HABA Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Mei

Mei 10, 2025
Majalah POTRET pun Penting dan Perlu Untuk Melihat Wajah Batin dan Spiritualitas Diri Kita

Tema Lomba Menulis Maret 2025

Maret 22, 2025

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    883 shares
    Share 353 Tweet 221
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    869 shares
    Share 348 Tweet 217
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    670 shares
    Share 268 Tweet 168

HABA Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Mei

Mei 10, 2025
Majalah POTRET pun Penting dan Perlu Untuk Melihat Wajah Batin dan Spiritualitas Diri Kita

Tema Lomba Menulis Maret 2025

Maret 22, 2025

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    883 shares
    Share 353 Tweet 221
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    869 shares
    Share 348 Tweet 217
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    670 shares
    Share 268 Tweet 168
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

JANGAN PERNAH TERLUPAKAN KAWAN !

Redaksi by Redaksi
September 26, 2018
in Cerita, Literasi, POTRET, Sketsa
Reading Time: 6 mins read
0
585
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook
🔊

Dengarkan Artikel


Oleh Syafiani
Kenangan. Ya sebuah kata sederhana menyirat begitu banyak makna. Berjuta keindahan dan kepahitan ada di situ di sudut kenangan yang tersimpan rapi dalam kalbu. Kenangan ya lagi-lagi kata itu terdengungkan dengan sendirinya. Ada kesedihan yang menyeruat dari sana. Ada titik kelemahan yang terbingkai. Ada rasa kecewa yang tiba-tiba muncul. 
“Ah, itu semua kan hanya masa lalu”
Tapi, itulah kehidupan, kehidupan yang berganti setiap detiknya. Tak ada kata kompromi dengan ketentuan Tuhan. Semua tergaris, dengan rapi, begitu juga tentang sebuah kenangan.  Setiap orang pasti memilikinya. Kenangan bisa juga di artikan dengan masa lalu, masa kebangkitan dalam hidup. Kenangan juga terdiri dari berbagai macam kisah. Tergantung siapa dan bagaimana kenangan itu terjadi. Ada yang menyenangkan. Ada yang menyedihkan bahkan ada yang begitu terpuruk bila mengingat tentang kenangan. Ada kalanya kita ingin itu kembali. Kembali menjelma di kehidupan yang sedang kita jalani ini. Itu merupakan sebuah kenangan terbaik yang tak akan  terlupakan dan tak boleh tergantikan dengan apapun yang ada di dunia ini.   Inilah kenangan terbaik sepanjang perjalanan hidup kita. Memiliki rekan yang begitu kompak begitu konyol dan gila,  suasana  nyaman yang tercipta dan juga kebaikan-kebaikan yang ikhlas berbuahkan terjalinnya kehidupan yang indah. Tapi, kita tak memiliki kantong ajaib seperti doraemon dan kita juga tak memiliki mesin waktu seperti Nobita yang kapan saja bisa kembali ke masa lalu sekehendak hati. Bermain bersama dengan kenangan terbaiknya. Itu tak mungkin bisa kita lakukan. Seberapa canggihnya dunia ini, dan seberapa mewahnya peralatan yang dibuat oleh manusia. Sesuper apapun dia. Pasti tak ada yang bisa mengalahkannya mesin waktu Doraemon. 

Begitu banyak tukang sihir di dunia yang katanya bisa menebak masa depan, meramal kejadian masa yang akan datang. Tapi sayang mereka juga tak bisa mengembalikan kejayaan masa lalu, kenangan terbaik yang dimiliki manusia. Sejarah bisa dibukukan, manuskrip bisa diarsipkan, benda-benda bisa dimuseumkan, manusia bisa diawetkan, kata-kata  bisa diglosariumkan. Semua bisa, tapi kenangan tak bisa. Hanya otak kita yang bisa merekamnya sendiri. Tak ada orang yang bisa mengerti  dengan kenangan kita.
Hanya orang-orang yang terlibat langsung dengan kenangan yang mampu menciptakan kenangan terbaik itu kembali, tapi itu juga tak sebaik kenangan yang terlewatkan begitu saja dalam kehidupan masa lalu. Itu juga tak seindah cerita dulu. Kita hanya mampu berkata-kata, bercerita panjang lebar mengenai kenangan-kenangan indah itu. Ah andaikan saja dulu kita merekamnya kedalam video, andaikan saja…. Ups. Semuanya maunya seandainya dulu.
Ingin kita berteriak sekencangnya, meminta kepada Tuhan semesta alam agar bisa mengembalikan kenangan tersebut. Tapi itu tak mungkin kita lakukan. Tuhan tahu dan maha tahu bagaimana kisah perjalananan hidup itu terlukis. Tuhan tahu mana terbaik untuk kita. Sehingga kenangan terbaik dulu bisa terjadi.
Ada kalanya juga kita ingin berteriak. Untuk menghapuskan masa lalu yang pahit. Meminta kepada Tuhan sekalian alam untuk membuat kita terlupa. Menangisi tentang kehidupan dan kenangan yang tak bermakna. Semua itu butuh waktu. Waktu untuk melupakannya dan waktu untuk mengingatnya kembali.
Andaikan saja waktu itu bisa terulang. Semua hal-hal buruk pastilah tak kan pernah tercipta begitu saja. Mungkin kita akan mengeditnya menjadi hal terindah dalam hidup. Merangkainya kembali menjadi tasbih yang selalu membawa kenyamanan. Andaikan saja waktu itu kita tak bersama, mungkin saja kenangan itu takkan pernah bisa terjadi secara kebetulan.
“owh, andaikan saja Tuhan !”
Semua telah terjadi. Penyesalan selalu saja datang terlambat. Mungkin kita sekarang tak kan seperti ini kejadiannya. Kenangan dulu telah memberikan makna yang begitu luar biasa. Menjadi guru yang memberikan pelajaran hidup yang berharga. Mengingatkan kita untuk selalu menghargai sang waktu. Mensyukuri waktu pemberian Tuhan. Hingga tibalah saat yang tidak inginkan terjadi. Itulah kenangan. Kenangan yang telah mempertemukan kita semua. Kenangan yang telah membuat kita begitu peduli akan sesama. Kenangan pula yang mengubah kita semua. Mengubah kehidupan kita. Hingga waktu memisahkan kita, semua. Berjalan menurut tujuan masing-masing. Berjalan dengan penerang masing-masing. Kenangan inilah yang menjadi kisah bahwa waktu pernah menyatukan kita. 

