• Latest

Menyimak Pengalaman Ibex Mengembangkan Distro di Aceh

Januari 3, 2019
48d7d57b-a685-47a6-bf7f-8bf53ffac0d0

Membaca Konsep Dinas Pendidikan Provinsi Aceh Membangun Budaya Literasi  di Aceh

April 19, 2026
332cedb5-e6db-41bf-947d-3c3b781b4b41

Benteng Tauhid dan Sauh Keselamatan: Menjangkar Makrifat di Dermaga Eskatologi.

April 19, 2026
file_00000000e608720b92fed92bd3c55b54

Bahaya Rekayasa Narasi Sesat yang Menimbulkan Permusuhan

April 19, 2026
file_000000007ff0720bbf683bd905ac60ed

Surat Untuk Anak Muda (2)

April 19, 2026
54306927-8436-4237-801f-5fda46d9c8c8

Dari Aceh ke Panggung Dunia: Muslim Amin, Ilmuwan Global Alumni USK

April 19, 2026
3a73ee9a-87d0-4bf2-aa52-0c77db8a9144

Pengaruh Self-Efficacy Terhadap Prestasi Akademik: Tinjauan Psikologi dan Bukti Empiris

April 19, 2026
IMG_0839

Demokrasi Di Ujung Tanduk?

April 19, 2026
d6285489-5291-4630-bb73-f4e571585b61

‎Ghost in the Cell: Bukan Sekadar Horor Fiksi, Melainkan Realitas Pahit Ketidakadilan Sistem

April 19, 2026
Senin, April 20, 2026
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Sastra
  • Cerpen
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result

