• Latest
Numerasi Dalam Perspektif TKA Tingkat SMP Sederajat

Numerasi Dalam Perspektif TKA Tingkat SMP Sederajat

November 6, 2025

Kisah Perempuan – Lubna dari CĂłrdoba

March 13, 2026
Lomba Menulis Cerita Anak Cerdas 2026

Lomba Menulis Cerita Anak Cerdas 2026

March 13, 2026
Kecanggihan Teknologi pada Zaman Nabi Daud dan Nabi Sulaiman

Kecanggihan Teknologi pada Zaman Nabi Daud dan Nabi Sulaiman

March 12, 2026

Tatanan Global Bergeser: Apakah Timur Tengah Siap Memasuki Era Post-American Security Order?

March 12, 2026
What is Scholasticide?

Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel

March 12, 2026
Pendidikan Hukum Pemilu dan Penataan Ulang Demokrasi Menuju Pemilu 2029

Pendidikan Hukum Pemilu dan Penataan Ulang Demokrasi Menuju Pemilu 2029

March 12, 2026
Menjadi Insan Bertasawuf

Menjadi Insan Bertasawuf

March 12, 2026
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?

Aceh Hijau atau Aceh Gundul?

March 12, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Numerasi Dalam Perspektif TKA Tingkat SMP Sederajat

Redaksi by Redaksi
November 6, 2025
in Artikel
0
Numerasi Dalam Perspektif TKA Tingkat SMP Sederajat
591
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh : Dian Apriliyanti / SMP Negeri 4 Payung-Bangka Selatan

Numerasi, sebagai kemampuan untuk memahami, menerapkan, dan menganalisis konsep matematika dalam konteks kehidupan sehari-hari, memainkan peran krusial dalam tes kemampuan akademik di tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP) sederajat. Di Indonesia, numerasidi tingkat SMP sederajat dirancang untuk membangun fondasi dasar, memastikan siswa mampu menghadapi transisi ke pendidikan menengah atas. 

Baca Juga

Kecanggihan Teknologi pada Zaman Nabi Daud dan Nabi Sulaiman

Kecanggihan Teknologi pada Zaman Nabi Daud dan Nabi Sulaiman

March 12, 2026

Tatanan Global Bergeser: Apakah Timur Tengah Siap Memasuki Era Post-American Security Order?

March 12, 2026

Di tengah gempuran Kurikulum Merdeka yang menjanjikan pembelajaran pembelajaran berbasis proyek, realitas di lapangan justru menunjukkan bahwa kemampuan numerasi tetap diukur dengan cara yang kaku, berorientasi skor, dan sering kali mematikan kreativitas. 

Opini ini akan mengupas mengapa numerasi begitu dominan di tingkat SMP, dampaknya terhadap anak usia 13-15 tahun, serta jalan keluar agar numerasi tidak lagi lagi menjadi momok, melainkan menjadi sayap.

Pertama, mari kita telaah definisi dan ruang lingkup numerasi di tingkat SMP. Menurut Kerangka Programme for International Student Assessment (PISA) yang diadopsi oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemdikbudristek), numerasi melibatkan kemampuan mengenali masalah matematis dalam situasi nyata, menggunakan alat matematika untuk menyelesaikannya, dan menginterpretasikan hasilnya. 

Dalam Asesmen Nasionan(AN) yang diterapkan untuk siswa kelas 8 SMP, numerasi diuji melalui soal-soal berbasis literasi membaca dan kuantitatif. Tes ini bersifat diagnostik, bukan hanya selektif, bertujuan mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan siswa untuk perbaikan kurikulum sekolah.

Keberadaan numerasi dalam tes kemampuan akademik tingkat SMP sangat strategis karena usia 13-15 tahun adalah periode kritis perkembangan kognitif. Menurut teori Jean Piaget, siswa SMP berada di tahap operasi formal, di mana mereka mulai berpikir abstrak dan hipotetis-deduktif. 

Numerasi membantu mengasah kemampuan ini melalui pemecahan masalah kontekstual. Namun, penekanan numerasi di tingkat ini sering dikritik karena menciptakan tekanan berlebih pada siswa yang masih dalam fase eksplorasi. 

📚 Artikel Terkait

Sengketa Terpelihara

Sudah 5 Abad Peranan Kesultanan Mataram Islam Di Nusantara-Indonesia Sampai Sekarang

Sisi Humor Donald Trump: Lebih dari Sekadar Kontroversi

Rakernas IGI Banda Aceh 2023: Museum Aceh dan Kuliner Kopi

Banyak orang tua dan guru mengeluh bahwa tes numerasi membuat matematika terasa menakutkan, bukan menyenangkan yang sering disebut sebagai fenomena “MathAnxiety” atau kecemasan matematika.

