
Masih Adakah Harumnya Bunga Kupula - Zab Bransah, Sajak ke - 3 Aku tidak muda lagi, tidak ada satu detik...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Rosli K. Matari Di Malaysia - Zab Bransah, kota Langsa *Kurenung...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Fajar Kiranya aku tahu benar, mengapa hanya aku yang tertawa karena membenarkan perilaku yang tidak benar. Ah sudah-lah. Manusia...
Baca SelengkapnyaDetailsKarya Ali Hamzah Marahmu membunuhku, bulan Matahari redup di ujung senja Tak berapa lagi, aku tak tahu Matahari memadamkan cahayanya...
Baca SelengkapnyaDetailsGuru Guruku..... Ibarat sebatang lilin Kau rela membakar dirimu Untuk menerangi sekitarmu Guruku..... Kau korbankan waktumu Demi mengajari kami...
Baca SelengkapnyaDetailsRumah Tua Oleh Zab Bransah Radzuan Ibrahim Rumah tempat dirimu hadir Rumah berpapan lapuk kini tampak dimakan usia Rumah awal...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Zulkifli Abdy Cianjur.., Dukamu adalah duka kami jua Deritamu adalah derita kita semua Tatkala bumi Cianjur berguncang Laksana mimpi...
Baca SelengkapnyaDetailsZab Bransah Cahaya matamu bening izinkanlah kutatap bola matamu Rupamu bagaikan bunga mekar memerah mawar indah di taman Bidadariku Kerinduan...
Baca SelengkapnyaDetails- Mustiar Ar Memahat kata saat putik tumbuh jadi bunga Deru angin lam padang Pekik Teuku Meulaboh membakar jiwa rakyat...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Nadia Ulfa Hanya memandang dari kejauhan Ingin sekali kumenyapanya dengan riang Kubisa saja melakukannya dengan senang Namun, itu semua...
Baca SelengkapnyaDetails© 2025 potretonline.com