POTRET Online
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan
No Result
View All Result
POTRET Online
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

Tebak-Tebak Buah Manggis untuk Vonis Sambo

RedaksiOleh Redaksi
February 5, 2023
Tebak-Tebak Buah Manggis untuk Vonis Sambo
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh : Pril Huseno

Sekira minggu depan mendatang, majelis hakim pengadilan negeri Jakarta Selatan yang mengadili perkara pembunuhan berencana atas alm Joshua Hutabarat oleh terdakwa Ferdy Sambo (FS), akan menjatuhkan vonis kepada mantan Kadiv Propam Polri tersebut.

Peristiwa pembunuhan atas diri Joshua yang terjadi pada 08 Juli 2022   oleh FS, mantan atasannya sendiri. Kasus pembunuhan itu kini menjadi perkara paling menggegerkan publik di Indonesia, dan putusan vonis pengadilan menjadi hal yang paling ditunggu-tunggu.

Pembunuhan terhadap brigadir Joshua Hutabarat dinilai warga masyarakat teramat sadis, terlebih pelaku yang memerintahkan pembunuhan itu adalah seseorang yang memimpin lembaga Propam Polri, benteng terakhir dari penegakan hukum di tubuh Kepolisian RI. Maka dari itu banyak orang mengharapkan FS dijatuhi hukuman paling berat, yakni hukuman mati, sesuai dengan Pasal 338 KUHP yang mengatur hukuman atas tindakan dengan sengaja menghilangkan nyawa orang lain, ditambah Pasal 340 sebagai unsur tambahan direncanakan terlebih dahulu.   

Namun, jaksa pada perkara itu telah menuntut FS dengan hukuman seumur hidup. Hal yang menarik, beredar “seliweran” berita tentang adanya kasak-kusuk oleh sekelompok orang berpengaruh di instansi Kepolisian, hal mana di antaranya berusaha mempengaruhi jaksa dan majelis hakim agar FS tidak dijatuhi hukuman mati. Tak kurang Menkopolhukam Machfud MD sendiri yang membuka ihwal adanya seorang Brigjen Polri yang ditengarai berusaha mempengaruhi putusan pengadilan atas kasus FS.

Mengapa sampai begitu rupa terdakwa FS berupaya dilindungi oleh sekelompok orang berpegaruh di Polri? Apakah ada kaitannya dengan jabatan FS sebagai kepala Satgassus Polri ketika pembunuhan terjadi?

Pertaruhan atas wibawa hukum di Indonesia dan independensi majelis hakim sidang perkara pembunuhan Joshua Hutabarat, kembali menemui ujian paling berat.

📚 Artikel Terkait

Belajar di Saat Dunia Berguncang

T.A Sakti, Pelestari Hikayat Aceh Yang Konsisten

Manfaat bersepeda bagi Kesehatan

Oh Mama

“Kasus Sambo”, begitu publik banyak menyebut, memang luarbiasa. Tak hanya orang terdekat FS di rumahnya, istri dan beberapa pembantu, serta para ajudan. Kasus pembunuhan itu juga tak urung menyebabkan puluhan perwira menengah dan tinggi Polri berpangkat Jenderal terkena hukuman, dipenjara dan ada yang dipecat dari keanggotaan Polri karena dianggap terlibat. Ini kasus paling besar dan paling memalukan dalam sejarah Kepolisian di Indonesia.

Apalagi sepak terjang Satgassus Polri bentukan Tito Karnavian dulu, menjadi terbuka kedoknya gara-gara Kasus Sambo. Satuan tugas khusus yang telah dibubarkan Kapolri tersebut diduga terlibat dalam berbagai kasus kejahatan narkoba, judi online, pelacuran dan perkara suap tambang ilegal. Uang yang beredar dalam kasus judi online saja, diperkirakan berkisar Rp155 triliun. Namun, dana temuan PPATK tersebut belum terdengar apakah akan diaudit atau tidak oleh pihak berwenang. Terutama oleh lembaga anti rasuah seperti KPK.

Untuk itukah makanya seorang pesakitan macam FS amat dibela oleh sekelompok kepentingan agar dia tidak dijatuhi hukuman mati? Jangan-jangan, ada pihak yang mengancam akan membuka semua borok menyangkut dana-dana ilegal yang mengalir sampai ke mana-mana.

