
Rubrik Puisi adalah ruang bagi kata-kata yang diramu menjadi cahaya, luka, harapan, dan rahasia. Di sini, setiap bait bukan sekadar rangkaian kalimat, tetapi jejak perasaan yang ditulis dengan ketajaman imaji dan kejujuran batin.
Rubrik ini membuka pintu bagi suara-suara yang ingin berbicara lewat lirih metafora, menantang keheningan, dan merayakan sisi paling manusia dari pengalaman: cinta, kehilangan, waktu, dan kerinduan. Setiap puisi menjadi undangan untuk berhenti sejenak, lalu merasakan.
Oleh Lina ZulainiKamuYang pernah merajut mimpi bersamakuMerangkai bual ingin menyatuDi bawah pohon asaDeru angin jadi saksi bisuKamu Mencipta kubang sukaWalau...
Baca SelengkapnyaDetailsBy Lina ZulainiWahai pemilik hati, aku datang lagi dengan dua hatiTanpa malu mengiba cinta yang tak pantas jadi milikkuTanpa berdosa...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Anita SariFakultas Dakwah dan Komunikasi/ Jurusan Komunikasi Penyiaran IslamUIN Ar-raniry Banda AcehKetukan itu telah terdengarSayup sayup ketukannya mulai tertebarBenahkan...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Lina ZulainiTuhanLihat aku dan doa ku dalam sudut malam kuMenjaring asa dalam kelam Bahkan langit hampir tumpahMenampung semua buramAku...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Lina ZulainiBadan tegar tegapHanya mampu ku tatap melalui bingkaiLipatan bibirHanya bisa ku sentuh pada sebuah gambarAndai aku mampuMerayu Sang...
Baca SelengkapnyaDetailsBy Lina ZulainiDengan kata aku mengingatmuDengan senyum aku merindumuDengan penuh cita aku mengharapmu kembaliTapak langkah jadi saksiPosturmu yang tak lagi...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Rizkina MeutuahKuamati sekelilingkuLengangTiada seorang punAku terperangkapKuamati sekali lagiSebuah siluet munculSesosok makhluk dengan tariannyaDia memainkan jemari lentiknyaMemainkan pundaknyaMengerlingkan matanyaDia terampil...
Baca SelengkapnyaDetailsBy Lina ZulainiWarna hijau tenggelam menjulang berganti tiangSejuk itu ku rindu Aroma asoka itu ku pilu Masihkah kau merindu halaman...
Baca SelengkapnyaDetailskurs rupiah stabil naikpemerintahan mulai membaik harga surga makin terjangkauorang miskin semakin galaukurs rupiah stabil naikpemerintahan mulai membaikbeli surat penebusan dosahanya...
Baca SelengkapnyaDetailsBy Lina ZulainiMahasiswi Jurusan Pendidikan Geografi FKIP Unsyiah Setelah hari ituAku masih memandang langit yang samaMasih menghirup udara yang samaDengan...
Baca SelengkapnyaDetails© 2025 potretonline.com