HABA Mangat

Jajak Pendapat #KaburAjaDulu

Februari 22, 2025

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Januari 16, 2026

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    882 shares
    Share 353 Tweet 221
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    869 shares
    Share 348 Tweet 217
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    670 shares
    Share 268 Tweet 168

HABA Mangat

Jajak Pendapat #KaburAjaDulu

Februari 22, 2025

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Januari 16, 2026

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    882 shares
    Share 353 Tweet 221
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    869 shares
    Share 348 Tweet 217
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    670 shares
    Share 268 Tweet 168
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

BERWIRAUSAHA MASIH DIPANDANG SEBELAH MATA?

Redaksi by Redaksi
Desember 8, 2018
in Bisnis, Entrepreneurship, FEB UIN Ar-Raniry, Wirausaha
Reading Time: 4 mins read
0
597
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Afifah Amini
Mahasiswi Perbankan Syariah, FEBI UIN Ar-Araniry, Darussalam, Banda Aceh
Di era globalisasi yang semakin canggih ini, Bagi sebagian orang masih menganggap menjadi seorang wirausaha sebagai pekerjaan yang rendah. Anggapan ini dikarenakan banyaknya orang yang menyukai pekerjaan tetap, seperti PNS yang memakai seragam, sudah tahu terima bersih saja perbulan saja gajinya.  Mereka beranggapan bahwa berwirausaha itu tidak punya masa depan. Demikian juga kebanyakan orang zaman sekarang kurang memahami kuntungan dari berwirausaha. Sehingga, ketika diajak untuk berwirausaha, banyak yang enggan dan malas melakukannya. 
Yang  banyak dipandang hanyalah orang-orang yang berdasi, memakai pakaian rapi , berpenampilan bagus dan bersepatu mengkilap, padahal menjadi wirausaha juga bisa berdasi, berpakaian rapi serta memakai sepatu yang lebih hebat dari seorang pejabat. Berwirausah juga membawa kesenangan dan menyenangkan serta dapat menghasilkan banyak keuntungan. 
Ketika kita berwirausaha kita bisa bebas dari berbagai tekanan. Sebab bila kita menjadi pegawai seperti PNS, banyak tekanan yang didapat dari dari berbagai pihak, apalagi dari pihak atasan. Tidak salah apa kata Bob Sadino, “Bangun pagi, mandi, pamit kerja, pakai seragam, kaki dibungkus sepatu, berangkat pagi pulang sore, bayarannya tidak seberapa, kerja apa dikerjai?” Dari kata-kata Bob Sudino saja kita bisa menilai bagaimana mirisnya menjadi pegawai. Memang gajinya tetap, tetapi terikat dengan orang lain. Kita tidak bisa melakukan apa yang diinginkan, karena bergantung dengan orang lain. 
Presiden Direktur Metland Nadya Widya mengatakan “ kurangnya para profesional bisnis di Indonesia saat ini, karena banyak orang lebih memilih menjadi birokrat alias (PNS).  Hati-hatilah. MEA berlaku, posisi strategis di organisasi di bidang profesional bisa diisi oleh orang asing. Para profesional asing jumlahnya sangat banyak, sementara Indonesia, para profesionalnya masih sangat sedikit. 
Menjadi enterpreneur sukses itu memang tidak gampang dan banyak sekali tantangannya. Namun tidak ada salahnya bukan untuk mencoba menjadi seorang wirausaha. Jangan salah. Jadi seorang wirausaha pendapatannya bisa 2 kali lipat  dari pada cuma menjadi seorang pegawai. Malah menjadi seorang pengusaha akan mendapatkan kesenangan tersendiri juga. Untuk itu menjadi seorang wirausaha bisa dimulai sejak dini. Buat anak kuliah yang ingin uang jajan lebih, bisa shopping apa yang ingin atau dimau, tapi memang bisa harap uang jajan dari orang tua saja? Jawabannya sudah pasti tidak, karena uang jajan dari orang tua saja hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup di rantau saja, tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan yang kita inginkan. Katakanlah,  kalau jadi anak orang kaya bisa minta uang terus. Bila tidak?  Ya begitulah kan cuma menghayal saja.  Satu-satunya cara yang bisa dilakukan adalah menjadi seseorang wirausaha, kenapa? Ya karena itulah usaha yang menguntungkan. Dari pada di tempat orang, tetapi upahnya tidak seberapa. Maka, jangan ragu. kalau keinginan kuat pasti ada jalan, usaha tidak akan menghianati hasil. Kapan lagi kalau tidak sewaktu masih muda ini? Hitung-hitung uang jajan bertambah, apa yang inginkan bisa dibeli? Semuanya belum terlambat, saat masih menjadi mahasiswa inilah masanya.
 Di masa menjadi mahasiswa ini kita bisa berlatih mencari pengalaman sebanyak-banyaknya. Kalaupun takut atau tidak punya modal, itu semua bisa diatasi. Asalkan ada niat, semuanya bisa diusahakan. Jika kita menginginkan kesuksesan. Kalau kata pepatah, berakit rakit ke hulu,  berenang-renang ke tepian, bersakit-sakit dahulu, bersenang-senang di kemudian. Agar kita tidak cepat gagal, untuk itu kita harus menyusun rencana ( planning ) nya dahulu. Menyusun perencanaan usaha yang akan dibuat, lalu susunan anggarannya berapa yang akan disiapkan.  
Untuk usaha kecil memang hanya membutuhkan sedikit modal, tapi jika usaha yang diinginkan agak besar, maka modalnya juga besar. Pertama akan kita pikirkan yaitu apa-apa saja produk yang akan dipasarkan, menghitung berapa modalnya dari produk tersebut dan mencari relasi yang terpercaya untuk memasarkan produk.  Pastinya cara yang tepat, juga dapat dipasarkan lewat instagram, WA dan facebook. Selain lebih mudah dan praktis, memasarkan barang di dunia maya, akan banyak dilihat oleh warga net. Selain itu  juga dapat dipasarkan lewat teman-teman terdekat dulu, agar ada pendapat dan komentar dan saran tentang bagaimana produk kita. Untuk itu, pilihlah usaha yang berjangka waktu lama, alias tidak usaha yang musiman.Setelah produk itu sudah sesuai dengan selera dan keinginan konsumen, barulah bisa dipasarkan secara luas. 

