menerbitkan buku-buku mereka agar mereka terdorong untuk terus menulis. 

Ia juga menyelenggarakan Festival Bonorowo Menulis (FBM) 2017 yang digelar di Desa Bangoan, Kecamatan Kedungwaru. Kabupaten Tulungagung. Festival ini sekaligus menjadi momentum pencanangan Bangoan Kampung Literasi dengan berbagai kegiatan menarik seperti Pameran Literasi, Pustaka Bonorowo, Talkshow Literasi,  Workshop Literasi, Launching dan Bedah Buku karya penulis Tulungagung, Lomba Poster, Blog, Vlog, dan Fotografi, Hiburan dan Seni Panggung Literasi, Pesta Dolanan Anak, dan lain-lain.

Saya pernah datang ke rumah Bunda Cut dan melihat rumahnya yang jadi perpustakaan umum bagi masyarakat sekitar. Dedikasinya pada dunia literasi sungguh mengagumkan karena jelas dunia yang digelutinya ini tidak mendatangkan keuntungan finansial dan bahkan membuatnya harus jungkir balik memikirkan dana bagi berbagai kegiatan yang dilakukannya. Dunia literasi juga bukan tempat yang bisa memberi kita popularitas. “Ini dunia yang sunyi,” katanya ketika tampil di Sarasehan Literasi UNESA saat itu.

Selain Bunda Cut, saya juga mengagumi dua orang teman di Aceh. Satu yang menjadi Ketua IGI Propinsi Aceh, Pak Imran Lahore dan satunya Pak Tabrani Yunis. Dedikasi mereka pada dunia literasi dan pendidikan pada umumnya, sangat tinggi. Visi mereka untuk memajukan dunia pendidikan Aceh melalui literasi mendorong mereka untuk berkeliling dari satu kabupaten ke kabupaten mengajak semua pihak untuk mulai peduli pada pentingnya membaca buku bagi anak-anak. They knock all doors from one place to another.Dengan Pak Imran saya sudah diajak untuk bersafari dari satu kabupaten ke kabupaten lain sebanyak tiga kali. Meski ia kadang geram melihat betapa tidak pedulinya beberapa pejabat Disdik pada amanah yang diembannya, tapi ia tidak merasa lelah dan terus mengajak mereka untuk melakukan tindakan nyata pada upaya untuk menghadirkan pendidikan yang bermutu bagi anak-anak di Propinsi Aceh. 

Seringkali ia harus mengeluarkan dana pribadi untuk kegiatan safari literasi tersebut, karena tak acuhnya daerah yang ia datangi. Ia bahkan menjuluki mobil Kijang tuanya tersebut sebagai “Mobil Literasi”.

Baca Juga

IMG_0573

Jejak Darah di Terbangan (Bagian Kedua): Para Tawanan, Hukuman Gantung, dan Pulangnya Sang Ulee Balang

April 1, 2026
cd371ba6-715d-447b-b94a-30123cf2d952

Pendidikan Hadapi Ancaman Nyata

Maret 31, 2026
Ilustrasi Ngopi Bersama Ali Shariati dan Nietsche

Aceh Meniru Jakarta

Maret 31, 2026

Suatu ketika ia ditanya apakah ia bersedia untuk menjadi kepala sekolah dan ia menggeleng. Baginya berkeliling dari satu kabupaten ke kabupaten lain untuk mengadakan berbagai pelatihan dan seminar literasi lebih memberikan manfaat yang lebih luas ketimbang hanya jadi kepala bagi satu sekolah saja. Saya heran karena saya tahu banyak guru yang mau membayar puluhan juta agar ia bisa diangkat menjadi kepala sekolah, tapi Pak Imran ini bahkan menolak.

