• Latest

CINTAKU BERLABUH DI BANYUASIN

Oktober 25, 2018
feb80617-be76-419c-9e6f-22ef823bed1a

Trump Akan Tarik Pasukan, Tanda Amerika Kalah Perang Lawan Iran

April 1, 2026
Takwa

Membumikan Nilai Takwa Pascaramadan

April 1, 2026
Romantisme Secangkir Kopi

Romantisme Secangkir Kopi 

April 1, 2026
di ujung Magrib

Di Ujung Magrib

Maret 31, 2026
85645e8f-e49d-463f-8fa4-730280ce2b71

Pentingnya Sastra dalam Sistem Pendidikan Rusia sebagai Landasan Pembentukan Karakter dan Pola Pikir

Maret 31, 2026
CINTAKU BERLABUH  DI BANYUASIN - 0e417695 171f 4238 b08b 77387e695a57 | Cerpen | Potret Online

Dari Geopolitik ke Dapur Rakyat: Krisis Global dan Rapuhnya Ekonomi Indonesia

Maret 31, 2026
ba05a86a-c490-46bf-9ae8-c75ef1da62eb

Nasrallah dan Jugendliteratur

Maret 31, 2026
cd371ba6-715d-447b-b94a-30123cf2d952

Pendidikan Hadapi Ancaman Nyata

Maret 31, 2026
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Esai
  • PODCAST
Rabu, April 1, 2026
  • Login
  • Register
POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result

