HABA Mangat

Majalah POTRET pun Penting dan Perlu Untuk Melihat Wajah Batin dan Spiritualitas Diri Kita

Pemenang Lomba Menulis Februari 2025

Maret 2, 2025
Kabar Redaksi

Kabar Redaksi

Februari 2, 2025

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    883 shares
    Share 353 Tweet 221
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    870 shares
    Share 348 Tweet 218
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    671 shares
    Share 268 Tweet 168

HABA Mangat

Majalah POTRET pun Penting dan Perlu Untuk Melihat Wajah Batin dan Spiritualitas Diri Kita

Pemenang Lomba Menulis Februari 2025

Maret 2, 2025
Kabar Redaksi

Kabar Redaksi

Februari 2, 2025

Popular

  • Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng

    883 shares
    Share 353 Tweet 221
  • Inilah Situs Menulis Artikel dibayar

    870 shares
    Share 348 Tweet 218
  • Peran Coaching Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan

    840 shares
    Share 336 Tweet 210
  • Korupsi Sebagai Jalur Karier di Konoha?

    680 shares
    Share 272 Tweet 170
  • Lomba Menulis Agustus 2025

    671 shares
    Share 268 Tweet 168
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
SAVED POSTS
AI News
  • Home
  • Artikel
  • POTRET Budaya
  • Literasi
  • Edukasi
  • Pendidikan
  • Puisi
  • Esai
  • Opini
No Result
View All Result
POTRET
No Result
View All Result

Aceh Mengaji Masihkah Menjadi Tradisi?

Redaksi by Redaksi
Maret 23, 2026
in Aceh, Pendidikan karakter
Reading Time: 2 mins read
0
585
SHARES
3.2k
VIEWS
Summarize with ChatGPTShare to Facebook
🔊

Dengarkan Artikel

Oleh Nurwida

“ Alif, Ba, Tsa “, terdengar bacaan Iqrak di salah satu rumah masyarakat Aceh. Dulu di rumah warga Aceh akan terdengar bacaan Al-Qur’an. Waktu setelah magrib di desa maupun kota. Tidak ada kegiatan lain selain menyempatkan diri baca Al-Qur’an bagi orang dewasa. Anak-anak diajari “ mengaji” oleh orang tuanya. 

Baca Juga

Siapa Buat Laporan ke Prabowo, Pengungsi Tak Ada Lagi di Tenda?

Siapa Buat Laporan ke Prabowo, Pengungsi Tak Ada Lagi di Tenda?

Maret 22, 2026
Banjir Hidrometeorologi yang Menyisakan Kesengsaraan Panjang

Banjir Hidrometeorologi yang Menyisakan Kesengsaraan Panjang

Maret 22, 2026
Sekolah Korban Bencana Ekologis

Membaca Bahasa Alam dalam Nalar Ekologis 

Maret 21, 2026

Seakan dengan tidak membaca Al-Qur’an terasa ada yang hilang.  Pendidikan Islam dimulai dari rumah. Orang tua mengambil peran utama, menjadi pijakan bagi generasinya untuk mengenal Islam dari rumah. Tempat pengajian hanya memolesnya saja. Karena pondasinya sudah ada. 

Orang Aceh tidak bisa membaca Al-Qur’an menjadi pertanyaan dan tabu dalam lingkungan sosialnya.  Namun sekarang ada yang berbeda. Budaya itu telah pudar dalam kehidupan sosial masyarakat Aceh. 

Peran itu telah diambil oleh balai pengajian dan maupun lembaga pendidikan lainnya. Dengan berbagai kelompok umur. Yang seharusnya peran tersebut diambil oleh orang tua sebagai madrasah pertama. 

Di samping itu saat sekarang, tempat pengajian juga tidak terlalu diminati. Dapat kita lihat, tempat pengajian terkadang sepi dari penuntut ilmu agama. 

