
PINJAMKAN AKU RINCONGMUDi sini Gelisah mengapungMenyesak di dadaPerjuanganmu diludahiAmpon..Pinjamkan aku rencongmuAkan kuretas...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Savitri JumiatiRanting dedaun tak berkutatSenja merah semburat kulihatTak ada angin yang berisik kudengarHampir sunyi hujung jejalan menuju pulangTerenyuh aku...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh: Faiza WarahmahUstazah SDIT Muhammadiyah Manggeng Aceh Barat Daya Ibu...Kau adalah wanita terhebat Setiap sekat kau jadikan tanggung jawabSemua peluh kau buat...
Baca SelengkapnyaDetailsLENTERAKUMalam meregang nyawaMeminang semburat jinggaSepi bertunang hampaSenada seirama mengusik jiwa Seribu hari belum berlaluSatu lentera lagi pergi tak kembaliSatu lentera hidupku...
Baca SelengkapnyaDetails(Kepada Prof. Safwan Idris)Bunga bangsa itu telah gugurKala Aceh ditiup badaiYang berkecamuk dalam linangan air mataSafwan Idris guru bangsaTelah gugur...
Baca SelengkapnyaDetailsKarya: Putri RatasyaSiswa SMAN 1 LhokseumaweMimpi yang kugantungkan di bintang bintangSegenggam harapan yang telah kupajangkan di bulanSekepal tekad yang kurekatkan...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh: Putri RatasyaSiswa SMAN 1 LhokseumaweWahai ananda anak tersayangInilah syair dari pengarangMengungkapkan karya indah Yang Maha Pengayang Hendaklah dibaca berulang-ulang Diciptakan bumi...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Firman Fadilah Mereka saling tatap di depan sebuah kafe. Seorang lelaki dan perempuan. Ke empat mata itu seolah menelisik ragu,...
Baca SelengkapnyaDetailsCUT NYAK MEUTIA WANITA GAGAHDARI SERAMBI MEKKAHKarya Hamdani Mulya Cut Nyak Meutia wanita anggun berhati bajaKala tabuh genderang perang berbunyiEngkau pun...
Baca SelengkapnyaDetailsOleh Hamdani Mulya “Janganlah anda malu memiliki ayah seorang pembaca hikayat, seharusnya anda bangga punya ayah seorang pembaca hikayat. Ayah anda...
Baca SelengkapnyaDetails© 2025 potretonline.com