• Latest

Bangga Menjadi Santri Di Penjara Suci

September 20, 2018
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Bangga Menjadi Santri Di Penjara Suci

Redaksiby Redaksi
September 20, 2018
Reading Time: 5 mins read
585
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook
Ilustrasi : Tribunenews.com

          Oleh:Rama Triana
                            Siswi kelas VIII SMP Swasta Darussa’adah Putri, Pidie Jaya
Pengalaman menjadi seorang santri memiliki kesan  tersendiri yang tidak akan pernah terlupakan. Hiruk pikuk perjalanan menjadi santri memberikan warna berbeda, karena banyak ragam pengalaman cerita yang tidak akan pernah saya dapatkan  ketika mengenyam pendidikan di luar pesantren.
Hari pertama ke dua, hingga sebulan  hidup di pesantren, saya merasakan layaknya hidup di penjara karena kebebasan yang pernah  saya rasakan  di luar tidak saya rasakan  di kehidupan pesantren. Maka tidak heran jika sebagian orang menempelkan kalimat’’penjara suci’’ untuk sebutan lembaga pendidikan yang didesain berkamar-kamar hampir mirip sel tahanan ini. Lebih-lebih bagi  santri baru seperti saya yang sebelumnya belum pernah jauh dari orang tua.
Seiring berjalannya waktu, hampir dua tahun di penjara suci, saya mulai merasakan dan menikmati hidup di pesantren. Pengalaman serta kesan apapun yang saya alami  di pesantren memberi pelajaran berarti. Suka duka menjadi santri yang bersarung, berhijab ke mana-mana,  hanya bisa dialami di lingkungan pesantren.
Selama  masuk ke pesantren, saya tidak lagi bisa bermain-main sebebas waktu di rumah dulu. Semua aktifitas  mesti dibatasi  dengan jadwal-jadwal yang telah ditetapkan oleh pengurus pesantren. Jika dulu setiap hari saya bisa menghabiskan  waktu berjam-jam di depan televisi, saat di pondok jangankan nonton  televise, mendengar radio saja sudah merupakan pelanggaran yang tidak termaafkan. Kemudian, yang paling membuatku tidak nyaman ketika saya terbangun di tengah malam dan harus terjaga sendiri sedangkan teman yang lain terlelap tidur,rasanya  semua memori selama di rumah  mendadak berputar kembali.  Kehangatan bersama orang-orang yang saya cintai di rumah, terlihat jelas dalam ingatan. Jika sudah begitu butiran-butiran air mata mengalir menjadi anak sungai dan tanpa sengaja  membasahi buntalan sarung yang menjadi bantal tidur.
Berbicara tentang kebersamaan di pesantren  antara santri yang satu  dengan yang lainnya  sangat kuat, seakan-akan sudah menjadi keluarga yang selalu bersama. Saya ingat ketika   salah satu orang tua santri yang datang berkunjung membawa  makanan untuk anaknya, dari makanan itulah kebersamaan santri terlihat jelas, walaupun makaman yang dibawa tidak terlalu banyak, tetapi  rasa berbagi  sudah tertanam dalam diri setiap santri.
Menjadi seoarang santri  banyak hal yang harus di pertimbangkan di antaranya mesti benar-benar di pertimbangkan  adalah kesiapan tiga H; Heart,Head,Hand.Yakni kesiapan hati untuk ikhlas menerima ilmu yang disampaikan tampa pamrih, kesiapan kepala(otak) untuk berfikir dab mengkaji ilmu tersebut,dan kesiapan tangan untuk selalu mengamalkan ilmu  yang didapatkan kira-kira begitulah pesan-pesan yang di sampaikan  ustad kepada kami yang sampai saat ini masih saya ingat.pesan itulah yang mengantarkan ku untuk bertahan menghadapi hari-hari sulit saat pertama kali mondok hingga sekarang.
Banyak orang tua yang tidak tega melepaskan anaknya  untuk mondok di usia dini, karena  saat ini kebanyakan orang tua kalaupun punya niat untuk memondokkan anaknya, pasti menunggu setelah anaknya  menyelesaikan sekolah tingkat pertama. Padahal bisa dibilang  sangat jarang anak-anak yang mau memilih mondok setelah lulus SMP. Maka, dari ini saya bisa menangkap mengapa orang tua saya memondokkan ku setelah lulus SD.
Saya sendiri sempat berfikir,bagaimana jadinya kalau dulu saya tidak langsung mondok setelah lulus sekolah dasar. Bisa jadi saya tidak bakal mau dan memberontak karena sudah sangat nyaman menikmati asyiknya pergaulan remaja  dengan segala kenakalannya seperti sekarang.
 Sekarang saya bangga menjadi santri, karena dengan menjadi santri saya sedikit tahu tentang ilmu agama. Saya bangga menjadi santri karena dengan menjadi santri, saya bisa merasakan kebersamaan dan kemandirian yang tidak bisa saya dapatkan di luar penjara suci. Saya bangga menjadi santri  karena saat menjadi santri saya dididik untuk menjadi insan yang islami. Saya bangga menjadi santri, karena dari santri saya tahu bahwasanya ilmu dunia dan  akhirat harus seimbang agar tidak salah dalam melangkah. 
Terima kasih  kepada orang tua saya yang telah memasukkan saya ke pesantren untuk mengeyam ilmu di penjara suci. Sekarang saya sadar bahwasanya mondok itu penting, walaupun mengekang diri.
  Ayo mondok,jadi santri itu keren. Ukirlah cerita manis mu di penjara suci

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 366x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 329x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 276x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 273x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 204x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Baca Juga

Banjir Hidrometeorologi yang Menyisakan Kesengsaraan Panjang

Banjir Hidrometeorologi yang Menyisakan Kesengsaraan Panjang

Maret 22, 2026
Sandaran yang Patah

Mengajarkan Anak Berpuasa

Maret 1, 2026
Banjir Biasa yang Luar Biasa

Banjir Biasa yang Luar Biasa

Desember 16, 2025

Discussion about this post

Next Post

Anak Merpati Belajar Terbang

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com