• Latest

Menulis Itu Seperti Buang Air Besar

Mei 28, 2021
8a775060-2ffc-40bc-a7c8-7d5eeda6427a

Mengenal Ayu Zhafira, Finalis Miss Norway Berdarah Sumatera Barat

Maret 30, 2026
IMG_0551

Jalan yang Kita Pilih

Maret 30, 2026

Iran: Ketahanan, Kepemimpinan Teknologi, dan Transformasi di Tengah Blokade Internasional

Maret 30, 2026
db120a04-bc3f-416f-8477-98be379296aa

Peran OSIS  Dalam Membangun Budaya Sekolah 

Maret 30, 2026
0531533e-b691-47af-a72c-150e25a07ee5

Di Dalam Gelap, Ada Ibu

Maret 30, 2026
20362b6b-fe28-40ff-a0c0-c08280e7bbff

Indonesia, Mundurlah dari Dewan Perdamaian Trump: 175 Siswi Tewas

Maret 30, 2026
IMG_0542

Jejak Darah di Terbangan: Kematian Letnan Satu Molenaar alias Kapitan Lhoknga dan Perlawanan Rakyat Aceh Selatan

Maret 30, 2026
IMG_0518

Mencari Akar Sejarah Nama Manggeng

Maret 29, 2026
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Penulis
  • Kirim Naskah
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Menulis Itu Seperti Buang Air Besar

Redaksiby Redaksi
Mei 28, 2021
Reading Time: 2 mins read
585
SHARES
3.3k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook

Oleh Ahmad Rizali
Berdomisili di Depok
Saya senang menulis, bahkan sejak remaja sudah saya lakukan. Saat ini, facebook menjadi media bagi saya mengekspresikan semua yang ada di hati dan kepala menjadi sebuah tulisan yang seringkali, jika tak diingatkan oleh facebook saya sering lupa pernah menulisnya. Bayangkan, jika saya seorang buzzer yang dibayar menghajar perilaku seseorang, maka dengan mudah jejak elektronik saya dipakai menghajar balik. 
Menulis apa yang dirasakan dan dipikir bisa sangat cepat, karena spontan saja seperti saat haus, maka cepat menyambar pasu air dan tuang ke gelas, tenggak. Pikiran dan perasaan menjadi sumber hidup tulisan dan memilih diksi dan merangkainya menjadi paragraf yang bermakna dan tak bermakna. Kadangkala kita menyamarkan arti, hanya tersirat. Seringkali jelas tersurat, sesekali “tersuruf” karena hanya kita dan Tuhan yang paham makna tulisan kita. 
Yang agak bikin stres adalah menulis topik khusus, seringkali pesanan. Proses menulis topik ini seperti menunggu berak, tak bisa dikeluarkan jika memang belum saatnya dan saya berfikir, apakah ini kebiasaan buruk atau memang harus seperti ini? Biasanya topik “pesanan” itu saya tulis dulu kerangkanya, apakah pertanyaan yang harus dijawab, mengapanya dan lain sebaagainya dalam sebuah “curah pendapat sendirian”, lantas mengerucut dan saya tinggalkan sejenak.
Adanya kerangka tak lantas membuat saya sigap dan cepat menulis, seperti berak tadi. Kerangka sesekali diintip dan kata kata kunci diinternalisasi dalam pikiran dan ada proses “sublimasi”. Biasanya menjelang “deadline” itulah, “perut seakan sakit menjelang berak” dan keluarlah “tinja” itu dengan sangat cepat. Tulisan yang sudah berbentuk dan cukup terstruktur itu hanya menunggu sentuhan akhir. 
Apakah, proses “kreatif” anda dalam menulis sama seperti saya atau justru lebih “beradab” ?

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 360x dibaca (7 hari)
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
Batu Gajah Hilang di Bate Iliek
23 Mar 2026 • 318x dibaca (7 hari)
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 270x dibaca (7 hari)
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
Membuka Tabir Sejarah Kenegerian Manggeng dan Para Raja yang  Pernah Berkuasa
27 Mar 2026 • 263x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 200x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.

Baca Juga

Budaya Kekerasan dalam Masyarakat Modern.

Budaya Kekerasan dalam Masyarakat Modern.

Maret 21, 2026

Kisah Perempuan POTRET – Zaynab bint al-Kamal

Maret 30, 2026
Benarkah Bangsa Aceh Malas Menulis?

Benarkah Bangsa Aceh Malas Menulis?

Maret 10, 2026

Discussion about this post

Next Post

MENGENAL AKSARA JAWI (ARAB-MELAYU)

POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Naskah
  • Penulis

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah

© 2026 potretonline.com