(Bagian Pertama) Oleh : Teuku Masrizar Botol tumbler isi satu liter telah kosong tak tersisa. Setelah sarapan tadi pagi saya telah minum air putih secukupnya,...
Baca Selengkapnya
Teuku Masrizar Peminat Lingkungan, berdomisili di Tapaktuan, Aceh Selatan
(Bagian Pertama) Oleh : Teuku Masrizar Botol tumbler isi satu liter telah kosong tak tersisa. Setelah sarapan tadi pagi saya telah minum air putih secukupnya,...
Baca SelengkapnyaOleh: Teuku Masrizar Tidak berlebihan, kota kecil ini dapat diabadikan bagai sejumput tanah surga di bumi. Keindahan panorama...
Baca SelengkapnyaOleh : Teuku Masrizar Pagi Minggu 16 Syawal 1447 H, jelang pukul 11 siang, kami kedatangan tamu sangat...
Baca SelengkapnyaBagian ke Tiga Oleh Teuku Masrizar Negeri Hamatisa menghadapi kondisi yang semakin sulit. Walau mengganti pejabat, namun belum...
Baca SelengkapnyaOleh Teuku Masrizar Wardani nama pemberian orang tuanya, tapi banyak warga tak tahu nama asli, lazim dipanggil Ancu...
Baca SelengkapnyaOleh Teuku Masrizar Tentu saya tidak punya kapasitas meggulik sejarah dan budaya Trumon secara mendalam, sebagai salah satu...
Baca SelengkapnyaOleh Teuku Masrizar Pagi Jum’at, 13 Maret 2026 tepat 23 ramadan 1447 H, Saya berkemas pakai Baju Korpri...
Baca SelengkapnyaBagian kedua Oleh Teuku Masrizar Berdomisili di Tapaktuan, Aceh Selatan Raja Kreobot semakin bigung menghadapi situasi negeri yang...
Baca SelengkapnyaOleh Teuku Masrizar Di negeri Hamatisa, jendela rumah hanya satu, berada pada di sudut kanan atau kiri bangunan...
Baca Selengkapnya