CINTAKU BERLABUH DI BANYUASIN

Redaksi by Redaksi
Oktober 25, 2018
in Cerpen, POTRET Budaya, Sastra
Reading Time: 9 mins read
0
585
SHARES
3.2k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Arni S
Sekar kemuning baru saja beranjak dari kelas ketika salah satu siswanya datang dengan tergopoh – gopoh,”. Bu, ibu ditunggu oleh bapak kepala sekolah di kantor,”. Oh  iya, ibu segera ke sana,”.  Terima kasih ya, ”. Ya Bu. Dengan hati agak berdebar Sekar buru – buru berjalan ke kantor yang terletak tidak jauh dari kelas 3. 
Assalamualaikum,”
Walaikum salam,”Silahkan masuk Bu Sekar, “ Bapak memanggil saya?”
 Iya, begini Sekar, SK  ASNmu sudah turun,” Ini silahkan baca sendiri,” Sekar Kemuning, segera membuka amplop warna putih dan buru – buru membacanya. “ Bagaimana Bu Sekar,  Anda ditugaskan di SD mana?” sergah Pak Jayen,” Saya ditugaskan di daerah Sumatera, tepatnya di SDN 10 Muara Sugihan Kabupaten Banyuasin Pak”. Banyuasin, jauh sekali ya Bu,” SDN 10, letaknya di kota atau di pelosok Bu,?” Saya sendiri tidak tahu Pak,” di pelosok, apa di kotanya,” tapi Bu Sekar siapkan ditugaskan di sana” Insya Allah Pak, bagaimanapun ini sudah jadi jalan hidup yang ditentukan Allah SWT”  Ya sudah Pak, saya mohon pamit, seminggu lagi saya berangkat Pak”. Ya, sudah sukses selalu ya Bu,” besok Bu Sekar bisa pamit dengan anak – anak.
Suasana kelas gaduh, siswa – siswi kelas 3 sibuk menceritakan wali kelasnya Sekar Kemuning yang sebentar lagi mau meninggalkan Jakarta. ” Pagi Anak – anak,” Pagi Bu,” Bagaimana kabar kalian hari ini? ” Alhamdulillah baik Bu,” Bu, Bu Sekar mau pergi ya, tidak mengajar di sini lagi?” Sekar Kemuning tersenyum lembut menatap siswa – siswanya,”  Ya, ibu ditugaskan mengajar di daerah Sumatera, kalian tahukan pulau Sumatera, ya Bu” . Pulau yang dijuluki Swarna dwipa, jawab Hendri sang Jenius. Betul sekali, oleh karena itu dengarkan baik – baik nasehat ibu ya,”  Siapa pun nanti yang menggantikan ibu menjadi wali kelas kalian taati, hormati dia, sama seperti kalian menghormati dan menyayangi ibu. Belajar yang rajin, serta jadilah anak – anak yang bisa dibanggakan oleh sekolah, terutama Ayah -Bunda kalian. Mengerti anak – anak? ”  Mengerti Bu,” Oke, sekarang buka buku matematikanya dan kerjakan soal latihan di halaman 82. 
Hari yang ditunggu akhirnya datang, dimana Sekar berpamitan dengan rekan – rekan seprofesinya, serta seluruh siswa SDN 45. Perasaan haru, sedih, bahagia, menghiasi wajah –wajah mereka, melepas kepergian teman, sahabat, guru, yang selama ini berkumpul dan saling mengisi hari – hari mereka. 
Sesampainya di bandara, Sekar kembali mencium sang ibu yang melepas kepergiannya dengan linangan airmata, “ Sekar, jaga dirimu baik – baik nak,”  Jangan lupa telpon kalau sudah sampai. Jaga ibadahmu, ibu akan selalu mendoakan yang terbaik untukmu,” Terima kasih ibu. Ibu juga harus menjaga kesehatan, jangan terlalu memikirkan kepergian Sekar. Ikhlaskan saja apa yang sudah terjadi bu,” ibu ikhlas kok nak,” Biarlah ibu akan fokus pada adikmu Bissma. “ Sekar sudah kasih kabar Bapakmu? ” sudah bu, tadi pagi sudah telepon, tapi yang menerima Bu Venny,” istri barunya,” Yo wislah Nak, yang penting Sekar sudah kasih kabar,”  Bu,  Sekar sudah dipanggil, kembali Sekar memeluk dan mencium ibunya meski sedih dan berat, tapi ini jalan yang sudah diambilnya.
Tak  terasa Sekar  Kemuning  sudah hampir  satu  tahun tinggal  di  Desa Sumber Mulyo, sebuah Desa yang cukup maju dalam sektor pertanian terutama tanaman pangan hortikulturanya. Sekar dipercaya menjadi guru kelas V di SDN 10 Muara Sugihan. Sikapnya yang supel dan ramah membuatnya tak butuh waktu lama untuk mendapat sahabat – sahabat yang sayang  padanya.  Kepala Sekolah SDN 10 Bapak Supriatno S,Pd.  Memberinya tempat di dekat area sekolah. Sekar Kemuning, namanya cepat dikenal oleh jajaran guru, baik yang ada di wilayah Muara Sugihan  maupun di Muara Padang. Itu semua atas izin Allah SWT. dan  berkat kecerdasannya, sehingga dia dipercaya sebagai instruktur pembaharuan kurikulum terbaru yang lebih dikenal dengan K – 13.
Semburat cahaya mentari  senja, membias membentuk hamparan permadani semerah saga. Sekar Kemuning memejamkan mata indahnya.  Samar – samar bayangan masa lalunya membayang di pelupuk matanya. Ya bayangan seorang pemuda tampan, dengan sepasang mata teduhnya. Pemuda yang dulu mengisi hari – harinya, Bryan Abi Manyu, putra tunggal seorang Letnan Kolonel. Bryan yang tampan dan baik, tidak pernah bisa menolak keinginan orang tuanya. Cintanya berakhir karena dia dijodohkan  oleh orang tuanya. Keputusan pun diambil sepihak. Sekar lebih memilih berpisah dengan pria pujaan hatinya.
 Peristiwa yang terjadi pada kedua orang tuanya, membuat dirinya enggan untuk berhubungan dengan seseorang yang tidak direstui oleh orang tua, meski dia menyadari cintanya pada Bryan belum juga pupus, tapi dengan dia jauh dari Jakarta berharap dia bisa  melupakannya.
    PGRI   jatuh di SDN 2 Muara Padang.  Demi  memeriahkan hari Guru tersebut,  masing – masing Kecamatan mengadakan Kompetisi di berbagai bidang  olah raga. Sekar dipercaya untuk ikut lomba di bagian bulu tangkis. Dia berhadapan dengan guru dari SMA Muara Padang, Wildan Pratama, seorang guru dengan perawakan atletis, berkulit sawo matang, dengan sebaris kumis tipis menghiasi wajahnya yang mirip dengan artis Bollywood  Sanjay Devgan.  Pertandingan pun dimulai dengan seru. Masing – masing ,kedua belah pihak mendapatkan poin sama dan  detik yang terakhir ini adalah babak penentuan antara Sekar dan Wildan, “ Sudah Wil, mengalah saja, teriak teman – temannya, Wildan hanya tersenyum tipis sembari sesekali menatap lawan mainnya. Setelah beberapa menit berlalu, pertandingan pun usai sudah dengan scor 2- 3.  Kemenangan diraih oleh pasangan Wildan Pratama dan Suci, teman mainnya, sedangkan Sekar dan Pak Iwan cukup puas dengan scor 2. Karena permainan ini sifatnya menghibur, memeriahkan hari guru yang ke 72, usai pertandingan Wildan mendekati Sekar Kemuning yang  duduk di bawah pohon flamboyan, melepas lelah,
 “ Assalamualaikum, “ Waalaikum salam, “ boleh saya ikut gabung duduk di sini,?” O.., silahkan Pak, “ kenalkan saya Wildan   seraya mengulurkan tangannya, “ Sekar Kemuning, Sekar menyebutkan nama lengkapnya, “ Mm.. nama yang cantik secantik orangnya,  “  Ah.. pak Wildan bisa aja, sergah Sekar tersipu malu.” Bu Sekar sudah lama mengajar di SDN 10?” Akh… ga usyah panggil Bu lah, panggil saja Sekar,”  Kayaknya lebih enak,” kalau begitu sama donk, panggilnya jangan pak, “ jawab Wildan tersenyum, panggil Wildan, atau kakak, atau mas, abang, terserah Sekar enaknya  panggil apa, yang penting jangan panggil Paijo saja jawab Wildan, sambil tertawa, “  Oke dech.. biar Sekar panggil Mas  Wildan saja, tokh usia kita juga selisih dua atau tiga tahunan. Mereka pun ngobrol dengan akrab, karena pada dasarnya seorang Sekar mudah bergaul dengan siapa saja. Sikapnya yang ramah, lembut membuat orang yang ada didekatnya merasa nyaman.
 Sejak perkenalannya di acara PGRI,  Wildan sering BBM. Sekar menanggapinya biasa – biasa saja. Hatinya belum bisa move on  dari cinta Bryan Abi Manyu, meski dirinya berusaha untuk menghapus Briyan dari mimpi – mimpinya, hingga pada suatu hari Wildan memberikan sinyal asmara padanya melalui status FBnya. Yang berbunyi “ Engkau hadir laksana embun dalam gersangnya tamanku” 
Sekar hanya menghela nafas panjang. Kali ini dia tidak mau salah dalam mengambil keputusan, apalagi menyangkut pendamping hidupnya. Peristiwa pahit yang dialami kedua orang tuanya cukup sebagai pembelajaran untuknya.  Ayahnya yang seorang kontraktor menikah lagi dengan Veny Lestari sahabat ibunya waktu masih di SMA, namun ibunya begitu pasrah menerima dirinya dimadu dengan sahabatnya sendiri. Sakit memang sakit, tapi inilah suratan takdir Tuhan yang tidak bisa dihindari. Sekar berharap suatu hari nanti, Wildan Pratama mampu mencairkan kristal cintanya, menghapus bayangan Briyan di matanya serta mengisi cerita dari rimbun hari- harinya. 