Pak Tabrani sendiri sudah sejak lama saya kenal sebagai seorang pejuang pendidikan. Tabrani Yunis adalah Direktur Center for Community Development and Education (CCDE) Banda Aceh, juga sebagai Chief editor majalah POTRET, menerbitkan majalah Anak Cerdas. Gemar menulis dan memfasilitasi berbagai training bagi kaum perempuan. Sampai saat ini ia telah melatih 1000 orang untuk menulis dimana 700 orang adalah perempuan yang terdiri atas ibu rumah tangga, remaja putri, pelajar dan guru yang datang dari berbagai kabupaten di Aceh. Mereka dibiayai untuk hadir di Banda Aceh dan materi penulisan yang diberikan bermacam-macam, termasuk penulisan opini dan penulisan sastra, seperti cerpen. Selain dia sendiri, Tabrani mengundang para penulis yang sesuai dengan bidangnya untuk memberikan materi dalam pelatihan-pelatihan itu.

Tabrani adalah Alumnus Jurusan Bahasa Inggris Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Syiah Kuala. Tabrani sendiri telah menulis lebih dari 400 artikel yang tersebar di berbagai media cetak daerah dan nasional.

Mengapa berfokus pada perempuan?

Ia mengamati bahwa hampir semua tulisan yang muncul di media massa ditulis laki-laki. Tulisan perempuan sangat jarang didapat. Oleh sebab itu ia mendorong agar perempuan Aceh punya keberanian, kemampuan, dan keinginan menulis. “Karena dengan menulis, bisa menjadi obat bagi mereka. Sekaligus bisa memberikan keuntungan ekonomi.” demikian katanya

Sebagai tempat belajar dan menampung tulisan mereka pada tahun 2003 Tabrani menerbitkan majalah “Potret”. Majalah ini khusus mengangkat isu-isu perempuan. Sekitar 60-70 persen penulis di majalah ini adalah perempuan yang pernah dilatih menulis itu. Selebihnya adalah penulis dari kalangan aktivis, pengamat, dan akademisi.

ADVERTISEMENT

Ketiga sosok ini adalah orang-orang yang mendatangkan rasa kagum saya. Mereka adalah orang-orang yang melangkah di ‘jalan sunyi’. Sungguh tidak banyak di antara kita yang mau mengorbankan kehidupan yang nyaman untuk sebuah perjuangan yang seringkali tidak diperhatikan dan tidak dihargai oleh masyarakat sekitar.

Apa yang mendorong mereka begitu berkomitmen pada ‘jalan sunyi’ mereka masing-masing? ‘Love’, kata Bunda Cut. Ia mencintai apa yang ia lakukan sekarang. “Change”, kata Pak Imran. “Literate Community” bagi Pak Tabrani. Mereka ingin agar masyarakat di sekitar berubah menjadi jauh lebih baik daripada yang ada sekarang dan mereka bersedia untuk menjadi ‘the agent of change’ tersebut meski harus berjalan di jalan yang sunyi. 

Melalui tulisan ini saya ingin sampaikan penghargaan dan rasa hormat saya pada mereka. Kudos for you, guys.

Banda Aceh, 22 Nopember 2017

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 359x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 295x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 268x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 226x dibaca (7 hari)
Trumon, Sekelumit Dalam Lintasan Masa
Trumon, Sekelumit Dalam Lintasan Masa
28 Mar 2026 • 187x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare234Tweet146
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Baca Juga

JALAN YANG SUNYI - 0e417695 171f 4238 b08b 77387e695a57 | Aceh | Potret Online
Artikel

Geopolitik Empati: Bagaimana Kekuasaan Menentukan Siapa yang Boleh Menderita

April 1, 2026
IMG_0573
Sejarah

Jejak Darah di Terbangan (Bagian Kedua): Para Tawanan, Hukuman Gantung, dan Pulangnya Sang Ulee Balang

April 1, 2026
feb80617-be76-419c-9e6f-22ef823bed1a
#Amerika

Trump Akan Tarik Pasukan, Tanda Amerika Kalah Perang Lawan Iran

April 1, 2026
Takwa
Artikel

Membumikan Nilai Takwa Pascaramadan

April 1, 2026
Next Post

Asal Mula Mukim Cot Saluran

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Privacy Policy (Kebijakan Privasi)
  • Terms of Service (Syarat dan Ketentuan)
  • Penulis
  • Al-Qur’an

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com