HABA Mangat

HABA Mangat

Puisi

Rubrik Puisi adalah ruang bagi kata-kata yang diramu menjadi cahaya, luka, harapan, dan rahasia. Di sini, setiap bait bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi jejak perasaan yang ditulis dengan ketajaman imaji dan kejujuran batin.

Rubrik ini membuka pintu bagi suara-suara yang ingin berbicara lewat lirih metafora, menantang keheningan, dan merayakan sisi paling manusia dari pengalaman: cinta, kehilangan, waktu, dan kerinduan. Setiap puisi menjadi undangan untuk berhenti sejenak, lalu merasakan.

Betapa Aku Mencintaimu

Ilustrasi : Kompasiana.comOleh Jenny FebbiyantiKelas:10  AkuntansiSaat ku lihat wajahmu ...Cantik bagaikan bidadari...Saat ku pandang senyummu...Manis,membuat siapa pun menyukainya...Namun,saat ini itu...

Seperti Mimpi Hari Ini

Ilustrasi : Ngasih.comOleh Tabrani YunisLangit berdebulembab, basahhujan menerpa daun-daunmatahari bersembunyi sendiriSepi bergelantungandi hati disambut mimpiilusi tuk berdiri kembali menghapus debu...

Maaf, Aku Terlambat

Oleh Lina ZulainiAku rangkai sajak rinduPada daun kering Untuk dirimuYang 'katanya' akan pulangAku menungguDi bawah bayang rembulanBersama ranting Dan cabang"Lejar"Suara...

Rindu

Oleh : NsyahRindu..Masih berat untuk dikatakan tapi tak bisa berbohong Rindu...Mempunyai hati yang gelisah tapi hanya mampu menghayalkanRindu...Ada kalanya seperti...

Bercerita Pada Senja

Oleh Lina ZulainiSenjaMasihkah kau merindunya?Layaknya diri iniMasihkah kau menantinya?Layaknya sukma iniSenjaBiar aku sedikit lamaDi sudut sunyi bernama sepiDi ruang mimpi...

Mengikat Cinta

Oleh Tabrani YunisHari ini, bukan hari KartiniTapi hari pernikahan kitaHari kitamenyatukan hatiHari kita menyemai cintaTanggal 21 April Sepuluh  tahun laluKita bersimpuh mengikat...

Page 90 of 94 1 89 90 91 94

HABA Mangat