Oleh Dayan Abdurrahman Banjir dan longsor besar yang melanda Aceh pada akhir 2025 bukan sekadar peristiwa alam yang datang lalu...
Read moreDetailsDari Kolonialisme, Konflik, Tsunami, hingga Luka Ekologi Oleh: Dayan Abdurrahman Aceh adalah tanah yang terlalu lama hidup di bawah kata...
Read moreDetailsOleh Rahmiayana Gampong Pante Rambong, Kecamatan Pante Bidari, Aceh Timur Banjir bandang dan longsor yang menerjang sejumlah kabupaten di Aceh, telah...
Read moreDetailsLonceng Kematian Model Pembangunan Ekstraktif Dr. Al Chaidar Abdurrahman Puteh Dosen Antropologi, Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe (alchaidar@unimal.ac.id) Bencana Aceh 2025 bukan...
Read moreDetailsOleh: Lukman Hakim bin Abdul Wahab Fenomena banjir akibat siklon tropis Senyar 95B yang melanda Pulau Sumatera meninggalkan realitas pilu...
Read moreDetailsOleh Ria FachriaInong Literasi (Berdasarkan penuturan dari Iza) Hujan turun sangat deras beberapa hari ini. Aku dan anak-anak sedang bermain...
Read moreDetailsOleh Nyakman Lamjame Aceh tidak pernah kekurangan inisiatif pembangunan, namun kerap mengalami kekosongan arah. Dalam berbagai fase pemulihan pascabencana, keberhasilan terlalu...
Read moreDetailsOleh: Dayan Abdurrahman Ada saatnya kita perlu berhenti sejenak. Bukan untuk menyalahkan siapa pun, tetapi untuk bertanya dengan jujur kepada...
Read moreDetailsOleh: Dayan Abdurrahman Aceh kerap dibaca melalui dua narasi besar yang saling bertaut: konflik politik dan bencana alam. Tsunami 2004,...
Read moreDetailsOleh Andi Kurniawan Tujuh hari tujuh malam, langit mendung disertai hujan tanpa henti, terjadi di wilayah Aceh, Sumatera Utara dan...
Read moreDetails