Rubrik Puisi adalah ruang bagi kata-kata yang diramu menjadi cahaya, luka, harapan, dan rahasia. Di sini, setiap bait bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi jejak perasaan yang ditulis dengan ketajaman imaji dan kejujuran batin.
Rubrik ini membuka pintu bagi suara-suara yang ingin berbicara lewat lirih metafora, menantang keheningan, dan merayakan sisi paling manusia dari pengalaman: cinta, kehilangan, waktu, dan kerinduan. Setiap puisi menjadi undangan untuk berhenti sejenak, lalu merasakan.
Oleh: JeniBerdomisili di KebumenAku berada di duniaku..... Saat melihat si kecil bermain di sampingku. Setelah mereka mencipta canda dengan merangkulku....
Oleh Khodijah Aku mewujudkan mimpimu Aku ada saat kau butuh semua tentang keindahanDimana...
Oleh Lina Zulaini Menatap benda kecil tajam Aku sungguh takut dia akan mempesiang aku Mencoba sedikit keberanian untuk merabah keranjang...
Oleh Lina ZulainiKatanyaMeramu suara lewat puisi bisa menghapus rinduBermain pena pada bait mampu mendekatkan jarakMengisi lembar dengan tinta dapat menghilangkan...
Ilustrasi : Kompasiana.comOleh Jenny FebbiyantiKelas:10 AkuntansiSaat ku lihat wajahmu ...Cantik bagaikan bidadari...Saat ku pandang senyummu...Manis,membuat siapa pun menyukainya...Namun,saat ini itu...
Ilustrasi : Ngasih.comOleh Tabrani YunisLangit berdebulembab, basahhujan menerpa daun-daunmatahari bersembunyi sendiriSepi bergelantungandi hati disambut mimpiilusi tuk berdiri kembali menghapus debu...
Oleh Lina ZulainiAku rangkai sajak rinduPada daun kering Untuk dirimuYang 'katanya' akan pulangAku menungguDi bawah bayang rembulanBersama ranting Dan cabang"Lejar"Suara...
Oleh : NsyahRindu..Masih berat untuk dikatakan tapi tak bisa berbohong Rindu...Mempunyai hati yang gelisah tapi hanya mampu menghayalkanRindu...Ada kalanya seperti...
Oleh Lina ZulainiSenjaMasihkah kau merindunya?Layaknya diri iniMasihkah kau menantinya?Layaknya sukma iniSenjaBiar aku sedikit lamaDi sudut sunyi bernama sepiDi ruang mimpi...
© 2026 potretonline.com





