POTRET Online POTRET
  • Home
  • Artikel
  • Potret Budaya ⌄
    • Puisi
    • Cerpen
    • Esai
  • Pendidikan
  • Video
  • Esai
  • Opini
  • Aceh
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Cerpen
  • Perempuan
  • Podcast
  • ✍ Kirim Tulisan
Home Kajian

Amanah, Keadilan dan Taat yang Cerdas

Tgk. H. Erli Safriza Al Yusufiy, Lc. by Tgk. H. Erli Safriza Al Yusufiy, Lc.
Mei 8, 2026
in Kajian, Agama, Agama Islam, Pasie Raja
0
b1b99ad8-c6ca-4fc3-bdb5-aadb306bada5


(Pelajaran Kepemimpinan dari QS. An-Nisa Ayat 58–59).

Oleh: Tgk. H. Erli Safriza Al-Yisufy, Lc

Di tengah banyaknya krisis kepemimpinan hari ini, Al-Qur’an sebenarnya telah lama memberikan panduan yang sangat jelas. Dua ayat dalam Surah An-Nisa, yakni ayat 58–59, memuat fondasi besar tentang bagaimana seorang pemimpin harus bersikap, dan bagaimana masyarakat seharusnya menempatkan ketaatan.

Baca Juga
  • Amanah, Keadilan dan Taat yang Cerdas - F56299AE D398 4992 80BF A717B1BCAFF6 | Kajian | Potret Online
    Analisis
    Mengulik Melemahnya Gerakan Sipil dan “Student Movement”
    26 Mar 2023
  • 02
    Analisis
    Seksualitas, Sebuah Konstruksi Sosial
    13 Jul 2021

Ayat ini bukan sekadar bacaan ritual, tetapi peta jalan tata kelola kehidupan. Di dalamnya ada tiga kata kunci penting: “amanah, adil, dan taat”.

Amanah: Jabatan Bukan Milik, Tapi Titipan.

Baca Juga
  • 01
    Aceh
    Kajian Millenial RTA Aceh Utara Bahas Pola Asuh Anak Ala Rasulullah, Ini Hasilnya
    09 Okt 2023
  • 1001436738_11zon
    Artikel
    Refleksi 29 Tahun Pasie Raja: Merawat Potensi, Menjaga Eksistensi.
    29 Apr 2026

Allah berfirman:
“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanah kepada yang berhak menerimanya…”

Pesan pertama ayat ini sangat kuat: segala kekuasaan, jabatan, tanggung jawab, bahkan ilmu yang kita miliki bukanlah milik pribadi. Itu adalah titipan.

Baca Juga
  • fb4fd11e-159e-4ae3-acae-836dffc91dd8
    Artikel
    Adab Bermunajat: Integrasi Kesucian Mental dan Fisik dalam Menghadap Sang Khalik
    17 Apr 2026
  • Amanah, Keadilan dan Taat yang Cerdas - e194f221 2771 44b6 973a e9fb9454c4e5 | Kajian | Potret Online
    Artikel
    Pentingnya Menjaga Kesehatan Mental
    27 Feb 2024

Karena itu, jabatan tidak boleh dipakai untuk memperkaya diri, memihak kelompok, atau membangun dinasti kepentingan. Amanah harus diberikan kepada yang layak, bukan kepada yang dekat.

Dalam kehidupan sehari-hari, amanah tidak hanya soal kursi kekuasaan. Menjaga janji, menjaga rahasia, menunaikan tugas, mengajar dengan sungguh-sungguh, hingga memimpin keluarga dengan baik, semua itu adalah amanah.

Adil: Tidak Berat Sebelah.

Allah melanjutkan:
“Dan apabila kamu menetapkan hukum di antara manusia, hendaklah kamu menetapkannya dengan adil.”

Keadilan adalah nyawa kepemimpinan. Pemimpin boleh tegas, tetapi tidak boleh zalim. Pemimpin boleh kuat, tetapi tidak boleh sewenang-wenang.

Adil berarti menempatkan sesuatu pada tempatnya. Yang salah tetap salah, meski ia teman sendiri. Yang benar tetap benar, meski datang dari lawan.

Masyarakat akan sabar hidup dalam kekurangan, tetapi sulit bertahan di bawah ketidakadilan. Karena itu, runtuhnya sebuah sistem sering kali bukan karena miskin, tetapi karena hilangnya rasa adil.

Taat: Bukan Tunduk Buta.

Ayat berikutnya berbunyi:
“Wahai orang-orang beriman, taatilah Allah, taatilah Rasul, dan ulil amri di antara kamu…”

Ini menunjukkan bahwa Islam mengajarkan ketaatan sosial. Namun ketaatan itu bukan tanpa batas. Taat kepada pemimpin berlaku selama tidak bertentangan dengan ajaran Allah dan Rasul-Nya.

Artinya, Islam tidak mengajarkan budaya menjilat kekuasaan, tetapi juga tidak mendorong kekacauan tanpa aturan. Yang dibangun adalah keseimbangan: hormat kepada pemimpin, namun tetap kritis dalam koridor kebenaran.

Jika Berselisih, Kembali ke Nilai.

Ayat ini juga memberi solusi ketika terjadi konflik:

“Jika kalian berselisih dalam suatu perkara, maka kembalikanlah kepada Allah dan Rasul.”

Maksudnya, ketika ada perbedaan pendapat, jangan diselesaikan dengan emosi, fitnah, atau ego. Kembalilah kepada nilai, ilmu, aturan, dan petunjuk agama.

Hari ini banyak pertikaian lahir bukan karena masalah besar, tetapi karena semua orang ingin menang sendiri. Padahal Al-Qur’an mengajarkan: jika berselisih, carilah kebenaran, bukan kemenangan.

Pelajaran untuk Zaman Sekarang.

Dua ayat ini sangat relevan untuk semua level kehidupan:

‌Bagi pejabat: jadilah pemegang amanah, bukan pemilik kuasa.
‌Bagi guru: didik dengan adil.
‌Bagi orang tua: pimpin keluarga dengan tanggung jawab.
‌Bagi masyarakat: taatlah kepada aturan yang benar, bukan kepada hawa nafsu massa.

Penutup.

Jika amanah ditegakkan, keadilan dijaga, dan ketaatan dipahami dengan benar, maka masyarakat akan kokoh.

Namun jika amanah dikhianati, hukum diperjualbelikan, dan rakyat dipaksa taat secara buta, maka kehancuran hanya tinggal menunggu waktu.

Al-Qur’an telah memberi rumusnya sejak lama. Tinggal kita: mau mendengar atau terus mengulang kesalahan yang sama.

Penulis merupakan Pimpinan Dayah Madinatuddinayah Babusa’adah dan Ketua HUDA Aceh Selatan.

Previous Post

Menulis,  Mengukir  Prestasi  Sejati dan Abadi 

Please login to join discussion
POTRET Online POTRETOnline
Kontributor Tentang Kami Redaksi 1000 Sepeda

© 2026 POTRET Online. Seluruh hak cipta dilindungi.

No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah