POTRET Online POTRET
  • Home
  • Artikel
  • Potret Budaya ⌄
    • Puisi
    • Cerpen
    • Esai
  • Pendidikan
  • Video
  • Esai
  • Opini
  • Aceh
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Cerpen
  • Perempuan
  • Podcast
  • ✍ Kirim Tulisan
Home Essay

Pindah Kuliah

Redaksi by Redaksi
Juni 20, 2021
in Essay, Fakultas Tarbiyah, UIN
0

 

Oleh Putri Meliza

Baca Juga
  • Pindah Kuliah - IMG 20250430 WA0021 | Essay | Potret Online
    Esai
    Barong Bola
    30 Apr 2025
  • Pindah Kuliah - IMG 20250302 WA0005 | Essay | Potret Online
    # Koruptor
    Dijajah, Dikorupsi, Tak (juga) Bangkrut
    02 Mar 2025

Mahasiswi Prodi Bimbingan dan Konseling (BK), Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, UIN Ar-Raniry, Banda Aceh

 

Baca Juga
  • 01
    Essay
    KAUM TAK BERIMAN
    07 Jul 2021
  • Pindah Kuliah - bdc3b917 6449 4e92 a955 ae998a8a6c07 1 | Essay | Potret Online
    Aceh
    Banjir Biasa yang Luar Biasa
    16 Des 2025

Pindah kuliah? Bisa dibilang inilah dilema yang sempat kualami beberapa tahun yang lalu. Bagi kalian yang belum tahu, aku sebelumnya pernah berkuliah di sebuah jurusan Fisika selama 2 semester. Aku  angkatan 2014 di sana. Mungkin ada banyak orang sepertiku  yang merasa salah memilih jurusan kuliah. Di sini aku hanya ingin sedikit berbagi pengalaman yang memang aku alami dalam kehidupan sendiri, untuk benar-benar menggali minat dan bakat sebelum memutuskan untuk memilih jurusan kuliah.

 

Baca Juga
  • Pindah Kuliah - 36AB306B 9E5C 4982 BA3F 6A563392C695 | Essay | Potret Online
    Essay
    PESONA POLITIK DAN KORUPSI
    22 Jun 2022
  • Pindah Kuliah - db002c5c fbd2 4cf6 95ba 47240fcaf373 | Essay | Potret Online
    Essay
    INDONESIA GLOWING
    22 Mar 2025

Dulu berdasarkan sewaktu awal masuk SMA, masuk ke jurusan IPA. Mata pelajaran yang sangat disukai adalah Fisika dan Kimia. UN pun tiba dan alhamdulillah lulus dari SMA. Tapi aku gagal di SNMPTN, tapi diberikan rezeki oleh Allah untuk masuk di Pendidikan Fisika di SBMPTN. Waktu itu aku memilih Fisika karena dahulunya aku menganggap fisika mata pelajaran yang aku sukai ini akan tetap sama seperti di SMA saat sudah di perkuliahan. Ternyata tidak teman-teman.  Hal itu baru kusesali ketika sudah memasuki dunia perkuliahan. Ternyata aku tak bisa menyeimbangi hal yang namanya praktikum, selain itu lingkungannya juga menuntutku untuk beradaptasi pada tingkat yang membuatku kesulitan untuk mengikutinya. 

Aku sempat menghindari kuliah beberapa lama untuk meyakinkan diriku, bahwa perasaan ingin pindah ini bukan cuma sesuatu yang muncul karena kejenuhan sesaat, tapi memang dilandasi dari rasa ketidakcocokan dengan jurusan yang kuambil saat ini. Memang pilihan yang berat, tetap kuliah di tempat yang sekarang demi menjaga gengsi dan pamor, ataukah pindah ke jurusan yang memang kuminati agar passion-ku tersalurkan dengan baik? Ini pilihan yang sulit. Aku merasa bahwa setelah setahun mengikuti perkuliahan, tak banyak yang berubah dari sisi akademikku, juga dari sisi pengembangan karakternya. 

Sepertinya proses belajarku masih kurang tepat, atau tempat belajar saat ini kurang sesuai dengan ritme belajarku. Berarti harus ada salah satu variabel yang diubah agar tercipta kondisi yang mendekati ideal.

 

Tentu saja aku tak semata-mata langsung memutuskan untuk pindah kuliah. Aku banyak membaca artikel tentang pengalaman pindah kuliah, memang tidak banyak yang menge-share pengalamannya ketika pindah kuliah. Aku mencoba menilik dari sisi objektifnya, menempatkan diriku dalam posisi netral, kemudian menarik garis positif negatifnya ketika aku pindah kuliah atau ketika aku tetap berkuliah di tempat yang sebelumnya. Dan aku melihat puncaknya ketika tetap di tempat kuliah yang sekarang kurang sesuai dengan tujuan hidup yang ingin kucapai nantinya.

 

Sampai kemudian tibalah waktunya ujian akhir semester. Aku berdiskusi dengan orangtua tentang hal yang kualami untuk pindah kuliah. Aku memilih jurusan Bimbingan dan Konseling. Orangtuaku mengizinkanku kuliah di jurusan tersebut. Aku rasa memang sudah takdirnya aku berkuliah di Bimbingan Konseling. Aku mengurus surat kepindahan jurusan sendiri sampai dengan selesai.  Ketika itu ayah dan ibu cuma bilang kejarlah mimpi itu, sebelum nanti terkurung dalam pekerjaan yang membosankan dan kamu tak mempunyai minat padanya. Beliau agaknya cukup demokratis dan tak berusaha membatasi cara berpikirku juga memberi saran untuk mengikuti passion, demi kebahagiaan di masa depan nanti. Sementara ibuku masih termenung. Dan alhamdulillah akhirnya aku memperoleh restu kedua orangtuaku. Aku siap untuk berjuang sampai detik ini. Ini adalah jalan yang aku pilih dan aku harus mempertanggung jawabkannya. Semoga Allah memberikan petunjuk untuk hamba-Nya agar menjadi lebih baik lagi!

 

Aceh, 20 Juni 2021 11.53 WIB

Previous Post

Lembah Sabil, Lembah Masa Kecil

Next Post

Perempuan Yang Melahirkan Bait Puisi

Next Post

Perempuan Yang Melahirkan Bait Puisi

POTRET Online POTRETOnline
Kontributor Tentang Kami Redaksi 1000 Sepeda

© 2026 POTRET Online. Seluruh hak cipta dilindungi.

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah