• Latest

Rumah Tua Yang Kusam

Januari 4, 2019
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Rumah Tua Yang Kusam

Redaksiby Redaksi
Januari 4, 2019
Reading Time: 3 mins read
585
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook
Ilustrasi Harian Analisa
Oleh : Muksalmina
Penulis Berdomisili di  Bale Ulim, Kecamatan Ulim, Kabupaten Pidie jaya
Dulu aku disayang sayangi, selalu dibersihkan dan dirawat dengan sepenuh hati oleh keluarga.  Aku begitu bahagia memiliki sebuah keluarga yang hangat, yang selalu  melindungiku dari hujan dan teriknya sinar mentari. Senyuman mereka dan canda tawa yang selalu menghiasi keluarga ini selalu ku dengar di kala pagi datang menjelma,
Tetapi kini kemana mereka semua? Aku di sini sendiri di kala sepi yang menyelimuti tubuh ini. Sudah tidak  ada lagi canda dan tawa seperti dahulu yang selalu ku dengar. Canda dan tawa yang melahirkan rasa bahagia, yang memberi makna indahnya hidup bersama keluarga. Canda dan tawa yang tidak hanya ada kala mata hari terbit, menghiasi rumah tua ini, tetapi juga kala mentari pulang ke peraduan yang diiringi datangnya senja yang berwarna merah jingga.  Kini, semua itu telah hilang. Hilang untuk selamanya.
Bukan hanya itu, dahulu rumah tua ini dihiasi dengan lampu yang berkedap -kedip, dinding yang penuh dengan foto keluarga kecil ini. Halaman rumah yang juga  dihiasi dengan bunga yang berwarna warni, yang ditanam oleh keluarga. Semakin membahagiakan, ketika harumnya bunga menyebar hingga ke kamar. Sungguh sangat indah.
Kini, semua itu hanya tinggal kenangan. Rumah tua itu kini  sudah  tidak ada lagi yang menjaganya, Tidak ada lagi yang merawatnya. Ya, sudah tidak  ada lagi yang menghiasi, kecuali jaring laba laba yang tergantung ke sana, ke mari yang memenuhi sudut rumah ini. Foto yang penuh kenangan yang digantung di dinding, sudah btak ada lagi. Apalagi sinar lampu yang berkedap kedip? Itu sudah lama tiada. Kini rumah kusam itu, terlihat semakin kusam,  tanpa ada rona indah, sudut yang berwarna cerah. Semua tampak debu yang bersarang di setiap sudut yang gelap dan pengap.
Begitu pula dengan bunga-bunga yang dahulu itu sangat indah. Kini sudah tidak lagui mengharumkan halaman. Tidak pula lagi mewarnai tanah-tanah dan rerumputan, kecuali rumput-rumput liar seperti ilalang yang timbuh tak terawat. Rumah tua itu tampak semakin kusam dan seram. 
Rumah tua itu semakin tua dan  lapuk dimakan usia. Menjadi lapuk, karena  tak ada lagi yang menginjakan kaki di rumah itu, karena sudah ditinggalkan. Bengitulah nasib rumah tua yang yelah ditinggalkan itu,  telah gelap gulita, tanpa ada rasa hangatnya yang menjadi arti sebuah keluarga. Apalagi kala malam, suasana sunyinya malam saja yang dapat dirasakan ketika cahaya bulan yang menembus celah celah rumah itu.  Rumah tua nan kusam dan seram itu, semakin tak berdaya. Itulah rumah tua kusam yang tidak akan pernah ada lagi.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 363x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 322x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 273x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 270x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 204x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Baca Juga

76c605df-1b07-40f1-ab7e-189b529b4818

Filosofi Ketupat

Maret 29, 2026
5de97004-0731-46d3-b7a2-38575dadc077

Serangkai Puisi Putri Nanda Roswati

Maret 28, 2026
WhatsApp Image 2026-03-27 at 8.47.12 AM

Puisi-Puisi Nusantara Novita Sari Yahya

Maret 27, 2026

Discussion about this post

Next Post

Wirausaha, Peluang Emas Para Mahasiswa Era Digital

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com