HABA Mangat

Responden Terpilih

Maret 14, 2025
Majalah POTRET pun Penting dan Perlu Untuk Melihat Wajah Batin dan Spiritualitas Diri Kita

Tema Lomba Menulis Maret 2025

Maret 22, 2025

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    882 shares
    Share 353 Tweet 221
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    869 shares
    Share 348 Tweet 217
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    670 shares
    Share 268 Tweet 168

HABA Mangat

Responden Terpilih

Maret 14, 2025
Majalah POTRET pun Penting dan Perlu Untuk Melihat Wajah Batin dan Spiritualitas Diri Kita

Tema Lomba Menulis Maret 2025

Maret 22, 2025

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    882 shares
    Share 353 Tweet 221
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    869 shares
    Share 348 Tweet 217
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    670 shares
    Share 268 Tweet 168
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Jabatan itu Amanah atau Aman… Nah?

Redaksi by Redaksi
Februari 15, 2023
in akhlak, Ala Rasulullah, Artikel, Jabatan, Kaderisasi, Pekerjaan, POTRET Budaya
Reading Time: 3 mins read
0
Jabatan itu Amanah atau Aman… Nah?
587
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Riza Saputra

Baca Juga

Pergeseran Pusat Gravitasi Dunia: Membaca Konflik Iran–Israel dan Implikasinya bagi Strategi Geopolitik Indonesia serta Masa Depan Aceh

Maret 17, 2026
Lailatul Qadar Dalam Fenomenologi Cahaya

Lailatul Qadar Dalam Fenomenologi Cahaya

Maret 17, 2026
Negara yang Mendidik dan atau Negara yang Menghukum

Koeli Kontrak (Contractarbeider)

Maret 17, 2026

Warga Sipil dan Owner Seduh Alam

ADVERTISEMENT

Jabatan itu amanah. Jabatan itu titipan. Jabatan itu sementara. Ucapan seperti itu sudah sering kita dengar dan tidak ada yang salah dengan ucapan tersebut, karena memang jabatan itu diamanahkan, dititipkan dan tidak selamanya menjadi milik kita.

Jika kita sadari bahwa jabatan itu merupakan amanah yang sangat berat dan akan dimintakan pertanggung jawabannya oleh sang pencipta. Sehingga para sahabat Nabi pun sangat takut terhadap jabatan yang dibebankan kepada mereka, sebagaimana yang terjadi pada Abu Bakar yang kala itu diangkat menjadi Khalifah sepeninggalnya Rasulullah SAW.

Dalam pidatonya di hadapan umat muslimin dia berkata “Demi Allah, saya tidak pernah berambisi untuk menjadi pemimpin, saya pun tidak punya keinginan untuk itu, saya juga tidak pernah meminta kepada Allah untuk dijadikan pemimpin, baik saat sendirian maupun di keramaian, akan tetapi saya tidak ingin terjadi fitnah. Dengan demikian saya bukannya senang dengan jabatan ini, saya justru merasa diberi beban yang amat berat yang mungkin tidak sanggup dipikul kecuali dengan adanya pertolongan Allah.” Sebagaimana yang dinukil dari buku 10 Sahabat yang Dijamin Masuk Surga, karya Abdus Sattar Asy-Syaikh.

Hal serupa juga dilakukan oleh Umar bin Abdul Aziz yang diangkat menjadi Khalifah pada dinasti Bani Umayyah. Beliau menangis terisak-isak sambil memasukan kepalanya ke dalam dua lututnya seraya berkata “Inna lillahi wa innaa ilaihi raji’uun.” Ketika beliau diberikan jabatan tersebut.

Hal seperti itu mungkin dianggap aneh bagi kebanyakan orang di zaman sekarang, namun itulah fakta sejarah dan tentu saja didasari oleh sebuah alasan yang jelas, bahwa mereka menyadari jabatan itu merupakan amanah yang sangat berat dan mereka khawatir akan keadaan diri mereka kelak di hari akhir.

Rasulullah SAW bersabda “Tidaklah ada seseorang hamba yang Allah beri kepercayaan untuk memimpin, kemudian pada saat matinya dia berada dalam (keadaan) melakukan penipuan terhadap rakyatnya kecuali akan diharamkan atasnya untuk masuk surge.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Tidak bisa di pungkiri bahwa saat ini banyak orang menginginkan jabatan karena jabatan dianggap sesuatu yang prestisius. Dengan jabatan yang dimiliki, kasta manusia itu menjadi naik dan memiliki kekuasaan, statusnya menjadi dihormati, dipandang dan mendapat prioritas lebih baik di lingkungan kerja maupun di lingkungan tempat tinggalnya.