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 347x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 345x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 314x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 264x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 207x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Baca Juga

di ujung Magrib

Di Ujung Magrib

Maret 31, 2026
85645e8f-e49d-463f-8fa4-730280ce2b71

Pentingnya Sastra dalam Sistem Pendidikan Rusia sebagai Landasan Pembentukan Karakter dan Pola Pikir

Maret 31, 2026
ba05a86a-c490-46bf-9ae8-c75ef1da62eb

Nasrallah dan Jugendliteratur

Maret 31, 2026
SummarizeShare234Tweet146
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Baca Juga

feb80617-be76-419c-9e6f-22ef823bed1a
#Amerika

Trump Akan Tarik Pasukan, Tanda Amerika Kalah Perang Lawan Iran

April 1, 2026
Takwa
Artikel

Membumikan Nilai Takwa Pascaramadan

April 1, 2026
Romantisme Secangkir Kopi
Esai

Romantisme Secangkir Kopi 

April 1, 2026
di ujung Magrib
#Cerpen

Di Ujung Magrib

Maret 31, 2026
Next Post

Guru Syuhada

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Home
  • Tentang Kami
  • Kirim Naskah
  • Disclaimer
  • Privacy Policy (Kebijakan Privasi)
  • Terms of Service (Syarat dan Ketentuan)
  • Penulis
  • Al-Qur’an

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com