POTRET Online POTRET
  • Home
  • Artikel
  • Potret Budaya ⌄
    • Puisi
    • Cerpen
    • Esai
  • Pendidikan
  • Video
  • Esai
  • Opini
  • Aceh
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
  • Cerpen
  • Perempuan
  • Podcast
  • ✍ Kirim Tulisan
Home Antologi Puisi

Puisi-Puisi Nusantara Novita Sari Yahya

Novita Sari Yahya by Novita Sari Yahya
Maret 27, 2026
in Antologi Puisi, POTRET Budaya, Sastra
0
WhatsApp Image 2026-03-27 at 8.47.12 AM

Inilah Nusantara.

Oleh : Novita sari yahya

Inilah Nusantara,
tanah yang lahir dari rahim sejarah panjang,
yang ditempa oleh waktu,
dan dibesarkan oleh keberagaman.

Baca Juga
  • Puisi-Puisi Nusantara Novita Sari Yahya - 41E18F15 C0D2 4436 B359 AB82500CC2FC scaled | Antologi Puisi | Potret Online
    POTRET Budaya
    SHORES IN ACEH HAVE THE SAME LAVEL AS BALI
    23 Mar 2023
  • 02
    Kuflet
    KUFLET: Pentaskan Teatrikal Puisi dalam Event Desa Wisata Fair 2024
    08 Okt 2024

Di sini, peradaban tumbuh dan berkembang,
bukan sekadar bertahan,
melainkan melangkah maju,
menyapa masa depan dengan keyakinan.

Dari tangan-tangan para pencipta,
lahir karya di segala bidang.
seni yang menggetarkan jiwa,
ilmu yang menerangi dunia,
dan inovasi yang menggerakkan zaman.

Baca Juga
  • Puisi-Puisi Nusantara Novita Sari Yahya - cd5c98b1 64c0 4ec1 9cf5 e1a3486768d6 | Antologi Puisi | Potret Online
    POTRET Budaya
    Luka yang Membisu
    07 Jan 2025
  • Puisi-Puisi Nusantara Novita Sari Yahya - 6FC677B1 F37F 4808 9071 F1308776F7A3 scaled | Antologi Puisi | Potret Online
    POTRET Budaya
    Anak-Anak Belia Jalanan
    08 Apr 2022

Nusantara bukan sekadar nama,
ia adalah semangat,
ia adalah denyut kehidupan,
yang mengalir dari generasi ke generasi.

Bangsa ini pernah berdiri tegak di samudra,
menjadi pelaut tangguh,
menaklukkan ombak,
dan menjelajahi lautan luas tanpa takut.

Baca Juga
  • Puisi-Puisi Nusantara Novita Sari Yahya - 2025 07 10 10 13 39 | Antologi Puisi | Potret Online
    Aceh
    Khanduri Blang Ritual Yang Menjadi Tradisi
    10 Jul 2025
  • Puisi-Puisi Nusantara Novita Sari Yahya - 2025 07 25 15 06 49 | Antologi Puisi | Potret Online
    Antologi Puisi
    Puisi-Puisi Boy Mihaballo
    25 Jul 2025

Angin adalah sahabat,
bintang adalah penunjuk arah,
dan keberanian adalah kompas
yang membawa mereka melintasi cakrawala dunia.

Jejak langkah itu masih terasa hingga kini,
terpatri dalam ingatan sejarah,
dan hidup dalam semangat anak bangsanya.

Inilah Nusantara, bukan hanya tentang masa lalu yang gemilang,
tetapi tentang masa depan yang sedang dibangun,
oleh mereka yang percaya
bahwa kejayaan bisa terulang kembali.

Aku Mengenal Nusantara

Oleh : Novita Sari Yahya

Aku mengenal Nusantara dari rumah,
dari cerita sederhana yang sering diulang,
tentang laut yang bukan untuk memisahkan,
melainkan jalan agar orang-orang bertemu.

Di peta, Nusantara terlihat terpisah-pisah,
namun semuanya sebenarnya saling terhubung,
oleh perjalanan, oleh harapan,
dan oleh cerita yang terus ditulis sejarah.

Banyak perbedaan di dalamnya,
bahasa, kebiasaan, juga keyakinan,
meski tidak selalu sama,
kita tetap bisa hidup berdampingan.

Sehari-hari, Nusantara terasa dekat,
di pasar, di jalan, dalam percakapan kecil,
hal-hal yang sering kita anggap biasa,
namun menyimpan makna kebersamaan.

Dari situlah kita belajar,
untuk saling mengerti dan menghargai,
bahwa perbedaan bukan penghalang,
melainkan alasan untuk saling menjaga.

Nusantara bukan hanya tentang masa lalu,
tetapi tentang cara kita hidup hari ini,
selama kita masih saling menyapa,
ia akan tetap ada, sederhana dan dekat.

Nusantara: Jejak yang Menyatu

Oleh: Novita Sari Yahya.

Di awal waktu, ketika laut belum bernama,
dan jarak belum menemukan maknanya,
lahir sebuah kata dari sunyi semesta,
Nusantara—nusa yang saling menjaga.

