EgoAda aku yang aku pada kamu yang kamuAda jiwa-jiwa yang lelah pada langkah-langkah jengahAda kosong pada kekosongan yang beri bunyi...
Read moreDetailsWAHAI HATIKUWahai hati yang sunyiturunkan perahu kerinduanSaya menyajikan secangkir damMatahari masih tersenyumbiar disiniSaya mengambil pecahan kaca_ Dalam badai kecuranganmeulaboh,05 .09.2021SORE...
Read moreDetails( Karya : Zab Bransah)Izinkanlah,Wahai Zulia kusapa bulan bersama malamini malam bersama bulan kurindukan walau di ujung malamakan bertepi merebahkan...
Read moreDetailsCermin Fatamorgana Akuhilang dirihanya biashanya tipuanhanya pantulanhanya imajinasihanya gejala optishanya fatamorgana: Aku tak ingiin itu Akusiapadi manake mana : Lelah sudah aku cari Akuhanya...
Read moreDetailsOleh Ria AndeliaKumendengar suara goresan Yang membuat hatiku terasa sakitTubuhku kaku seakan waktu telah terhentiDia hadir dengan ribuan rayuandan pergi tanpa berucap...
Read moreDetailsTantangan SenjaKujejaki jembatan rindu laut Malaka kuseberangiKutitip senja di ufuk barat Bila malam tiba baru tiba Daku menyeberangi gelombangArah angin tak bertepi...
Read moreDetailsUntuk Suami TercintaOleh, Lina Zulaini Kamu, orang asing yang kutemui beberapa saat lalu. Memilihku jadi bagian terpenting dalam hidupmu. Tentu, semua telah Allah...
Read moreDetails(Puisi Di Perjalanan)*Khayalis : Syamsuarni SetiaPahit di sudut bibirDitelan susah dibuang sayangBiar kukulum di bawah lidahPerasaan pun terguncang...
Read moreDetailsOleh Muhammad NazarMhs. Prodi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan, UIN Ar-Raniry, Banda AcehMulai terlintas di kepalabahwa aku ingin...
Read moreDetailsNana AprilyaSiswi Madrasah Tsanawiyah Swasta, Juli, Bireun, Aceh Ketika tirai mulai terbukaSang surya menampakkan sinarnyaKulihat segenap harapan jiwaImpikan hayalan menjadi nyata Kususuri jalan setapakTak lebar namun menggairahkanWalau banyak rintanganKuhempas dengan tekad yang kuat Di tengah perjalananMata mengalihkan pandanganPada dua insan cilikMenadahkan tangan mata memelas Timbul rasa iba di hatikuKu dekati mereka, sembari bertanyaApa yang kalian lakukan disiniTidakkah kalian bersekolahDimana ayah dan ibu kalian? Suara lembut mereka mulai menyahutKami di sini mencari uangBekerja keras untuk bisa makanKami tak bisa bersekolahKami sendiri tak ada ayah tak punya ibu Mataku pedih penuh haruPertanyaan dalam hati beralih pada duniaTidakkah kau peduli pada merekaKau biarkan mereka terlantarDimanakah pedulimu wahai dunia?Pedulimu membuka harapan mereka
Read moreDetails