• Latest

Rumah Tua Yang Kusam

Januari 4, 2019
29e05edd-7320-4d1e-bee4-7bd4496720de

Bahaya “Self-Diagnosis” di Balik Layar TikTok: Mengapa Remaja Aceh Butuh Validasi Profesional?

April 10, 2026
Ilustrasi dua kelompok manusia yang terpisah dengan perbedaan warna, menggambarkan prasangka, bias sosial, dan pengelompokan in-group dan out-group.”

Memahami Prasangka: Mengapa Kita Mudah Menilai Orang Lain Secara Keliru

April 10, 2026
3271b064-e5af-478a-be77-3253443f27da

Media Sosial: Meningkatkan atau Menurunkan Kepercayaan Diri Remaja?

April 10, 2026
IMG_0722

Make-Up dan Self-Confidence Pada Remaja Perempuan dalam Perspektif Psikologi

April 10, 2026
Kota Batavia abad ke-18 dengan kanal, bangunan kolonial, dan suasana senja yang muram di sekitar Kali Besar.

Geger Pecinan 1740 Mengubah Wajah Nusantara Selamanya

April 10, 2026
667109a2-c370-4108-8a9c-7dcb1a0a1d44

Normalisasi “Chatting” Tanpa Batas: Pergeseran Makna Khalwat di Era Digital

April 10, 2026
Rumah Tua Yang Kusam - 0e417695 171f 4238 b08b 77387e695a57 | Cerita | Potret Online

Dari Instrumen ke Otoritas: Ketika Algoritma Menggeser Kedaulatan Keputusan Manusia

April 10, 2026
Ilustrasi korban perempuan mengalami tekanan dan diskriminasi akibat pelecehan seksual di media sosial

Diskriminasi terhadap Korban Pelecehan Seksual di Media Sosial

April 10, 2026
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Esai
  • PODCAST
Sabtu, April 11, 2026
  • Login
  • Register
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
  • Sastra
  • Buku
  • Cerpen
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
  • Sastra
  • Buku
  • Cerpen
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result

Rumah Tua Yang Kusam

Redaksi by Redaksi
Januari 4, 2019
in Cerita, Fiksi, POTRET Budaya, Sastra
Reading Time: 3 mins read
0
585
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook
Ilustrasi Harian Analisa
Oleh : Muksalmina
Penulis Berdomisili di  Bale Ulim, Kecamatan Ulim, Kabupaten Pidie jaya
Dulu aku disayang sayangi, selalu dibersihkan dan dirawat dengan sepenuh hati oleh keluarga.  Aku begitu bahagia memiliki sebuah keluarga yang hangat, yang selalu  melindungiku dari hujan dan teriknya sinar mentari. Senyuman mereka dan canda tawa yang selalu menghiasi keluarga ini selalu ku dengar di kala pagi datang menjelma,
Tetapi kini kemana mereka semua? Aku di sini sendiri di kala sepi yang menyelimuti tubuh ini. Sudah tidak  ada lagi canda dan tawa seperti dahulu yang selalu ku dengar. Canda dan tawa yang melahirkan rasa bahagia, yang memberi makna indahnya hidup bersama keluarga. Canda dan tawa yang tidak hanya ada kala mata hari terbit, menghiasi rumah tua ini, tetapi juga kala mentari pulang ke peraduan yang diiringi datangnya senja yang berwarna merah jingga.  Kini, semua itu telah hilang. Hilang untuk selamanya.
Bukan hanya itu, dahulu rumah tua ini dihiasi dengan lampu yang berkedap -kedip, dinding yang penuh dengan foto keluarga kecil ini. Halaman rumah yang juga  dihiasi dengan bunga yang berwarna warni, yang ditanam oleh keluarga. Semakin membahagiakan, ketika harumnya bunga menyebar hingga ke kamar. Sungguh sangat indah.
Kini, semua itu hanya tinggal kenangan. Rumah tua itu kini  sudah  tidak ada lagi yang menjaganya, Tidak ada lagi yang merawatnya. Ya, sudah tidak  ada lagi yang menghiasi, kecuali jaring laba laba yang tergantung ke sana, ke mari yang memenuhi sudut rumah ini. Foto yang penuh kenangan yang digantung di dinding, sudah btak ada lagi. Apalagi sinar lampu yang berkedap kedip? Itu sudah lama tiada. Kini rumah kusam itu, terlihat semakin kusam,  tanpa ada rona indah, sudut yang berwarna cerah. Semua tampak debu yang bersarang di setiap sudut yang gelap dan pengap.
Begitu pula dengan bunga-bunga yang dahulu itu sangat indah. Kini sudah tidak lagui mengharumkan halaman. Tidak pula lagi mewarnai tanah-tanah dan rerumputan, kecuali rumput-rumput liar seperti ilalang yang timbuh tak terawat. Rumah tua itu tampak semakin kusam dan seram. 
Rumah tua itu semakin tua dan  lapuk dimakan usia. Menjadi lapuk, karena  tak ada lagi yang menginjakan kaki di rumah itu, karena sudah ditinggalkan. Bengitulah nasib rumah tua yang yelah ditinggalkan itu,  telah gelap gulita, tanpa ada rasa hangatnya yang menjadi arti sebuah keluarga. Apalagi kala malam, suasana sunyinya malam saja yang dapat dirasakan ketika cahaya bulan yang menembus celah celah rumah itu.  Rumah tua nan kusam dan seram itu, semakin tak berdaya. Itulah rumah tua kusam yang tidak akan pernah ada lagi.

Baca Juga

Kota Batavia abad ke-18 dengan kanal, bangunan kolonial, dan suasana senja yang muram di sekitar Kali Besar.

Geger Pecinan 1740 Mengubah Wajah Nusantara Selamanya

April 10, 2026
a2391549-f3ef-4b26-9189-776553e6c1b7

Sajak Pulo Lasman Simanjuntak

April 9, 2026
Rumah Tua Yang Kusam - IMG_3472 | Cerita | Potret Online

Perempuan di Warung Kopi

April 8, 2026
SummarizeShare234Tweet146
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Related Posts

29e05edd-7320-4d1e-bee4-7bd4496720de
Artikel

Bahaya “Self-Diagnosis” di Balik Layar TikTok: Mengapa Remaja Aceh Butuh Validasi Profesional?

April 10, 2026
Ilustrasi dua kelompok manusia yang terpisah dengan perbedaan warna, menggambarkan prasangka, bias sosial, dan pengelompokan in-group dan out-group.”
Psikologi Sosial

Memahami Prasangka: Mengapa Kita Mudah Menilai Orang Lain Secara Keliru

April 10, 2026
3271b064-e5af-478a-be77-3253443f27da
BIngkai Remaja

Media Sosial: Meningkatkan atau Menurunkan Kepercayaan Diri Remaja?

April 10, 2026
IMG_0722
Artikel

Make-Up dan Self-Confidence Pada Remaja Perempuan dalam Perspektif Psikologi

April 10, 2026
Next Post

Wirausaha, Peluang Emas Para Mahasiswa Era Digital

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Privacy Policy (Kebijakan Privasi)
  • Terms of Service (Syarat dan Ketentuan)
  • Penulis
  • Al-Qur’an

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com