POTRET Online
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

CINTAKU BERLABUH DI BANYUASIN

RedaksiOleh Redaksi
October 25, 2018
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Arni S
Sekar kemuning baru saja beranjak dari kelas ketika salah satu siswanya datang dengan tergopoh – gopoh,”. Bu, ibu ditunggu oleh bapak kepala sekolah di kantor,”. Oh  iya, ibu segera ke sana,”.  Terima kasih ya, ”. Ya Bu. Dengan hati agak berdebar Sekar buru – buru berjalan ke kantor yang terletak tidak jauh dari kelas 3. 
Assalamualaikum,”
Walaikum salam,”Silahkan masuk Bu Sekar, “ Bapak memanggil saya?”
 Iya, begini Sekar, SK  ASNmu sudah turun,” Ini silahkan baca sendiri,” Sekar Kemuning, segera membuka amplop warna putih dan buru – buru membacanya. “ Bagaimana Bu Sekar,  Anda ditugaskan di SD mana?” sergah Pak Jayen,” Saya ditugaskan di daerah Sumatera, tepatnya di SDN 10 Muara Sugihan Kabupaten Banyuasin Pak”. Banyuasin, jauh sekali ya Bu,” SDN 10, letaknya di kota atau di pelosok Bu,?” Saya sendiri tidak tahu Pak,” di pelosok, apa di kotanya,” tapi Bu Sekar siapkan ditugaskan di sana” Insya Allah Pak, bagaimanapun ini sudah jadi jalan hidup yang ditentukan Allah SWT”  Ya sudah Pak, saya mohon pamit, seminggu lagi saya berangkat Pak”. Ya, sudah sukses selalu ya Bu,” besok Bu Sekar bisa pamit dengan anak – anak.
Suasana kelas gaduh, siswa – siswi kelas 3 sibuk menceritakan wali kelasnya Sekar Kemuning yang sebentar lagi mau meninggalkan Jakarta. ” Pagi Anak – anak,” Pagi Bu,” Bagaimana kabar kalian hari ini? ” Alhamdulillah baik Bu,” Bu, Bu Sekar mau pergi ya, tidak mengajar di sini lagi?” Sekar Kemuning tersenyum lembut menatap siswa – siswanya,”  Ya, ibu ditugaskan mengajar di daerah Sumatera, kalian tahukan pulau Sumatera, ya Bu” . Pulau yang dijuluki Swarna dwipa, jawab Hendri sang Jenius. Betul sekali, oleh karena itu dengarkan baik – baik nasehat ibu ya,”  Siapa pun nanti yang menggantikan ibu menjadi wali kelas kalian taati, hormati dia, sama seperti kalian menghormati dan menyayangi ibu. Belajar yang rajin, serta jadilah anak – anak yang bisa dibanggakan oleh sekolah, terutama Ayah -Bunda kalian. Mengerti anak – anak? ”  Mengerti Bu,” Oke, sekarang buka buku matematikanya dan kerjakan soal latihan di halaman 82. 
Hari yang ditunggu akhirnya datang, dimana Sekar berpamitan dengan rekan – rekan seprofesinya, serta seluruh siswa SDN 45. Perasaan haru, sedih, bahagia, menghiasi wajah –wajah mereka, melepas kepergian teman, sahabat, guru, yang selama ini berkumpul dan saling mengisi hari – hari mereka. 
Sesampainya di bandara, Sekar kembali mencium sang ibu yang melepas kepergiannya dengan linangan airmata, “ Sekar, jaga dirimu baik – baik nak,”  Jangan lupa telpon kalau sudah sampai. Jaga ibadahmu, ibu akan selalu mendoakan yang terbaik untukmu,” Terima kasih ibu. Ibu juga harus menjaga kesehatan, jangan terlalu memikirkan kepergian Sekar. Ikhlaskan saja apa yang sudah terjadi bu,” ibu ikhlas kok nak,” Biarlah ibu akan fokus pada adikmu Bissma. “ Sekar sudah kasih kabar Bapakmu? ” sudah bu, tadi pagi sudah telepon, tapi yang menerima Bu Venny,” istri barunya,” Yo wislah Nak, yang penting Sekar sudah kasih kabar,”  Bu,  Sekar sudah dipanggil, kembali Sekar memeluk dan mencium ibunya meski sedih dan berat, tapi ini jalan yang sudah diambilnya.
Tak  terasa Sekar  Kemuning  sudah hampir  satu  tahun tinggal  di  Desa Sumber Mulyo, sebuah Desa yang cukup maju dalam sektor pertanian terutama tanaman pangan hortikulturanya. Sekar dipercaya menjadi guru kelas V di SDN 10 Muara Sugihan. Sikapnya yang supel dan ramah membuatnya tak butuh waktu lama untuk mendapat sahabat – sahabat yang sayang  padanya.  Kepala Sekolah SDN 10 Bapak Supriatno S,Pd.  Memberinya tempat di dekat area sekolah. Sekar Kemuning, namanya cepat dikenal oleh jajaran guru, baik yang ada di wilayah Muara Sugihan  maupun di Muara Padang. Itu semua atas izin Allah SWT. dan  berkat kecerdasannya, sehingga dia dipercaya sebagai instruktur pembaharuan kurikulum terbaru yang lebih dikenal dengan K – 13.