Untuk mengatasi tantangan, beberapa rekomendasi patut dipertimbangkan. Pertama, diversifikasi format tes. Selain pilihan ganda, tambahkan soal open-ended yang meminta siswa menjelaskan alasan, mendorong berpikir kritis. Kedua, integrasi teknologi ramah anak. Gunakan platform pendidikan untuk simulasi tes dengan gamifikasi, sehingga membuat numerasi menyenangkan. 

Ketiga, pemerataan akses seperti yang saat ini sedang Pemerintah lakukan melalui program IFP. Keempat, pendekatan inklusif dengan menyertakan soal berbasis budaya lokal. Kelima, kolaborasi dengan orang tuaseperti sosialisasi numerasi dalam keluarga agar bisa mengurangi “math anxiety” di rumah.

Selain itu, evaluasi tes harus berkelanjutan. Asesmen Nasional ataupun Tes Kemampuan Akademik (TKA) bisa dikombinasikan dengan portofolio siswa, seperti laporan proyek sains, untuk penilaian holistik, di mana numerasi dinilai melalui tugas berkelompok. 

Selain itu, sekolah bisa mengintegrasikan numerasi dalam ekstrakurikuler seperti klub robotik atau analisis data olahraga. Dengan begitu, tes bukan beban, tapi motivasi.

Pada akhirnya, numerasi dalam perspektif tes kemampuan akademik (TKA) di tingkat SMP sederajat adalah investasi masa depan bangsa. Ia bukan hanya mengukur, tapi membentuk siswa menjadi warga yang cerdas data dan bijak keputusan. 

Jadi, diharapkan numerasi dalam TKA membekali anak dengan kemampuan berpikir jernih, bukan membunuh rasa ingin tahu mereka dengan tes berbasis waktu. Numerasi bukan monster, ia adalah teman yang mungkin pernah belum benar saat diperkenalkan. Saatnya memperkenalkan ulang numerasi kepada anak-anak SMP dengan cara yang manusiawi, kontekstual dan penuh kasih sayang. .

Jika dikelola dengan baik, numerasi akan menjadi jembatan emas dari SMP ke dunia yang penuh angka. Mari kita pastikan setiap anak, dari Sabang sampai Merauke, memiliki kesempatan yang sama untuk bersinar melalui numerasi. Karena di balik setiap angka, ada seni berhitung dan cerita potensi yang menunggu untuk digali.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 75x dibaca (7 hari)
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
23 Feb 2026 • 67x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 63x dibaca (7 hari)
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
17 Feb 2026 • 62x dibaca (7 hari)
Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel
Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel
12 Mar 2026 • 59x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare236
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Terkait

Kecanggihan Teknologi pada Zaman Nabi Daud dan Nabi Sulaiman

Kecanggihan Teknologi pada Zaman Nabi Daud dan Nabi Sulaiman

by Redaksi
March 12, 2026
0

Oleh: Nurul Hikmah, S.Pd.I., M.A Sejarah para nabi dalam Al-Qur’an tidak hanya menceritakan tentang dakwah dan perjuangan mereka dalam menyampaikan risalah Allah, tetapi juga menggambarkan berbagai bentuk kemajuan...

Tatanan Global Bergeser: Apakah Timur Tengah Siap Memasuki Era Post-American Security Order?

by Dayan Abdurrahman
March 12, 2026
0

Oleh Dayan Abdurrahman Pendahuluan: Sebuah Perubahan yang Tidak Terelakkan Selama lebih dari tujuh dekade setelah Perang Dunia II, kehadiran militer Amerika Serikat di Timur Tengah telah menjadi semacam...

What is Scholasticide?

Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel

by Dr. Al Chaidar Abdurrahman Puteh, M.Si
March 12, 2026
0

Al Chaidar Abdurrahman PutehDosen Antropologi, Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe, Aceh Genosida yang dilakukan Israel terhadap rakyat Palestina bukan sekadar tragedi kemanusiaan, melainkan ujian moral dan politik bagi dunia internasional....

Pendidikan Hukum Pemilu dan Penataan Ulang Demokrasi Menuju Pemilu 2029

Pendidikan Hukum Pemilu dan Penataan Ulang Demokrasi Menuju Pemilu 2029

by Redaksi
March 12, 2026
0

Oleh Masrur Salamuddin Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 135/PUU-XXII/2024 menandai titik balik penting dalam sejarah ketatanegaraan Indonesia, khususnya dalam desain penyelenggaraan pemilihan umum. Mulai 2029, keserentakan Pemilu nasional dan...

Next Post

Ironi “Iron Lady” dan Politik Identitas yang Retak

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Disclaimer
  • Al-Qur’an
  • Tentang Kami
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Punya tulisan menarik?
Kirim ke Redaksi via WhatsApp
No Result
View All Result
  • Home
  • Kirim Tulisan
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST

© 2026 potretonline.com