(https://bisnis.tempo.co/read/1634464/ppatk-temukan-aliran-judi-online-hingga-rp-155-triliun-mengalir-ke-pelajar-hingga-polisi?page_num=2).

Tapi apapun ceritanya, wibawa hukum di Indonesia saat ini memang kembali diuji. Setelah berulang kali putusan pengadilan di Indonesia membuat kecewa warga masyarakat atas kasus-kasus yang menjadi sorotan publik, sebagai contoh kasus korupsi spektakuler Dana Asabri oleh Heru Hidayat senilai Rp22,7 triliun yang ternyata dibebaskan dengan hukuman nihil kepada terdakwa, padahal jaksa menuntut hukuman mati. Lalu kasus jaksa Pinangki yang hanya dihukum 4 tahun oleh Pengadilan Tinggi DKI Jakarta, hanya karena masih memiliki anak berusia 4 tahun.

Belum lagi terdakwa kasus KSP Indosurya Henry Surya dan June Indria yang merugikan masyarakat senilai Rp106 triliun, malah divonis bebas oleh hakim pengadilan negeri Jakarta Barat. Putusan-putusan tersebut, jelas tidak mempertimbangkan rasa keadilan dan hati nurani masyarakat, terutama para korban ketidakadilan hukum. Sudah demikian compang campingkah wajah hukum di Indonesia?

“Keadilan itu bukan terletak pada bunyi huruf undang-undang, melainkan dalam hati nurani hakim yang melaksanakannya.” Begitu kata orang bijak. Lalu bagaimana nanti dengan vonis yang akan dijatuhkan hakim kepada FS? akankah dia justru akan divonis lebih ringan dari tuntutan jaksa, atau mendapat hukuman paling maksimal? Kita lihat saja.

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
Bencana dan Perubahan Persepsi Masyarakat Pascabencana
12 Jan 2026 • 155x dibaca (7 hari)
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
Sajadah yang Tertinggal di Seberang Lautan
21 Jan 2026 • 138x dibaca (7 hari)
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
Lomba Menulis Ulang Tahun Potret
16 Jan 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Belajar di Saat Dunia Berguncang
Belajar di Saat Dunia Berguncang
9 Jan 2026 • 98x dibaca (7 hari)
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
Pengaruh Internet dan Gadgets Bagi Masyarakat Kita
12 Mar 2018 • 91x dibaca (7 hari)
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
Share2SendShareScanShare
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Please login to join discussion
#Gerakan Menulis

Ulang Tahun POTRET dalam Sepi dan Senyap: 23 Tahun Menyalakan Api Literasi dari Pinggiran

Oleh Tabrani YunisJanuary 18, 2026
#Sumatera Utara

Kala Belantara Bicara

Oleh Tabrani YunisDecember 23, 2025
Puisi Bencana

Kampung- Kampung Menelan Maut

Oleh Tabrani YunisNovember 28, 2025
Artikel

Menulis Dengan Jujur

Oleh Tabrani YunisSeptember 9, 2025
#Gerakan Menulis

Tak Sempat Menulis

Oleh Tabrani YunisJuly 12, 2025

Populer

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    167 shares
    Share 67 Tweet 42
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    159 shares
    Share 64 Tweet 40
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    146 shares
    Share 58 Tweet 37
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    58 shares
    Share 23 Tweet 15
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    52 shares
    Share 21 Tweet 13

HABA MANGAT

Haba Mangat

Lomba Menulis Ulang Tahun Potret

Oleh Redaksi
January 16, 2026
164
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis Edisi Desember 2025

Oleh Redaksi
December 5, 2025
90
Haba Mangat

Tema Lomba Menulis November 2025

Oleh Redaksi
November 10, 2025
95
Postingan Selanjutnya
The Power of Mindset

The Power of Mindset

  • Kirim Tulisan
  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Tentang Kami

© 2025 potretonline.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms bellow to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Puisi
  • Sastra
  • Aceh
  • Literasi
  • Esai
  • Perempuan
  • Menulis
  • POTRET
  • Haba Mangat
  • Kirim Tulisan

© 2025 potretonline.com

-
00:00
00:00

Queue

Update Required Flash plugin
-
00:00
00:00