• Latest

KEPEDULIAN UNTUK MEMBERIKAN PERLINDUNGAN TERHADAP ANAK

May 31, 2017
Apa Kata Dunia?

Apa Kata Dunia?

March 13, 2026
Antara Gold, Glory, dan Suara Rakyat: Merenungkan Keadaban Dunia dari Pengalaman Sehari-hari

Antara Gold, Glory, dan Suara Rakyat: Merenungkan Keadaban Dunia dari Pengalaman Sehari-hari

March 13, 2026

Kisah Perempuan – Lubna dari Córdoba

March 13, 2026
Lomba Menulis Cerita Anak Cerdas 2026

Lomba Menulis Cerita Anak Cerdas 2026

March 13, 2026
Kecanggihan Teknologi pada Zaman Nabi Daud dan Nabi Sulaiman

Kecanggihan Teknologi pada Zaman Nabi Daud dan Nabi Sulaiman

March 12, 2026

Tatanan Global Bergeser: Apakah Timur Tengah Siap Memasuki Era Post-American Security Order?

March 12, 2026
What is Scholasticide?

Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel

March 12, 2026
Pendidikan Hukum Pemilu dan Penataan Ulang Demokrasi Menuju Pemilu 2029

Pendidikan Hukum Pemilu dan Penataan Ulang Demokrasi Menuju Pemilu 2029

March 12, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

KEPEDULIAN UNTUK MEMBERIKAN PERLINDUNGAN TERHADAP ANAK

Redaksi by Redaksi
May 31, 2017
in Lomba Menulis
0
586
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Risyca Nova Pujiastuti
Berdomisili di Depok, Jawa Barat

📚 Artikel Terkait

Ingat Roda Kehidupan

Ekopolitik Neurokultur

Melayarkan Kembali Kapal Kebanggaan

Ekonomi dari Rakyat, Tapi untuk Bank? Kritik terhadap Skema Bantuan Berkedok Kredit

Baca Juga

Lomba Menulis Cerita Anak Cerdas 2026

Lomba Menulis Cerita Anak Cerdas 2026

March 13, 2026
Konsistensi POTRET Dalam Merawat Literasi Anak Bangsa

Konsistensi POTRET Dalam Merawat Literasi Anak Bangsa

January 18, 2026

📢 𝐔𝐏𝐃𝐀𝐓𝐄 𝐓𝐄𝐑𝐁𝐀𝐑𝐔 𝐋𝐎𝐌𝐁𝐀 𝐌𝐄𝐍𝐔𝐋𝐈𝐒 𝐄𝐒𝐀𝐈 𝐍𝐀𝐒𝐈𝐎𝐍𝐀𝐋 𝟐𝟎𝟐𝟓 📢𝐅𝐎𝐑𝐔𝐌 𝐊𝐑𝐄𝐀𝐓𝐎𝐑 𝐄𝐑𝐀 𝐀𝐈 (𝐊𝐄𝐀𝐈)

October 31, 2025
            Anak-anak bagaikan kuncup bunga yang baru tumbuh dan memiliki banyak predator yang bersembunyi serta siap memangsa mereka, untuk menghasilkan bunga yang mekar dengan keindahan yang memesona atau dengan kata lain tumbuh menjadi dewasa dan lulus ujian kehidupan, anak-anak tersebut harus bisa mengatasi ancaman, tantangan, serta godaan yang tersebar luas dimana-mana.
            Di Zaman sekarang ini, orangtua mana yang tidak was-was kalau anaknya yang masih kecil berjalan keluar rumah dan agak lama belum kembali? Atau keluarga mana yang tidak khawatir ketika rute perjalanan sekolah anaknya melewati tempat yang sepi?. Pasti, semua orangtua normal akan merasakan kedua hal tersebut, apalagi jika melihat berita, semakin hari semakin banyak kekerasan yang menimpa anak-anak, termasuk kekerasan seksual.
           