Menyimak Pengalaman Ibex Mengembangkan Distro di Aceh

Redaksi by Redaksi
Januari 3, 2019
in Bisnis, Distro, Entrepreneurship, FEB UIN Ar-Raniry, Kronis, POTRET Gallery
Reading Time: 7 mins read
0
585
SHARES
3.2k
VIEWS
Oleh Miftah Khairina
Mahasiwi Prodi Perbankan Syariah, FEBI, UIN Ar Raniry
Distro, singkatan dari distribution store atau distribution outlet, adalah jenis tokodi Indonesia yang menjual pakaian dan aksesori yang dititipkan oleh pembuat pakaian, atau diproduksi sendiri. Distro umumnya merupakan Industri Kecil dan Menengah (IKM) yang sandang dengan merk independen yang dikembangkan kalangan muda. Produk yang dihasilkan oleh distro diusahakan untuk tidak diproduksi secara massal, agar mempertahankan sifat eksklusif suatu produk dan hasil kerajinan. 
Konsep distro berawal pada pertengahan 1990-an di Bandung. Saat itu band-band independen (Indie) di Bandung berusaha menjual merchandise mereka seperti CD/kaset, t-shirt, dan stickerselain di tempat mereka melakukan pertunjukan. Bentuk awal distro adalah usaha rumahan dan dibuat etalase dan rak untuk menjual t-shirt. Selain komunitas musik, akhirnya banyak komunitas lain seperti komunitas punk dan skateboard yang kemudian juga membuat toko-toko kecil untuk menjual pakaian dan aksesori mereka. Kini, industri distro sudah berkembang, bahkan dianggap menghasilkan produk-produk yang memiliki kualitas ekspor. Pada tahun 2007 diperkirakan ada sekitar 700 unit usaha distro di Indonesia, dan 300 diantaranya ada di Bandung.
Di Aceh sendiri, distro sudah mulai banyak atau berjamur dan bahkan jarak antar distro satu dengan yang lain sangat berdekatan.Distro ibex sendiri berdiri pada tahun 2006, dimana setelah terjadinya Tsunami yang melanda Aceh. Pemilik Distro ibex adalah Faridyang berlatar belakang dari keluarga yang sederhana, yang memiliki kepercayaan diri. Pada saat setelah terjadinya tsunami dia melihat peluang dalam bidang pakaian, maka dari itu ia mencoba untuk dapat membuka distro kecil kecilan, untuk menjual pakain yang ia beli dari outlet luar kota (Bandung-Jakarta) yang berlokasi penjualan pertama kalinya di garasi rumahnya, Ulee Kareng. Dengan gigih dan konsisten akhirnya ia dapat membuka distro di toko dan berkembang hingga saat ini. Bahkan perusahaan ibexsendiri mempunyai tiga anak perusahaan di bidang yang berbeda, pertama Distribution Store (Distro), Focuz Home Living (design ruangan), dan Motif (Furniture), yang dikelola oleh orang yang sama, hanya saja gudang penyimpanan yang berbeda.       
Banyak remaja kini cenderung memilih distro sebagai tempat mereka belanja pakaian, ketimbang di sejumlah toko-toko retail besar. Karena Distro memiliki ciri khasnya yang edisi model dan jumlah produk pakian yang diproduksi terbatas (limited-edition).
Dan mengapa pemilik distro ibexmembuka anak perusahaan di bidang Home Livingdan Furniture ? Karena pemilik ibexmelihat design atau seni itu sangat meningkat di jaman milenial saat ini, seperti men-design toko distro ibexdimana konsepnya minimalis dan elegant, furniture yang digunakan juga furniture yang berminimalis yang sesuai jaman milenial, maka dari itu istilahnya ibexini menyelam sambil minum air. Maksudnya, ruang distro ibexselalu berganti ganti, maka dari itu desgin ruangan dan furniture pun diproduksi di ibexitu sendiri.
Dalam menjalankan usahanya, Ibex tentu tidak berlajalan mulus, tetapi melewati dinamika dalam berbisnis. Pemilik Ibex juga menghadapi beberapa masalah seperti lazimnya kebanyakan orang. Misalnya keterbatasan dana pada saat ingin membuka di toko (2006). Keterbatasan dana pada saat membuka pabrik pribadi ibexdi Bandung (2008). Apalagi impiannya besar, ingin membuka cabang usahanya di kota besar, tetapi tidak memiliki tangan kanan yang dapat dipercaya.
Nah, sebagai orang yang punya talenta dalam bisnis, pemilik Obex tidak patah arang, tidak mau menyerah begitu saja. Ia malah mencari jalan dalam menghadapi masalah yang ada. Ia menyusun langkah-langkah strategis seperti meminjam dana pada keluarganya, dan kerabatnya. Lalu, meminjam dana pada bank, dan melakukan  seleksi dan sistem managemen mutu terkait SDM-nya.
Kini, setelah sekina tahun berdiri, tentu saja Ibexmemiliki kekuatan seperti sudah memiliki nama besar di masyarakat khususnya di bidang Distro. Ibex  sudah mampu memproduksi sendiri berbagai model dan berkualitas tinggi dan memiliki pabrik tersendiri dalam memproduksi produk, sehingga produk yang diproduksi memiliki ciri khasnya yang edisi model limited-edition.
Dengan kekuatan itu, sebenarnya Obex memiliki peluang baik untuk memperbanyak cabang. Hal ini didukung oleh sistem  pelayanan yang diberikan sesuai dengan yang diharapkan konsumen. Mampu meningkatkan loyalitas konsumen dan ditambah lagi oleh kualitas bahan, warna, dan model yang Update dan berkualitas. Namun demikian, Ibex perlu lebih cermat melihat kebutuhan generasi masa kini serta harus mampu melihat kemampuan bersaing. Sebab,  saat ini sudah semakin banyak Distro, Home Living (design ruangan), dan Furniture lain yang    menawarkan harga yang relatif murah tanpa memperhatikan kualitas.
Share234SendTweet146Share
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Next Post

Rumah Tua Yang Kusam

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Kebijakan Privasi
  • ToS
  • Penulis
  • Al-Qur’an
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com