HABA Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

November 10, 2025

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Desember 5, 2025

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    882 shares
    Share 353 Tweet 221
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    869 shares
    Share 348 Tweet 217
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    670 shares
    Share 268 Tweet 168

HABA Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

November 10, 2025

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Desember 5, 2025

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    882 shares
    Share 353 Tweet 221
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    869 shares
    Share 348 Tweet 217
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    670 shares
    Share 268 Tweet 168
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

UJIAN PERSAUDARAAN DI UJUNG KEHIDUPAN

Akmal Nasery Basral by Akmal Nasery Basral
Januari 12, 2025
in ulasan
Reading Time: 3 mins read
0
UJIAN PERSAUDARAAN DI UJUNG KEHIDUPAN
586
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook
🔊

Dengarkan Artikel

 

 

Baca Juga

Antara Berkas Epstein, Nurani Bangsa, dan Cermin Peradaban

Antara Berkas Epstein, Nurani Bangsa, dan Cermin Peradaban

Februari 8, 2026
TRANSFORMASI PENGAWASAN

TRANSFORMASI PENGAWASAN

Desember 25, 2024

Kemana Arah Tuju Kapal Politik Dinasti dan Nepotisme?

Februari 8, 2024

Oleh *Akmal Nasery Basral*

Jika seorang ayah sudah berada di gerbang ajal, hari-hari terakhirnya dalam kehidupan dunia yang majal, apa yang akan dilakukan anak-anaknya? Sineas Azazel Jacobs menjawab pertanyaan ini dengan menulis skenario yang diperuntukkan bagi tiga aktris dan kawan dekatnya: Carrie Coone, Natasha Lyonne dan Elizabeth Olsen. Ini teknik penulisan skenario yang sudah semakin jarang dilakukan di industri perfilman yang serba bergegas.

Carrie Coone mendapat peran sebagai Katie, sulung dari tiga bersaudari. Seorang _alpha female_ yang selalu mendominasi suasana di mana pun dia berada. Jika sedang bicara seakan tak pernah belajar tanda baca, tanpa titik koma. Natasha Lyonne sebagai Rachel, anak kedua yang eksentrik-urakan, pemadat marijuana dan penjudi pertandingan olahraga. Sementara Elizabeth Olsen dengan binar mata seindah bintang kejora adalah si bungsu Christina yang tenang. Seorang pasifis yang disiplin berlatih yoga.

Ketiga saudari lahir dari rahim perempuan yang berlainan. Katie dan Christina bersaudara kandung dari ibu yang sama, sedangkan Rachel dari ibu berbeda. Ibu mereka sudah lama meninggal dunia. Hanya Rachel yang selalu berada di sisi ayah mereka, di apartemen keluarga yang terletak di satu bagian New York City. Katie menetap di Brooklyn. Meski tak jauh dari lokasi sang ayah, namun paling banter dia hanya sebulan sekali datang menjenguk. Sedangkan Christina tinggal di California bersama keluarga mungilnya.

Dengan kondisi kesehatan yang sudah tak tersembuhkan, ketiga putri memilihkan perawatan paliatif di rumah ( _hospice_ ) bagi ayah mereka dengan bantuan perawat yang berjaga pada jam-jam tertentu. Untuk pertama kalinya Katie, Rachel, dan Christina satu rumah lagi untuk menghadapi momen paling dramatis dalam kehidupan: menghadapi kematian ayah tercinta. Sebuah peristiwa yang paling tak ingin dialami anak-anak yang mencintai orang tua mereka.

Bahkan untuk saat-saat sesulit itu, proses komunikasi dan interaksi ketiganya tak bisa selancar yang mereka harapkan. Selalu ada letupan emosi sampai ledakan ucapan yang ofensif-destruktif tersebab jejak hubungan persaudaraan kala mereka lebih muda yang juga tak selalu dalam harmoni.

Apalagi setelah datang tokoh baru Benjy (Jovan Adepo), pacar Rachel, yang menambah panas komunikasi ketiga saudari. Konfrontasi terbuka pecah, khususnya antara Benjy vs Katie dan berlanjut antara Rachel vs Katie yang mencapai klimaks titik didih, sementara ayah mereka terbaring lunglai tak berdaya di kamar sebelah.