            Kekerasan pada anak (Child sexual abuse) adalah pemaksaaan, ancaman atau ketidakperdayaan seorang anak dalam aktivitas seksual. Aktivitas seksual tersebut meliputi melihat, meraba, penetrasi (tekanan), pencabulan, dan pemerkosaan.
            Merujuk rilis Komnas Perlindungan Anak, selama lima tahun terakhir ada 21.689.987 aduan pelanggaran hak anak yang tersebar di 33 provinsi dan 202 kabupaten/kota. Dari angka itu, 58 persen diantaranya adalah kejahatan seksual.  Kasus kejahatan seksual seringkali terjadi dari lingkungan terdekat korban, seperti lingkungan sekolah, lingkungan masyarakat, bahkan di dalam rumahnya sendiri.  Sungguh memprihatikan bukan? Tetapi inilah fakta yang sering terjadi.  Oleh karena itulah, anak-anak harus dibekali pengetahuan mengenai pendidikan seks sedini mungkin, agar dapat mencegah serta melindungi diri sendiri dari para predator yang siap memangsanya.
            Anak-anak mempunyai hak untuk dilindungi, tumbuh, dan berkembang secara aman. Kekerasan seksual tidak hanya memberikan luka fisik, tetapi juga luka psikis yang dapat memberikan dampak negatif terhadap tumbuh kembang anak, anak juga dapat mengalami trauma hingga dewasa nanti. Tentunya, peran orangtua dan guru sangat dibutuhkan untuk senantiasa memberikan pendidikan dan pendampingan terhadap anak-anak.
            Pencegahan kekerasan seksual terhadap anak memang perlu dilakukan oleh orangtua dan guru sejak sedini mungkin. Di Indonesia, kurikulum mengenai pendidikan seks terhadap anak memang belum maksimal, untuk jenjang SD saja baru sebatas pengenalan nama-nama anggota tubuh. Nah, peran orangtua dan guru untuk mengeksplore materi ini sangatlah penting, agar anak-anak mengenal bagian tubuhnya sedini mungkin, serta memahami bagian tubuh mana saja yang boleh disentuh dan tidak boleh disentuh oleh oranglain.  Gerakan yang bernama SEMAI 2045 (Selamatkan Generasi Emas Indonesia 2045) merilis sebuah gubahan lagu tentang mengenal sentuhan, lagu ini dapat kita jadikan alternatif sebagai sebuah pengajaran melalui lagu kepada anak-anak, agar menjadi lebih asyik dan mudah diingat. Lirik lagunya sebagai berikut;
Sentuhan boleh
Sentuhan boleh
Kepala tangan kaki
Karena sayang karena sayang
Karena sayang
Sentuhan tidak boleh
Sentuhan tidak boleh
Yang tertutup baju dalam
Hanya diriku hanya diriku
Yang boleh menyentuh
Sentuhan boleh
Sentuhan boleh
Kepala tangan kaki
Karena sayang karena sayang
Karena sayang
Sentuhan tidak boleh
Sentuhan tidak boleh
Yang tertutup baju dalam
Katakan tidak boleh
Lebih baik menghindar
Bilang ayah ibu
           
            Lagu tersebut dapat dijadikan alternatif untuk mengenalkan jenis-jenis sentuhan, serta mengajarkan kepada anak untuk memberitahu ayah ibu atau lebih baik menghindar serta kabur  jika ada oranglain yang melakukan sentuhan di bagian tubuhnya.
            Hal lainnya yang dapat dijadikan usaha pencegahan kekerasan terhadap anak yaitu dari usia 0-5 tahun, sejak ia belum bisa berbicara anak telah diajarkan tentang nama-nama bagian tubuhnya, seiring bertambahnya usia, jelaskan juga fungsi dan bagaimana menjaganya, serta ajarkan anak untuk mampu berkata TIDAK, ENGGA MAU, atau  JANGAN jika dipaksa oleh orang asing ajarkan untuk berteriak atau lari.
            Mulai usia 5 tahun ikatlah anak-anak dengan ilmu-ilmu agama dengan mengenalkan arti orang asing, kenalan, teman, kerabat, dan mahram. Selain itu, jadilah orangtua yang aktif bertanya kepada anak terhadap segala jenis aktivitas yang dilakukannya agar anak terbiasa berbagi banyak hal kepada orangtua termasuk berbagi rahasia, ajarkan anak untuk menutup aurat di depan oranglain yang bukan mahramnya, dan mulailah mendampingi anak serta mengawasi jenis tayangan yang ditonton oleh anak-anaknya.
            Hal yang tidak kalah penting untuk mencegah terjadinya kekerasan seksual pada anak-anak adalah kepedulian kita terhadap lingkungan sekitar, seluruh unsur masyarakat harus bersikap peduli dengan anak-anak di lingkungannya. Masyarakat perlu saling bekerjasama untuk menciptakan lingkungan yang aman dan nyaman bagi anak-anak.
            Sudah saatnya, kita semua harus saling bergandengan tangan dan bekerjasama untuk melindungi anak-anak dari kejahatan yang mengincar mereka, bukan hanya saling menyalahkan dan diam dalam keprihatinan, tetapi mulailah bergerak bersama. Kesuksesan sebuah rencana dapat terwujud jika seluruh pihak sadar terhadap perannya dan mau peduli.
            Anak-anak adalah masa depan bangsa dan negara ini, oleh karena itulah kita wajib memberikan rasa aman, nyaman, serta memberikan perlindungan kepadanya agar kelak tumbuh menjadi anak kuat yang mencintai bangsa dan negaranya. Ayo, saatnya semua peduli.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 86x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 80x dibaca (7 hari)
Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel
Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel
12 Mar 2026 • 75x dibaca (7 hari)
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
Bahasa Indonesia yang Bergema di Australia
23 Feb 2026 • 73x dibaca (7 hari)
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
Tema Lomba Menulis Edisi Februari 2026
17 Feb 2026 • 69x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare234
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Baca Juga

Apa Kata Dunia?
# Ironi

Apa Kata Dunia?

March 13, 2026
Antara Gold, Glory, dan Suara Rakyat: Merenungkan Keadaban Dunia dari Pengalaman Sehari-hari
# kolonial

Antara Gold, Glory, dan Suara Rakyat: Merenungkan Keadaban Dunia dari Pengalaman Sehari-hari

March 13, 2026
Perempuan

Kisah Perempuan – Lubna dari Córdoba

March 13, 2026
Lomba Menulis Cerita Anak Cerdas 2026
Anak Cerdas

Lomba Menulis Cerita Anak Cerdas 2026

March 13, 2026
Next Post

ANAK SEBAGAI KORBAN PEDOFIL

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Disclaimer
  • Al-Qur’an
  • Tentang Kami
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Kirim Tulisan
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST

© 2026 potretonline.com