Aceh dikenal dengan kekentalan budaya Islamnya.  Mengenal Aceh,  maka terdapat pesan tentang Islam. Sejarah kita membuktikannya. Benarkan itu, ataukah kita terlalu larut dalam eforia pemberitaan media lokal,  maupun Nasional tentang Aceh yang bersyariatkan Islam. 

Hingga berbangga hati tanpa disadari bahwa budaya kita telah tergerus tsunami bernama media sosial. Memang potret budaya Islam masih terlihat. Tapi itu hanya terlihat ketika hari-hari besar Islam. 

Perayaannya begitu luar biasa. Kemudian, pernahkan kita memaknai atau generasi memaknai budaya tersebut. Jangan-jangan itu hanya sebagai seremonial saja dan adu gengsi. 

Perhatikanlah keadaan Aceh sekarang. Tak bisa dipungkiri, budaya setelah magrib, biasanya disambut riuh orang-orang membaca Al-Qur’an. Sekarang sunyi, bergantikan suara telivisi dan suara HP. Anak-anak kita sekarang lebih memilih memandang Hpnya berlama-lama dan nongkrong. 

Anak-anak Aceh sekarang lebih banyak menghabiskan waktu dengan nongkrong di kedai kopi dan sejenisnya. Bermain game dan bermedia sosial.  

Melihat fenomena ini, yakinkah kita akan bertahan dari air bah ini. Ketika generasi kita mulai tak berminat lagi untuk belajar identitasnya. Membuang kulturnya, ataukah kita harus siap-siap Aceh berganti wajah ke arah daerah tanpa mengenal warisannya. 

🔥 5 Artikel Terbanyak Dibaca Minggu Ini

Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
Aceh Hijau atau Aceh Gundul?
12 Mar 2026 • 173x dibaca (7 hari)
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
Gemerlap Aceh, Menelusuri Emperom dan Menyibak Goheng
18 Jun 2025 • 173x dibaca (7 hari)
Pergeseran Pusat Gravitasi Dunia: Membaca Konflik Iran–Israel dan Implikasinya bagi Strategi Geopolitik Indonesia serta Masa Depan Aceh
Pergeseran Pusat Gravitasi Dunia: Membaca Konflik Iran–Israel dan Implikasinya bagi Strategi Geopolitik Indonesia serta Masa Depan Aceh
17 Mar 2026 • 139x dibaca (7 hari)
Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital
Antara Sajadah dan Layar: Menjaga Makna Ramadan di Era Digital
13 Mar 2026 • 125x dibaca (7 hari)
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
Memutus Rantai Kemiskinan, Melawan Kufur Etika
20 Mar 2026 • 109x dibaca (7 hari)
ADVERTISEMENT
📝
Tanggung Jawab Konten
Seluruh isi dan opini dalam artikel ini merupakan tanggung jawab penulis. Redaksi bertugas menyunting tulisan tanpa mengubah subtansi dan maksud yang ingin disampaikan.
SummarizeShare234
Redaksi

Redaksi

Majalah Perempuan Aceh

Baca Juga

Membongkar Missile City 505, Kota Misil Bawah Tanah Iran
Artikel

Membongkar Missile City 505, Kota Misil Bawah Tanah Iran

Maret 23, 2026
Emak Mananti Lebaran
#Cerpen

Emak Mananti Lebaran

Maret 23, 2026
Lebaran di Kampung yang Sunyi
Esai

Lebaran di Kampung yang Sunyi

Maret 23, 2026
Hari Raya Idul Fitri; Kemenangan Untuk Siapa?
#Idul Fitri

Hari Raya Idul Fitri; Kemenangan Untuk Siapa?

Maret 23, 2026
Please login to join discussion
POTRET Online

© 2026 potretonline.com

  • Program 1000 Sepeda dan Kursi roda
  • Disclaimer
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Al-Qur’an
  • Kirim Tulisan
  • Login

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password? Sign Up

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Home
  • Artikel
  • Pendidikan
  • Logout
  • Opini
  • Essay
  • Politik
  • PODCAST

© 2026 potretonline.com