POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

FGD Wadah Silaturahmi Pemersatu Seniman Aceh

RedaksiOleh Redaksi
August 27, 2023
🔊

Dengarkan Artikel

Banda Aceh -Potretonline.com- Digelarnya Forum Group Discussion  (FGD) atas prakarsa Cut Ratnawati dkk, di Indoor Taman Seni dan Budaya Aceh  menjadi momen silaturahmi, pemersatu seniman Aceh. Para seniman berbagai bidang menyuarakan pentingnya berbagai solusi kreatif dan urgensial guna menjawab tantangan berkesenian khususnya di Aceh, Sabtu (26/8/2023).

“Kemungkinan berbagai tantangan berkesenian di Aceh dapat ditangani melalui beragam strategi. Hal terpenting adalah melakukan silaturahmi lintas personal, juga lintas komunitas. Hari ini kita bersama para seniman Aceh menggelar FGD dalam satu komitmen bersatu untuk maju, bersama saling meuripe alias akomodasi tenaga juga materi gelaran FGD bersama pula,” ungkap Cut Ratnawati.

Diinisiasi juga oleh Yan Kande yang juga Ketua Majelis Seniman Aceh secara pribadi menguak keheningan ruang diskursus berkesenian,. Yan juga membuka acara FGD bertajuk ‘Merajut Kebersamaan Membangun Kesenian mewakili panitia yang telah menyiapkan FGD sepekan sebelumnya.

“Inisiatif berbagai pihak terhadap ide dan niatan, kita kongkritkan melalui terlaksananya FGD. Berbagai usulan kita tampung dan jadi bahan rekomendasi atas nama FGD. Pada tahap lanjut, para pihak juga diminta terus terlibat mengawal dan menjembatani kelanjutan FGD mendatang. Bahkan telah disepakati rekomendasi hasil FGD  yang bakal diteruskan kepada berbagai saluran yang tepat. Bisa saja kepada dinas terkait bahkan langsung saja mengundang PJ Gubernur Aceh untuk mendengar dan memaknai langsung segala soalan yang kini dihadapi kalangan seniman di Aceh,” papar Yan Kande.

Hadir menjadi pemantik FGD antaranya Dr. Nurlis, Din Saja, Djamal Taloe, Ampon Yan. Secara personal masing-masing menelaah konsepsi juga temuan hambatan tumbuh kembangnya kesenian di Aceh, menyorot lebih luas duduk pangkal munculnya hambatan berkesenian; personal seniman, program lembaga kesenian, unsur daya dukung suasana berkesenian,  bahkan pada tatanan stakeholder dan pengambil kebijakan terkait program kesenian juga budaya di Aceh.

“Saya menyorot adanya kemunduran dalam aktifitas kesenian di Aceh, bahkan dari segi media, karenanya setiap pihak sangat berpotensi menjadikan perkembangan seni budaya di Aceh untuk dapat lebih baik di masa depan,” papar Nulis.

“Beberapa argumen harus diulang persoalan 30 tahun lalu. Padahal, saya menekankan pentingnya regulasi, soal personal sebagai seniman. Menurut saya itu tanggung jawab masing-masing diri si seniman. Terlepas dari semua itu, sudah saatnya momentum mempertanyakan fungsi lembaga formal terhadap kemajuan kesenian kita di Aceh. Jika lembaga semacam dinas itu tak ada manfaat, perlu pada titik ini disepakati saja untuk dihapus-bubarkan!,” ungkap Din Saja.

📚 Artikel Terkait

Koalisi Pemuda Aceh Pertanyakan Mutu Pendidikan Aceh

Serambi  Masjid Kami Yang Kotor

Sajak-sajak Bussairi D. Nyak Diwa

KaburAjaDulu “Bila Perlu Tak Usah Pulang”

Djamal menyorot pentingnya ada bargaining seniman dalam konteks menghadapi ketidaksinergian program pemerintah terhadap dunia berkesenian di Aceh. Unsur ini menurutnya cukup signifikan dalam upaya menjaga peningkatan kemajuan berkesenian. Ternyata diperlukan sikap yang tegas demi menjaga ‘harga diri’ seniman itu sendiri agar tidak terjebak dalam konflik kepentingan terkait anggaran kesenian.

“Saya mengkritik sebagai satu cara menyampaikan apa dan bagaimana seharusnya anggaran kesenian di Aceh ini yang secara patut dan bermartabat dapat diterapkan. Pemerintah Aceh melalui dinas harus mengambil peran secara proporsional terkait anggaran dari program. Kitalah yang juga sebagai pemilik anggaran seni budaya ini yang seharusnya ikut menentukan. Ini malah tidak dilibatkan, bahkan apabila terlalu mengkritik, bisa-bisa dianggap tidak kooperatif, ini aneh buat Saya selaku seniman,” ungkap Djamal.

Pemantik FGD, Ampun Yan dalam sesinya memaparkan pentingnya cara pandang masa depan karya seni. Baginya berkarya dan mampu membuktikan nilai ‘jual’ karya jugalah urgensi sekaligus gengsi. Dari hal ini menurutnya, pemerintah akan menilai sendiri kepatutan para seniman di Aceh. Pilihannya justru pada karya dan kiprah berkesenian sebagai jawaban beragam tantangan masa depan kesenian kita.

“Sungguh aneh jika bergantung pada lembaga struktural yang kadangkala tiap 2 tahun sekali berganti-ganti orang mengurus program seni di dinas. Karena itu, pilihannya bukan pada keberadaan dinas atau pemerintah dalam arti potensi utama berkiprah di bidang seni. Kita sebagai seniman patut membawa konsep nilai kemandirian, meski betapa pentingnya lembaga formal itu, namun kepercayaan diri seniman memiliki nilai jual tersendiri,. Artinya untuk dilirik, seniman perlu eksistensi kekaryaan yang mampu menembus batas dan ruang, termasuk dalam soal anggaran,” papar Ampon Yan.

Beberapa peserta turut berdialog mengutarakan persoalan dari tantangan berkesenian. Luasnya masalah yang dianggap membawa dampak pasang surutnya suasana berkesenian di Aceh.

Di akhir FGD disepakati lanjutan tahap lanjutan. Panitia bermaksud ke depan akan mengundang para pihak yang dianggap patut mendengarkan secara bermuka-muka , terkait apa dan bagaimana tantangan dan perkembangan seni budaya di Aceh masa kini termasuk dengan pihak eksekutif di pemerintahan, legislatif juga para tokoh seni Aceh yang dalam kesempatan FGD perdana belum berkesempatan hadir.

Lebih empat puluhan seniman berbagai bidang seni tampak antusias mengisi ruang indoor Taman Seni Budaya Aceh di momen FGD.  Suasana berkesenian memerlukan silaturrahmi terus menerus demi mengurai kebekuan lintas kalangan seni.  Tampak kesempatan berkumpul di FGD menjadi ruang diskursus paling ditunggu.

Kontributor : Muhrain

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 137x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 97x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya
Membanggakan, Siswi dari Kepulauan Simeulue Raih Medali Perak Tingkat Nasional di Ajang FLS2N

Membanggakan, Siswi dari Kepulauan Simeulue Raih Medali Perak Tingkat Nasional di Ajang FLS2N

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00