POTRET Online POTRET
  • Home
  • Artikel
  • Potret Budaya ⌄
    • Puisi
    • Cerpen
    • Esai
  • Pendidikan
  • Video
  • Esai
  • Opini
  • Aceh
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Cerpen
  • Perempuan
  • Podcast
  • ✍ Kirim Tulisan
Home Essay

UNTUK APA GELAR?

Redaksi by Redaksi
Agustus 7, 2021
in Essay, Gelar, Generasi Milenial, Pendidikan
0

Oleh Satria Dharma

Baca Juga
  • UNTUK APA GELAR? - 2025 08 22 08 33 13 | Essay | Potret Online
    #Pendidikan
    Saat Pendidikan Hanya Jadi Program Pendukung
    22 Agu 2025
  • UNTUK APA GELAR? - 2F02FFFB 43F1 47AF ADD0 166C0EC03A64 | Essay | Potret Online
    Pendidikan
    SMAN 1 Teupah Barat Sekolah di Kepulauan Luluskan 25 Siswanya di Jalur SPAN-PTKIN
    06 Apr 2023

Berdomisili di Surabaya

Baca Juga
  • UNTUK APA GELAR? - 829660fa 375a 4599 98aa 88dabd335966 | Essay | Potret Online
    Essay
    Danantara, Harapan Baru Indonesia
    18 Feb 2025
  • UNTUK APA GELAR? - 1000498161_11zon | Essay | Potret Online
    Pendidikan
    Beasiswa, Jalan Menuju  Pendidikan Yang Lebih Tinggi dan Lebih Baik
    11 Apr 2025

“Orang kan tidak perlu punya gelar untuk bisa sukses, Pak? Jadi untuk apa aku harus kuliah untuk mendapatkan gelar? ”

Baca Juga
  • UNTUK APA GELAR? - d417474e 47fa 44e2 9b73 7b2899acef3b 3 | Essay | Potret Online
    Artikel
    Revolusi AI di SMK Muhammadiyah 2 Cepu
    06 Jan 2025
  • 02
    Aceh Singkil
    Cegah Stunting, Cabdindik Subulussam – Singkil Koloborasi dengan Tim Dinas Kesehatan
    06 Sep 2022

“Tentu saja. Untuk sukses dalam hidup ini kita tidak perlu punya gelar. Tapi jika kamu bisa kuliah sampai selesai dan memperoleh gelar, maka itu sudah berarti sebuah kesuksesan besar yang kamu capai. Itu berarti kamu telah mampu membuktikan pada dirimu bahwa kamu mampu melewati kesulitan, cobaan, tantangan, rintangan, godaan, selama bertahun-tahun kamu kuliah. Itu membuktikan bahwa kamu memiliki kecerdasan, ketekunan, kedisiplinan dan kesabaran dalam mencapai sebuah tujuan. Gelar itu buktinya. ”

 

“Sekarang kan jamannya sudah berubah Pak. Orang akan lebih menilai kita dari kinerja dan kemampuan kita. Gelar dan ijazah itu apalah artinya di dunia yang semakin datar ini…”

“Gelar yang kamu peroleh memang belum membuktikan bahwa kamu akan mampu melakukan sebuah prestasi besar dalam hidupmu, tapi gelarmu itu akan menjadi semacam pengingat bagi dirimu dan penanda bagi orang lain bahwa kamu telah PERNAH sukses dalam hidupmu. 

Jika kamu tidak memiliki gelar, meskipun mungkin saja kamu punya ilmu yang sama dengan temanmu yang punya gelar, kamu harus bekerja JAUH LEBIH KERAS daripada temanmu yang punya gelar untuk membuktikannya. Mengapa? 

Karena temanmu sudah bekerja keras lebih dahulu dengan menyelesaikan kuliahnya sedangkan kamu tidak. Temanmu punya penanda untuk menunjukkan kapasitasnya sedangkan kamu tidak. Jika kamu mampu menunjukkan kemampuan yang sama dengan temanmu orang akan tetap meragukan kemampuanmu dan lebih percaya pada temanmu. Karena ia punya penanda sedangkan kamu tidak. Kamu juga akan lebih percaya diri dengan gelar yang kamu miliki karena kamu yakin bahwa kamu telah mampu membuktikan diri dengan keberhasilanmu bertahun-tahun menyelesaikan kuliah. Intinya, gelar itu akan memudahkan kamu dalam hal-hal tertentu.

Coba bayangkan situasi ketika kamu ingin memperkenalkan diri pada calon mertua atau calon bosmu. Jika kamu mengatakan bahwa kamu baru saja menyelesaikan Phd di Jepang, maka tiba-tiba semua hal menjadi relevan. Tapi jika kamu mengatakan bahwa kamu tidak menyelesaikan kuliah karena bosan dengan situasi perkuliahan,maka tiba-tiba sikap calmermu akan berubah lebih formal. It’s just an example.” 🙂

“Lha Bapak sendiri kok tidak pernah mau pakai gelar selama ini? Kan Bapak punya gelar yang bisa dipakai sebagai penanda?”

“Karena Bapak malu gelarnya cuma Drs. Kalau Bapak punya gelar PhD atau Doktor kayaknya Bapak akan pakai deh gelarnya supaya lebih keren.” ?

DISCLAIMER: 

Meski bisa nulis begini saya sendiri tidak berhasil meyakinkan anak sulung saya utk menyelesaikan kuliahnya. Ia tetap memilih tidak menyelesaikan kuliahnya. ?

(But it might work with others…) ?

Surabaya, 7 Agustus 2016

Satria Dharma

Previous Post

SD Negeri 2 Sawang, Mencetak Generasi Pendidik

Next Post

Kecerdasan Buatan (artificial intelligence) untuk Multigenerasi Emas Indonesia Abad XXI

Next Post

Kecerdasan Buatan (artificial intelligence) untuk Multigenerasi Emas Indonesia Abad XXI

POTRET Online POTRETOnline
Kontributor Tentang Kami Redaksi 1000 Sepeda

© 2026 POTRET Online. Seluruh hak cipta dilindungi.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah