• Latest

Rumah Tua Yang Kusam

Januari 4, 2019
48d7d57b-a685-47a6-bf7f-8bf53ffac0d0

Membaca Konsep Dinas Pendidikan Provinsi Aceh Membangun Budaya Literasi  di Aceh

April 19, 2026
332cedb5-e6db-41bf-947d-3c3b781b4b41

Benteng Tauhid dan Sauh Keselamatan: Menjangkar Makrifat di Dermaga Eskatologi.

April 19, 2026
file_00000000e608720b92fed92bd3c55b54

Bahaya Rekayasa Narasi Sesat yang Menimbulkan Permusuhan

April 19, 2026
file_000000007ff0720bbf683bd905ac60ed

Surat Untuk Anak Muda (2)

April 19, 2026
54306927-8436-4237-801f-5fda46d9c8c8

Dari Aceh ke Panggung Dunia: Muslim Amin, Ilmuwan Global Alumni USK

April 19, 2026
3a73ee9a-87d0-4bf2-aa52-0c77db8a9144

Pengaruh Self-Efficacy Terhadap Prestasi Akademik: Tinjauan Psikologi dan Bukti Empiris

April 19, 2026
IMG_0839

Demokrasi Di Ujung Tanduk?

April 19, 2026
d6285489-5291-4630-bb73-f4e571585b61

‎Ghost in the Cell: Bukan Sekadar Horor Fiksi, Melainkan Realitas Pahit Ketidakadilan Sistem

April 19, 2026
Senin, April 20, 2026
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result

Rumah Tua Yang Kusam

Redaksi by Redaksi
Januari 4, 2019
in Cerita, Fiksi, POTRET Budaya, Sastra
Reading Time: 3 mins read
0
585
SHARES
3.2k
VIEWS
Ilustrasi Harian Analisa
Oleh : Muksalmina
Penulis Berdomisili di  Bale Ulim, Kecamatan Ulim, Kabupaten Pidie jaya
Dulu aku disayang sayangi, selalu dibersihkan dan dirawat dengan sepenuh hati oleh keluarga.  Aku begitu bahagia memiliki sebuah keluarga yang hangat, yang selalu  melindungiku dari hujan dan teriknya sinar mentari. Senyuman mereka dan canda tawa yang selalu menghiasi keluarga ini selalu ku dengar di kala pagi datang menjelma,
Tetapi kini kemana mereka semua? Aku di sini sendiri di kala sepi yang menyelimuti tubuh ini. Sudah tidak  ada lagi canda dan tawa seperti dahulu yang selalu ku dengar. Canda dan tawa yang melahirkan rasa bahagia, yang memberi makna indahnya hidup bersama keluarga. Canda dan tawa yang tidak hanya ada kala mata hari terbit, menghiasi rumah tua ini, tetapi juga kala mentari pulang ke peraduan yang diiringi datangnya senja yang berwarna merah jingga.  Kini, semua itu telah hilang. Hilang untuk selamanya.
Bukan hanya itu, dahulu rumah tua ini dihiasi dengan lampu yang berkedap -kedip, dinding yang penuh dengan foto keluarga kecil ini. Halaman rumah yang juga  dihiasi dengan bunga yang berwarna warni, yang ditanam oleh keluarga. Semakin membahagiakan, ketika harumnya bunga menyebar hingga ke kamar. Sungguh sangat indah.
Kini, semua itu hanya tinggal kenangan. Rumah tua itu kini  sudah  tidak ada lagi yang menjaganya, Tidak ada lagi yang merawatnya. Ya, sudah tidak  ada lagi yang menghiasi, kecuali jaring laba laba yang tergantung ke sana, ke mari yang memenuhi sudut rumah ini. Foto yang penuh kenangan yang digantung di dinding, sudah btak ada lagi. Apalagi sinar lampu yang berkedap kedip? Itu sudah lama tiada. Kini rumah kusam itu, terlihat semakin kusam,  tanpa ada rona indah, sudut yang berwarna cerah. Semua tampak debu yang bersarang di setiap sudut yang gelap dan pengap.
Begitu pula dengan bunga-bunga yang dahulu itu sangat indah. Kini sudah tidak lagui mengharumkan halaman. Tidak pula lagi mewarnai tanah-tanah dan rerumputan, kecuali rumput-rumput liar seperti ilalang yang timbuh tak terawat. Rumah tua itu tampak semakin kusam dan seram. 
Rumah tua itu semakin tua dan  lapuk dimakan usia. Menjadi lapuk, karena  tak ada lagi yang menginjakan kaki di rumah itu, karena sudah ditinggalkan. Bengitulah nasib rumah tua yang yelah ditinggalkan itu,  telah gelap gulita, tanpa ada rasa hangatnya yang menjadi arti sebuah keluarga. Apalagi kala malam, suasana sunyinya malam saja yang dapat dirasakan ketika cahaya bulan yang menembus celah celah rumah itu.  Rumah tua nan kusam dan seram itu, semakin tak berdaya. Itulah rumah tua kusam yang tidak akan pernah ada lagi.
Share234SendTweet146Share
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Next Post

Wirausaha, Peluang Emas Para Mahasiswa Era Digital

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • ToS
  • Penulis
  • Al-Qur’an
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com