Nah beberapa tips ini bisa dicoba. Khususnya buat calon entrpreneur yang mau mencoba berbisnis. Kitabisa coba tips tersebut. Jangan lupa usaha juga disertai dengan doa. Selamat menjadi enterpreneur dan semoga sukses.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 288x dibaca (7 hari)
Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel
Genosida Palestina: Membongkar Kolonialisme Modern Israel
12 Mar 2026 • 266x dibaca (7 hari)
Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital
Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital
13 Mar 2026 • 214x dibaca (7 hari)
Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?
Tersisa Roy Suryo dan dr Tifa, Apakah akan Ikut Rismon Juga?
13 Mar 2026 • 181x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 149x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Baca Juga

Ketika Risiko Bisnis BUMN Dipidanakan

Ketika Risiko Bisnis BUMN Dipidanakan

Maret 7, 2026

Membaca Catatan Perjalanan Bisnis Founder Owner PT BALAD GRUP, HRM Khalilur R Abdullah Sahlawiy: Membumi Di Vietnam

Juli 19, 2025
Apakah Perempuan Akademik yang Memilih Jadi Ibu Rumah Tangga Tidak Produktif?

Apakah Perempuan Akademik yang Memilih Jadi Ibu Rumah Tangga Tidak Produktif?

Mei 27, 2025
SummarizeShare239
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Baca Juga

Esai

Separuh Nafas Untuk Paruh Waktu

Maret 17, 2026
Di Antara Idealisme dan Honorarium: Potret Memalukan dalam Praktik Kolegalitas Akademik
# Ironi

Di Antara Idealisme dan Honorarium: Potret Memalukan dalam Praktik Kolegalitas Akademik

Maret 17, 2026
#Ekonomi

Malioboro Yang Rapi, Tapi Hampa

Maret 16, 2026
Sekolah Korban Bencana Ekologis
#Korban Bencana

Sekolah Korban Bencana Ekologis

Maret 16, 2026
Next Post

Membangun Aceh Carong Yang Beradab dan Bermartabat, Sekadar Impian?

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Disclaimer
  • Al-Qur’an
  • Tentang Kami
  • Redaksi

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Kirim Tulisan
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST

© 2026 potretonline.com