Semburat cahaya mentari  senja, membias membentuk hamparan permadani semerah saga. Sekar Kemuning memejamkan mata indahnya.  Samar – samar bayangan masa lalunya membayang di pelupuk matanya. Ya bayangan seorang pemuda tampan, dengan sepasang mata teduhnya. Pemuda yang dulu mengisi hari – harinya, Bryan Abi Manyu, putra tunggal seorang Letnan Kolonel. Bryan yang tampan dan baik, tidak pernah bisa menolak keinginan orang tuanya. Cintanya berakhir karena dia dijodohkan  oleh orang tuanya. Keputusan pun diambil sepihak. Sekar lebih memilih berpisah dengan pria pujaan hatinya.
 Peristiwa yang terjadi pada kedua orang tuanya, membuat dirinya enggan untuk berhubungan dengan seseorang yang tidak direstui oleh orang tua, meski dia menyadari cintanya pada Bryan belum juga pupus, tapi dengan dia jauh dari Jakarta berharap dia bisa  melupakannya.
    PGRI   jatuh di SDN 2 Muara Padang.  Demi  memeriahkan hari Guru tersebut,  masing – masing Kecamatan mengadakan Kompetisi di berbagai bidang  olah raga. Sekar dipercaya untuk ikut lomba di bagian bulu tangkis. Dia berhadapan dengan guru dari SMA Muara Padang, Wildan Pratama, seorang guru dengan perawakan atletis, berkulit sawo matang, dengan sebaris kumis tipis menghiasi wajahnya yang mirip dengan artis Bollywood  Sanjay Devgan.  Pertandingan pun dimulai dengan seru. Masing – masing ,kedua belah pihak mendapatkan poin sama dan  detik yang terakhir ini adalah babak penentuan antara Sekar dan Wildan, “ Sudah Wil, mengalah saja, teriak teman – temannya, Wildan hanya tersenyum tipis sembari sesekali menatap lawan mainnya. Setelah beberapa menit berlalu, pertandingan pun usai sudah dengan scor 2- 3.  Kemenangan diraih oleh pasangan Wildan Pratama dan Suci, teman mainnya, sedangkan Sekar dan Pak Iwan cukup puas dengan scor 2. Karena permainan ini sifatnya menghibur, memeriahkan hari guru yang ke 72, usai pertandingan Wildan mendekati Sekar Kemuning yang  duduk di bawah pohon flamboyan, melepas lelah,
 “ Assalamualaikum, “ Waalaikum salam, “ boleh saya ikut gabung duduk di sini,?” O.., silahkan Pak, “ kenalkan saya Wildan   seraya mengulurkan tangannya, “ Sekar Kemuning, Sekar menyebutkan nama lengkapnya, “ Mm.. nama yang cantik secantik orangnya,  “  Ah.. pak Wildan bisa aja, sergah Sekar tersipu malu.” Bu Sekar sudah lama mengajar di SDN 10?” Akh… ga usyah panggil Bu lah, panggil saja Sekar,”  Kayaknya lebih enak,” kalau begitu sama donk, panggilnya jangan pak, “ jawab Wildan tersenyum, panggil Wildan, atau kakak, atau mas, abang, terserah Sekar enaknya  panggil apa, yang penting jangan panggil Paijo saja jawab Wildan, sambil tertawa, “  Oke dech.. biar Sekar panggil Mas  Wildan saja, tokh usia kita juga selisih dua atau tiga tahunan. Mereka pun ngobrol dengan akrab, karena pada dasarnya seorang Sekar mudah bergaul dengan siapa saja. Sikapnya yang ramah, lembut membuat orang yang ada didekatnya merasa nyaman.
 Sejak perkenalannya di acara PGRI,  Wildan sering BBM. Sekar menanggapinya biasa – biasa saja. Hatinya belum bisa move on  dari cinta Bryan Abi Manyu, meski dirinya berusaha untuk menghapus Briyan dari mimpi – mimpinya, hingga pada suatu hari Wildan memberikan sinyal asmara padanya melalui status FBnya. Yang berbunyi “ Engkau hadir laksana embun dalam gersangnya tamanku” 
Sekar hanya menghela nafas panjang. Kali ini dia tidak mau salah dalam mengambil keputusan, apalagi menyangkut pendamping hidupnya. Peristiwa pahit yang dialami kedua orang tuanya cukup sebagai pembelajaran untuknya.  Ayahnya yang seorang kontraktor menikah lagi dengan Veny Lestari sahabat ibunya waktu masih di SMA, namun ibunya begitu pasrah menerima dirinya dimadu dengan sahabatnya sendiri. Sakit memang sakit, tapi inilah suratan takdir Tuhan yang tidak bisa dihindari. Sekar berharap suatu hari nanti, Wildan Pratama mampu mencairkan kristal cintanya, menghapus bayangan Briyan di matanya serta mengisi cerita dari rimbun hari- harinya. 