Lantas bagaimana dengan kelanjutan hidup sang ayah serta kelanggengan persaudaraan mereka? Ini pertanyaan yang jawabannya harus ditemukan sendiri oleh penonton di antara intensitas dialog yang semakin menukik dalam esensi makna “bersaudara”—baik kandung maupun tiri. Meski nuansa pedih terus bermunculan, namun Sutradara Jacobs tak membuatnya terperosok menjadi situasi depresi. Sesekali muncul aroma humor getir yang bisa membuat penonton tersenyum pahit meski pelupuk mata sedang basah.

Menyaksikan film ini juga memberikan efek seperti melihat drama panggung. Ruang apartemen mereka yang terbatas dan properti yang tipikal apartemen kelas menengah tak ubahnya seperti setting panggung, meski sesekali ada adegan luar ruang di taman ketika Rachel harus merokok marijuana tersebab larangan Katie untuk merokok di dalam apartemen. Hebatnya Jacobs, adegan luar ruangan ini tak hanya menjadi kesendirian Rachel melainkan menjadi ajang percakapan dengan petugas keamanan apartemen, melalui dialog-dialog singkat yang memberikan aksentuasi bagi kegentingan situasi yang sedang terjadi.

Dari sisi biaya produksi, _His Three Daughters_ merupakan film biaya rendah dalam standar _blockbuster_ Hollywood. Tak ada efek spesial atau adegan extravaganza yang membutuhkan pemeran pengganti dengan ongkos mahal. Penonton seperti melihat mimesis kehidupan sehari-hari, yang bahkan mungkin bertaut dengan sebagian kehidupan masing-masing dalam riwayat persaudaraan yang unik dan spesifik, tetapi tetap membubuhkan suasana cinta-tapi-benci-tapi-cinta antarsaudara yang terkenal itu. Lari tak bisa, tak lari tak bisa.

Mungkin tersebab faktor-faktor itu jugalah maka National Board Review of Motion Pictures menabalkan _His Three Daughters_ sebagai satu dari 10 Film Independen Terbaik 2024. Mutu skenario dan penyutradaraan Azazel Jacobs memang menarik dan kuat. Namun ruh pengadeganan yang dibawakan _trio tour de force_ Carry Coone, Natasha Lyonne dan Elizabeth Olsen lah yang membuat cerita menjadi memikat.

Jakarta, 12 Januari 2025

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 239x dibaca (7 hari)
Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel
Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel
12 Mar 2026 • 221x dibaca (7 hari)
Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital
Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital
13 Mar 2026 • 175x dibaca (7 hari)
Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?
Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?
13 Mar 2026 • 145x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 125x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Tags: #SKEMA (Sketsa Masyarakat)#Ulasan Film
SummarizeShare234
Akmal Nasery Basral

Akmal Nasery Basral

Akmal Nasery Basral adalah mantan redaktur film _Tempo_ (2004 – 2010) dan _Gatra_ (1994 – 1998), penulis 26 buku, termasuk novel _Nagabonar Jadi 2_ (2007) dan _Sang Pencerah_ (2010) Penerima Anugerah Sastra Andalas 2022 kategori Sastrawan/Budayawan Nasional, penerima Anugerah Penulis Nasional SATUPENA 2021 kategori fiksi

Baca Juga

#Sukatani,#Fadli Zon

Dari Sukatani, Rage Against The Machine, Hingga Kolaborasi Fadli Zon-Ahmad Dhani

Februari 22, 2025
Ketika Jurnalis Muda Membongkar  Topeng  Syahwat Pemuka Agama
Ulasan Film

Ketika Jurnalis Muda Membongkar Topeng Syahwat Pemuka Agama

Januari 18, 2025
Next Post
Dihadiri Duta Besar Kuwait, Pertunjukkan Mahakarya Randai III Siti Manggopoh Sukses dan Memukau

Dihadiri Duta Besar Kuwait, Pertunjukkan Mahakarya Randai III Siti Manggopoh Sukses dan Memukau

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Disclaimer
  • Al-Qur’an
  • Tentang Kami
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Kirim Tulisan
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST

© 2026 potretonline.com