Waktu pernah memberikan kesempatan kepada kita untuk merangkai kehidupan. Merajut asa bersama, menangis bersama, tertawa bersama dan berpeluh bersama. Semua keindahan dan kepahitan kita rasakan sampai akhirnya Tuhan membuka jalan lain untuk kita. Memisahkan kita semua sehingga kenangan inilah menjadi saksi bisu kita. Menjadi cerita menarik bagi kita disaat waktu mempertemukan kita kembali. Menjadi cerita yang luar  biasa bagi anak dan cucu kita kelak. Kenanganlah yang mempersatukan kita, mengembangkan ide konyol dan kemudian hilang menjadi cerita sedih dan mengharu biru untukku, untuk kita, untuk kamu, untuk dia dan untuk mereka serta  untuk kita semua pelaku kenangan.
Semoga tulisan itni bisa bermanfaat bagi kita semua. Agar bisa menghargai hidup yang telah dianugrahkan Tuhan. Memanfaatkan peluang yang diberikan. Hingga tidak ada kata penyesalan di kemudian hari. Jangan pernah sesali sebuah pertemuan dan perpisahan. karena dibalik setiap ketetapan Tuhan ada hikmahnya. Jangan pernah lupakan kenangan terbaikmu kawan, hingga menjadi cerita indah di masa depan. Jangan pernah lupakan  kenangan terburukmu kawan karena itulah pembelajaran bagi kita semua agar tak terulang hal buruk di masa yang akan datang.
Note :
Tulisan ini kupersembahan untuk teman-teman yang tergila dan terkompak yang pernah kutemui. Semoga silaturrahmi selalu terjaga dan kebersamaan ini jangan pernah berakhir. Salam sukses untuk kita semua. You are the best moment in my life. 

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 335x dibaca (7 hari)
Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel
Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel
12 Mar 2026 • 296x dibaca (7 hari)
Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital
Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital
13 Mar 2026 • 258x dibaca (7 hari)
Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?
Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?
13 Mar 2026 • 214x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 173x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Baca Juga

Kisah Perempuan POTRET – Zaynab bint al-Kamal

Maret 17, 2026
Benarkah Bangsa Aceh Malas Menulis?

Benarkah Bangsa Aceh Malas Menulis?

Maret 10, 2026
Menjaga Kemanusiaan di Tengah Dunia yang Gaduh

Menjaga Kemanusiaan di Tengah Dunia yang Gaduh

Maret 8, 2026
SummarizeShare234
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Baca Juga

Koperasi Merah Putih: Ketika Lilin Ekonomi Desa Ragu Menyala
Dinas Koperasi

Koperasi Merah Putih: Ketika Lilin Ekonomi Desa Ragu Menyala

Maret 18, 2026
Menyusun Buku Antologi Relawan Bencana Banjir dan Longsor Di Tengah Bencana Hidrometeorologi Aceh
Aceh

Pak Bisa Minta Tolong Mendorong Helikopter?

Maret 18, 2026
Tadarus Warna, Tubuh, Dan Kata: Merayakan Karya Sebagai Jalan Pulang Kemanusiaan
Esai

Tadarus Warna, Tubuh, Dan Kata: Merayakan Karya Sebagai Jalan Pulang Kemanusiaan

Maret 18, 2026
Artikel

Pergeseran Pusat Gravitasi Dunia: Membaca Konflik Iran–Israel dan Implikasinya bagi Strategi Geopolitik Indonesia serta Masa Depan Aceh

Maret 17, 2026
Next Post

Puisi- Puisi Riska Yunisyah Imilda

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Disclaimer
  • Al-Qur’an
  • Tentang Kami
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Kirim Tulisan
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST

© 2026 potretonline.com