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
23 Feb 2026 • 76x dibaca (7 hari)
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
17 Feb 2026 • 71x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 68x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 65x dibaca (7 hari)
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
Perjamuan Kaum (Tidak) Kebagian
17 Feb 2026 • 56x dibaca (7 hari)

📚 Artikel Terkait

UBAI DILLAH AL ANSHORI BERHASIL RAIH JUARA SATU BACA PUISI NASIONAL

Buka Café Mini Saja

Ramadan, Bulan Mawas Diri

MENGENANG 13.514 HARI ABON AZIZ: SANG ARSITEK ULAMA ACEH

📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
NETWORK POTRET
ANAK CERDAS
Artikel terbaru
Buka Majalah Anak Cerdas →
#Pendidikan

Membangun Kemampuan Meneliti Para Siswa SMA

Oleh Tabrani YunisMarch 8, 2026
POTRET Utama

Generasi Indonesia Emas  Kehilangan Bonus

Oleh Tabrani YunisMarch 5, 2026
Catatan Perjalanan

Melihat Timor Leste Menikmati Kemerdekaannya

Oleh Tabrani YunisFebruary 23, 2026
Budaya Menulis

Memadukan Storytelling Lewat Melukis Kata dengan Foto Jurnalistik

Oleh Tabrani YunisFebruary 22, 2026
Pendidikan

Degradasi Nilai Kemampuan Afektif yang Mengerikan di Era Digital

Oleh Tabrani YunisFebruary 21, 2026

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    170 shares
    Share 68 Tweet 43
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    163 shares
    Share 65 Tweet 41
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    147 shares
    Share 59 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026

Oleh Redaksi
February 17, 2026
149
Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
211
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
97
Postingan Selanjutnya

Guru Syuhada

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Al-Qur’an

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Al-Qur’an
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Kirim Tulisan
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Aceh

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00