
Puisi oleh Leni Marlina 1) Kawan janganlah kau marah, bukan maksudku tak mau melangkah bersamamu, tapi ibuku resah menunggu....
Baca SelengkapnyaDetails“Aku melalui fasa zaman banyak penyakit dan banyak pesakit” Di persimpangan waktu, langkahku terhenti, Dalam kaca dunia, nampak wajah sepi....
Baca SelengkapnyaDetailsBUNGA ITU Bunga itu bukanlah bunga jika tidak secantik bunga menghiasi laman inderaloka Bunga itu bukanlah bunga sebenar andai baunya...
Baca SelengkapnyaDetailsPuisi Leni Marlina /1/ Di balik bayang senja yang tenang, kulihat langkahmu, Ayah, mengayun lembut di antara waktu, kuat...
Baca SelengkapnyaDetailsZab Bransah Bunda, Dirimu penuh cinta bagi ananda Doa pengorbananmu Demi ananda Waktu silih berganti penuh perhatian bagi ananda ....
Baca SelengkapnyaDetailsPuisi Oleh Leni Marlina 1) Maafkan aku kawan, aku terpaksa berlari, bukan untuk meninggalkanmu, tapi ayahku menunggu. Sepulang sekolah, aku...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Erika Syifaq Taruni Kelas XI Perhotelan SMKN 1 Jeunieb, Bireun, Aceh Broken home adalah kehidupan yang paling...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Zulkifli Abdy Rasanya tak ada lagi yang dapat kami katakan padamu wahai pemimpin Selain hanya menunggu Jalan berliku...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Ahmad Noh Aku ringankan bicara menyapa anak muda hijrahnya dari kota juga desa mencari hasrat menyala tapi berwatak keliru...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Tabrani Yunis Pada tetesan-tetesan hujan suatu sore kala mentari menyulam malam Kala burung -burung bergegas pulang Suara azan pun...
Baca SelengkapnyaDetails© 2025 potretonline.com