Ia bukan sekadar gugusan daratan,
melainkan riwayat yang berlayar perlahan,
dari desir ombak hingga layar terkembang,
membawa dunia singgah dan pulang.

Di lembar tua sejarah yang senyap,
terpatri jejak yang tak selalu tampak,
bukan kuasa yang ingin ditancapkan,
melainkan makna yang hendak dihidupkan.

Dari tekad seorang mahapatih,
lahir sumpah yang mengguncang sunyi,
bukan untuk menaklukkan semata,
tetapi merajut pulau menjadi satu rasa.

Sejarah pun bukan sekadar perang,
melainkan pertemuan yang berulang,
rempah, doa, dan budaya berlayar,
menyatu dalam perbedaan yang sadar.

Nusantara tumbuh dalam keragaman,
dalam bahasa, dalam keyakinan,
dalam tarian yang tak pernah sama,
namun seirama dalam jiwa.

Laut bukan batas yang memisahkan,
melainkan jalan yang menghubungkan,
ruang luas yang memeluk jarak,
menjadikan jauh terasa dekat.

Kini ia menjelma sebuah rumah,
Indonesia—nama yang bermakna,
berdiri di antara dua dunia,
namun satu dalam jiwa bangsa.

Bhinneka Tunggal Ika berdenyut abadi,
dalam nadi yang tak pernah mati,
perbedaan bukan alasan pergi,
melainkan kekuatan untuk berdiri.

Nusantara adalah ingatan panjang,
tentang asal dan tujuan pulang,
tentang siapa kita sebenarnya,
dalam sejarah yang tak pernah sirna.

Ia bukan sekadar peta dan cerita,
melainkan jiwa yang terus menyala,
dalam langkah dan napas bangsa,
yang menjaga makna sepanjang masa.

Selama laut tetap berombak,
dan manusia tak lelah bercerita,
Nusantara akan selalu ada,
menjadi satu dalam segala beda

Nusantara: Jejak yang Menyatu dalam Sejarah.

Oleh: Novita Sari Yahya

Pada awal waktu, ketika batas belum ditentukan,
dan jarak belum dimaknai sebagai pemisah,
lahirlah konsep yang menyatukan,
Nusantara sebagai ruang kebersamaan.

Ia tidak semata-mata wilayah geografis,
melainkan konstruksi historis dan kultural,
yang tumbuh melalui interaksi maritim,
dalam jaringan perdagangan dan peradaban.

Dalam sumber-sumber klasik yang terdokumentasi,
tercatat relasi yang melampaui batas kuasa,
menunjukkan keterhubungan antarruang,
sebagai jaringan makna, bukan dominasi.

Sumpah politik yang lahir dari tekad kepemimpinan,
mencerminkan ambisi integrasi wilayah,
bukan sekadar ekspansi teritorial,
melainkan upaya membangun kesatuan imajiner.

Sejarah kawasan ini memperlihatkan dinamika,
bahwa perjumpaan menjadi fondasi utama,
pertukaran budaya, agama, dan gagasan,
membentuk struktur sosial yang kompleks.

Keragaman menjadi karakter utama Nusantara,
terlihat dalam bahasa, tradisi, dan kepercayaan,
namun tetap terhubung dalam satu sistem,
yang berkembang melalui interaksi berkelanjutan.

Dalam perspektif geografis modern,
laut tidak dipandang sebagai pemisah,
melainkan sebagai penghubung wilayah,
yang memperkuat integrasi nasional.

Konsep ini kemudian terinstitusionalisasi,
dalam bentuk negara modern Indonesia,
yang berdiri di antara dua benua dan samudra,
dengan identitas kepulauan yang kuat.

Prinsip Bhinneka Tunggal Ika menjadi dasar,
dalam membangun kohesi sosial bangsa,
bahwa keberagaman merupakan realitas,
yang harus dikelola dalam persatuan.

Dengan demikian, Nusantara dapat dipahami,
sebagai konstruksi historis yang dinamis,
yang berkembang menjadi identitas nasional,
dalam konteks negara modern Indonesia.

Ia bukan sekadar istilah geografis,
melainkan simbol kesadaran kolektif,
tentang kesatuan dalam keberagaman,
yang menjadi fondasi kehidupan berbangsa.

Selama interaksi sosial terus berlangsung,
dan kesadaran sejarah tetap dijaga,
Nusantara akan selalu relevan,
sebagai identitas dan ruang kebersamaan.

Previous Post

Transisi Energi Kendaraan Listrik

Next Post

Menuju Dunia Multipolar

Next Post
Puisi-Puisi Nusantara Novita Sari Yahya - 0e417695 171f 4238 b08b 77387e695a57 | Antologi Puisi | Potret Online

Menuju Dunia Multipolar

POTRET Online POTRETOnline
Kontributor Tentang Kami Redaksi 1000 Sepeda

© 2026 POTRET Online. Seluruh hak cipta dilindungi.

No Result
View All Result
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST
  • Penulis
  • Kirim Naskah