Jadi wajar saja jika banyak orang berlomba-lomba mengejar untuk mendapatkan jabatan dan mengesampingkan beratnya amanah yang akan dipertanggung jawabkan atas jabatan yang dikerjarnya. Sangat berbeda dengan apa yang di sikapi oleh para sahabat Nabi yang disebutkan tadi.

Sepertinya ucapan “Jabatan itu Amanah” telah berubah menjadi “Jabatan itu Aman… Nah”, karena realitanya saat ini, di satu sisi ada orang-orang yang berani menjual jabatan dan disisi lainya ada orang-orang yang mau membeli jabatan tersebut. Asalkan  kedua belah pihak Aman, maka “Nah, ini Jabatan untuk Anda.”

Maka, wajar jika Jabatan atau Amanah tersebut disalah gunakan karena orang yang memegang Jabatan tersebut telah mengeluarkan banyak rupiah untuk mendapatkannya. Integritas dan Kompetensi tidak lagi menjadi penilaian yang utama bagi si pemberi jabatan untuk menentukan orang tersebut layak atau tidak untuk mengisi satu posisi/jabatan, namun kini lebih bersifat “Transaksional”. Siapapun orang yang mampu memenuhi “mahar” yang telah ditetapkan untuk memuaskan nafsu si pemberi jabatan, maka sudah dapat dipastikan ia akan meperoleh jabatan yang diincarnya.

Jabatan itu titipan, sepertinya juga hanya ucapan di bibir saja, karena kebanyakan para pejabat tidak rela jabatan yang telah dimilikinya itu hilang. Hal ini disebabkan oleh indahnya kenikmatan fasilitas yang didapat dari Jabatannya. Sehingga mereka pun akan menempuh berbagai macam cara agar jabatan itu terus melekat kepada dirinya, walaupun kinerjanya buruk.

Bagi orang-orang yang memiliki integritas dan kompetensi dianggap sebagai orang yang kaku dalam menjalankan tugas jabatannya alias tidak lues, tidak bisa bernegosiasi, dan tidak bisa bekerjasama. Karena orang-orang seperti ini berani berbicara apa yang benar dan tidak untuk dilakukan, sedangkan kebanyakan para pemberi jabatan sangat anti ditentang apa yang sudah menjadi kemauannya, meskipun kemauannya itu menyalahi aturan yang telah ditetapkan, karena mereka lebih senang dininabobokan dengan sanjungan dan pujian.

Jika Aceh dikatakan salah satu Provinsi termiskin, mungkin wajar karena menurut saya yang paling miskin di Aceh itu bukan masyarakatnya, namun para pejabat di Aceh itu sendiri. Karena mereka Miskin Akhlak, Miskin Integritas dan Miskin Materi. Sehingga mereka menggadaikan Amanah dengan Materi. Masikah Jabatan itu Amanah atau Jabatan adalah Aman… Nah. Silahkan anda menilai sendiri sesuai dengan kondisi saat ini. Semoga menjadi bahan renungan kita bersama dan terus berusaha menjadi lebih baik walaupun tanpa jabatan. Wallahu ‘alam bishawab.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 316x dibaca (7 hari)
Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel
Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel
12 Mar 2026 • 283x dibaca (7 hari)
Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital
Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital
13 Mar 2026 • 242x dibaca (7 hari)
Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?
Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?
13 Mar 2026 • 206x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 157x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare235
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Baca Juga

Artikel

Pergeseran Pusat Gravitasi Dunia: Membaca Konflik Iran–Israel dan Implikasinya bagi Strategi Geopolitik Indonesia serta Masa Depan Aceh

Maret 17, 2026
Lailatul Qadar Dalam Fenomenologi Cahaya
#Korban Bencana

Lailatul Qadar Dalam Fenomenologi Cahaya

Maret 17, 2026
Negara yang Mendidik dan atau Negara yang Menghukum
#Hari Buruh

Koeli Kontrak (Contractarbeider)

Maret 17, 2026
Cerpen

Aku Merindu

Maret 17, 2026
Next Post
Gerakan Donasi 1000 Sepeda:  Meringankan Beban Keluarga Tak Mampu

Gerakan Donasi 1000 Sepeda: Meringankan Beban Keluarga Tak Mampu

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Disclaimer
  • Al-Qur’an
  • Tentang Kami
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Kirim Tulisan
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST

© 2026 potretonline.com