Rubrik Esai menghadirkan tulisan-tulisan reflektif yang merangkai pemikiran mendalam, kritik halus, dan pengalaman personal menjadi satu kesatuan naratif. Setiap esai mengajak pembaca melihat dunia dari sudut pandang yang lebih jernih—melampaui berita harian dan opini cepat.
Di sini, gagasan diolah dengan bahasa yang tenang namun tajam, memberi ruang bagi penulis untuk bertanya, meragukan, menantang, dan menemukan makna di balik peristiwa. Rubrik ini menjadi tempat bagi suara yang ingin merenungkan hidup, zaman, dan manusia dengan cara yang lebih intim dan intelektual.
Oleh Rosadi Jamani Ramadan itu unik. Siangnya kita menahan lapar, haus, dan godaan. Malamnya kita menahan diri untuk tidak menambah...
Oleh NA Riya Ison Pada masa kedaruratan bencana tersebut PMI Aceh hampir collaps. Apalagi banyak pengurus dan relawan yang tidak...
Oleh Fileski Walidha Tanjung Senin, 2 Maret 2026, selepas tarawih, Mucoffee di Kota Madiun tidak sekadar menjadi ruang ngopi, melainkan menjelma ruang...
Oleh: Syarifudin Brutu Di sebuah sudut masjid yang remang setelah salat Isya, sebuah kotak kaca—penjara suci bagi para filantrop—menjadi panggung...
Oleh : Novita Sari Yahya Lapangan sekolah masih kosong ketika Arga datang lebih awal. Udara pagi terasa bersih. Matahari baru...
Melekan Budaya: Sebuah Upaya Menghidupkan Ekosistem Kesenian di Daerah oleh Fileski Walidha Tanjung Saya Fileski, datang ke sebuah malam yang...
Ia bersimpuh di kaki kerabat, menyandarkan kepalanya pada bahu-bahu yang sebenarnya tidak lagi ia rindukan, hanya demi mencari sisa-sisa aroma...
Ketika validasi digital menjadi ukuran nilai diri, maka kerapuhan identitas pun tak terhindarkan.
Oleh T. Tajus Suhaili Kelas XI-3 SMA Negeri Suka Makmur, Aceh Besar Bulan suci Ramadhan adalah bulan yang selalu dirindukan...
Tokoh utamanya adalah Anjing—golden retriever yang baru saja melarikan diri dari rantai emas tuannya,
© 2026 potretonline.com






