
Rubrik Artikel menyajikan tulisan-tulisan pilihan yang mengupas isu sehari-hari dengan sudut pandang segar, kritis, dan bermakna. Setiap artikel disusun untuk membantu pembaca memahami fenomena sosial, budaya, dan kehidupan modern secara lebih jernih—tanpa sensasi, tanpa bertele-tele.
Di sini, gagasan dipaparkan dengan bahasa yang renyah, analisis yang terarah, dan cerita yang menyentuh sisi manusia, sehingga setiap tulisan bukan hanya informasi, tetapi ruang refleksi.
Oleh Heri Iskandar Cara Mudah Merawat Logika--‐------------‐------------------------------------Selasa, 03/3/2026 (Edisi 1663) "Apa Pak Presiden Prabowo jadi menawarkan diri menjadi penengah konflik...
Oleh Sastri Bakry Tiba-tiba saya teringat kalimat Prof., Dr., H., Andi Mustari Pide, SH tatkala Syafruddin - teman satu kantor...
Oleh Rosadi Jamani KPK beraksi lagi. Lewat senjata ampuhnya, OTT, sukses mengkandangkan tikus got gorong-gorong ke balik jeruji. Puasa pun...
Ramadan #11 Oleh Dayan Abdurrahman Aceh tidak pernah kekurangan semangat keagamaan. Di Banda Aceh, di Lhokseumawe, di Meulaboh, di Sigli,...
Dr. Al Chaidar Abdurrahman Puteh Dosen Antropologi, Universitas Malikussaleh, Lhokseumawe, Aceh Struktur politik Republik Islam Iran dibangun sebagai hibrida antara...
Melalui cerita pendek, dialog satir, dan peristiwa sehari-hari yang sederhana, kitab ini menghadirkan kritik halus terhadap kesombongan sosial, kepura-puraan moral,...
Ramadan #10 Oleh Dayan Abdurrahman Di banyak ruang publik Muslim hari ini, ketokohan agama sering kali diukur dari daya tarik...
Oleh: SurotoKetua Asosiasi Kader Sosio-Ekonomi Strategis (AKSES) Belakangan ini, dua isu besar mengemuka dan menyita perhatian publik. Pertama, polemik impor...
Oleh ReO Fiksiwan. “Apa yang dapat ditawarkan kritik kepada kita di dunia gambar generatif yang tak terkendali dan media sintetis?...
Oleh Asmaul Husna Inong Literasi Salah satu metode dalam pembelajaran yang populer dan sering digunakan adalah memberikan reward atau hadiahsetelah tujuan pembelajaran tertentu tercapai. Memberikanreward yang benar diyakini mampu memberikan dampakyang signifikan dalam meningkatkan motivasi belajar, melatihdisiplin, kepercayaan diri, serta membentuk perilaku baik. Tentunya pemberian reward ini harus disesuaikan dengantingkat usia anak agar tepat sasaran. Tidak terkecuali dalammengajarkan anak berpuasa, juga bisa menerapkan metodeini. Kita sebagai orangtua tentu bisa memilih caramemberikan reward agar lebih meninggalkan kesanmendalam dan membekas di jiwa anak, bahkan akan denganbangga diceritakan dan diterapkan kelak bagi anak cucu. Bukankah kita juga akan kecipratan pahalanya? Dan yang paling penting mereka akan menikmati proses belajarberpuasa yang menyenangkan. Seperti pengalaman yang dirasakan oleh seorang teman. Saat ia kecil, ia dan adik-adiknya akan sangat bersemangat dan bahagia ketika bulan Ramadhan tiba. Ayah mereka akanmemberikan uang Rp 1.000 (nilainya tentu saat besar kala itu) setiap kali mereka mampu berpuasa sampai magrib. Dan kumpulan rupiah itu akan diberikan saat Idul Fitri tiba. Yang paling banyak berpuasa tentu akan mendapatkan lebih banyakrupiah. Sungguh sebuah pengalaman yang tak terlupakan. Sedikit berbagi pengalaman saat kami mengajarkan puasapada anak-anak ketika mereka berusia 5-8 tahun, yang awalnya terinspirasi dari postingan seorang teman (semogabisa menjadi tabungan pahala baginya). Kami menyiapkanhadiah kecil sebanyak tiga puluh hadiah sejumlah hari dalamsebulan puasa untuk setiap anak. Dikarenakan kami mempunyai dua anak pada waktu itu yang akan kami ajarkanuntuk berpuasa, maka kami harus menyiapkan enam puluhhadiah. Ketika si anak mampu berpuasa sampai waktunyaberbuka maka mereka boleh mengambil satu hadiah. ...
© 2026 potretonline.com